Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Tukar Pasangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Tukar Pasangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

Cerita Seks Tukar Pasangan Dengan Ivanka Sahabatku

Cerita Sex | Cersex | Cerita Hot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita Seks Tukar Pasangan Dengan Ivanka Sahabatku - Kali ini Cerita asyik coi mengambil Cerita mesum tentang persahabatan antara Ivanka dan Raisa, mereka seperti saudara kembar dan merekapun sering berbagi cerita bahkan mereka mau berbagi pasangan mereka, alias Tukar Pasangan saat bercinta. Biar tidak penasaran gimana kalau capcus aja ya. Dan lihat juga Cerita Seks Pribadi Dina Anak Tukang Pijat Yang Jago Ngesex, Selamat menikmati .

Cerita Mesum Tukar Pasangan Ngentot Raisa Dan Ivanka 


Cerita Seks Tukar Pasangan Dengan Ivanka Sahabatku
Cerita Seks Tukar Pasangan Dengan Ivanka Sahabatku

Cerita Dewasa - Pertama-tama perkenalkan namaku Raisa, asalku dari Surabaya. Umurku 27 tahun dan sudah lulus dari sebuah universitas terkenal di Yogyakarta. Selama kuliah aku punya teman kuliah yang bernama Ivanka. Ivanka adalah teman dekatku, dia berasal dari Medan. Kami seumuran, tinggi kamipun hampir sama, bahkan potongan rambut kami sama, hanya Ivanka pakai kacamata sedangkan aku tidak.

Kadang-kadang teman-teman menyebut kami sebagai saudara kembar. Kami juga lulus pada saat yang bersamaan. Satu-satunya yang berbeda dari kami ialah selama setahun kuliah terakhir, Ivanka sudah bertunangan dengan Ari, seorang kakak kelasku sedangkan aku masih berpacaran dengan Adam, juga kakak kelasku.Salah satu persamaan lainnya ialah bahwa saat lulus itu kami sama-sama sudah tidak perawan lagi. Kami saling terbuka dalam hal ini, artinya kami saling bercerita mulai dari hal-hal yang mendalam misalnya tentang perasaan, kegelisahan dan hal-hal lain tentang kami dan pacar-pacar kami. 

Atau terkadang tentang hal-hal yang nakal misalnya bagian-bagian erotis atau ukuran vital dari pacar-pacar kami, sehingga darinya aku tahu bahwa milik Ari lebih panjang 3 cm dibandingkan milik Adam. Dengan lugas kadang-kadang Ivanka bercerita bahwa dia tidak pernah merasakan seluruh panjang batang milik Ari, diceritakannya pula bahwa Ari tidak pernah bisa lebih lama dari 3 menit setiap kali berhubungan badan dengannya. Meski begitu dia selalu merasa puas.

Kadang-kadang aku merasa iri juga dengan anugrah yang didapat Ivanka. Meskipun sebenarnya 15 cm milik Adam pun sudah cukup panjang, tapi membayangkan 18 cm milik Ari terkadang cukup membuatku gundah. Belum lagi aku mengingat-ingat tak pernah Adam sanggup bertahan lebih lama dari hitungan menit, mungkin karena aku dan Adam selalu melakukan pemanasannya lama dan menggebu-gebu (kadang-kadang malah aku atau Adam sudah lebih dulu orgasme pada tahap ini), jadi ketika saat penetrasi sudah tinggal keluarnya saja.

Meskipun kadang-kadang cukup memuaskan tetapi rasanya masih saja ada yang kurang. Belum lagi secara fisik, Ari lebih baik dari Adam dari penilaian obyektifku. Semua perasaan itu tersimpan di diriku sekian lama selama aku masih sering berhubungan dengan Ivanka, yang artinya juga sering bertemu dengan Ari. Tepat sebulan setelah lulus, Ivanka menikah dengan Ari. Lalu mereka berdua pindah ke Medan, sedangkan aku sendiri bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Yogyakarta. Beberapa lama kami sering berkirim kabar baik lewat email maupun telepon. Ivanka sering menuliskan apa saja yang sudah dilakukannya dalam kehidupan suami istrinya. Diceritakannya betapa sering mereka berdua berhubungan intim, sebulan pertama jika dirata-rata bisa lebih dari 1 kali sehari.

Dengan nada cekikikan sering juga diceritakannya bahwa memang milik Ari terlalu panjang untuk kedalamannya, bahwa semakin lama Ari semakin tahan lama dalam melakukannya yang oleh karenanya mereka sering terlambat bangun pagi karena semalaman melakukannya sampai dini hari. Juga dengan nada menggoda, diceritakannya betapa hangat semprotan sperma di dalam liang kemaluan. Cerita yang terakhir ini sungguh merangsangku, karena meskipun telah melakukannya, aku belum pernah merasakan hal itu. Selalu Adam mengeluarkan spermanya di luar atau dia memakai kondom. Di perut atau paha memang sering kurasakan hangatnya cairan itu, tetapi di dalam liang kemaluan memang belum. Singkat kata semakin banyak yang diceritakannya semakin membuatku ingin segera menikah. Masalahnya Adam masih ingin menyelesaikan studi S2-nya yang mungkin kurang dari setahun lagi selesai.

Beberapa bulan kemudian Ivanka mengabarkan bahwa dia sudah hamil sekian bulan. Semakin bertambah umur kandungannya semakin sedikit cerita-cerita erotisnya. Ketika kandungan sudah beranjak lebih dari 7 bulan, dia bercerita bahwa mereka sudah tidak pernah berhubungan seks lagi. Kadang-kadang dia bercerita bahwa sesekali dia me-masturbasi-kan Ari, karena meskipun secara klinis mereka masih boleh berhubungan seks tapi mereka khawatir. Jadi Ari terpaksa berpuasa. Sekian bulan kemudian lahirlah putra pertamanya, Ivanka mengabarkan kepadaku berita gembira itu. Kebetulan sekali perusahaanku mempunyai kebijaksanaan adanya liburan akhir tahun selama dua minggu lebih. Sehingga aku memutuskan untuk pergi ke Medan untuk menjenguknya. Adam terpaksa tidak bisa ikut karena dia sedang hangat-hangatnya menyelesaikan tesisnya.

Jadilah aku pergi sendirian ke Medan dan segera naik taksi menuju rumahnya. Rumah Ivanka adalah sebuah rumah yang besar untuk ukuran sebuah keluarga kecil. Rumah itu adalah hadiah dari orang tua Ivanka yang memang kaya raya. Letaknya agak keluar kota dan berada di dekat area persawahan dengan masih beberapa rumah saja yang ada di sekitarnya. Ketika aku datang, di rumahnya penuh dengan keluarga-keluarganya yang berdatangan menjenguknya. Ari sedang menyalami semua orang ketika aku datang.

Raisa, apa kabar? Sudah ditunggu-tunggu tuh! dia memelukku dengan hangat.
Kemudian dia mengenalkanku kepada keluarga-keluarga yang datang. Aku pun menyalami mereka satu persatu. Mereka ramah-ramah sekali. Ari bercerita bahwa aku adalah saudara kembarnya Ivanka selama kuliah. Keluarganya saling tersenyum dan berkomentar sana sini.
Sekian saat berbasa basi, Ari segera mengantarku masuk rumah dan langsung menuju kamar Ivanka. Tampak Ivanka lebih gemuk dan di sampingnya tampak bayi lucu itu.
Ivanka sayang, apa kabar? aku mencium keningnya dan memeluknya hangat.
Sudah siap-siap begituan lagi ya? aku berbisik di telinganya yang dijawabnya dengan cubitan kecil di lenganku.
Sstt.. harus disempitin dulu nih! dia menjawab dengan berbisik pula sambil menggerakkan bola matanya ke bawah, aku tertawa.

Singkat kata, hari itu kami isi dengan berbasa-basi dengan keluarganya. Aku akhirnya menginap di rumahnya itu karena semua keluarga menyarankan begitu. Ivanka dan Ari pun tak keberatan. Aku diberi kamar yang besar di ujung ruangan tengahnya. Rumahnya mempunyai 6 kamar besar dengan kamar mandi sendiri dan baru satu saja yang telah diisi olehnya dan Ari. Hari itu sampai malam kami isi dengan mengobrol di kamarnya menemani sang bayi yang baru saja tidur. Sementara Ari menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai dosen di ruang kerjanya.

Akhirnya aku menyarankannya istirahat.
Sudah kamu istirahat dulu deh Va!
He eh deh, lelah sekali hari ini aku! Kamu masih suka melek sampai malam?
Iya nih!
Itu ada banyak film di rak! Masih baru lho!
Oke deh! Sekali lagi selamat ya! kucium keningnya.
Aku keluar kamar dan menutupnya perlahan. Ari bercelana pendek dan berkaos oblong baru saja keluar dari ruang kerjanya.

Mau tidur?
Sebenarnya aku sudah lelah, tapi mataku tidak bisa terpejam sebelum jam 2 malam nih! Katanya punya banyak film?
Itu di rak, buka aja!
Oke deh!
Ari masuk kamar Ivanka. Kupilih satu film, judulnya aku lupa, lalu kuputar. Beberapa saat kemudian Ari keluar kamar dan tersenyum.
Masih dengan kebiasaan lama? Melek sampai malam!
He eh nih!
Gimana kabarnya Adam?
Dua bulan lagi selesai tesisnya! Terus kami mau menikah, kalian datang ya!
Oh pasti! Mau minum, aku buatin apa?
Apa aja deh!

Sebentar kemudian Ari keluar dengan dua botol soft drink di tangannya.
Pembantu pada kelelahan nih! Jadi ini saja ya!
Makasih! aku ambil satu dan meminumnya langsung, rasanya segar sekali.
Kalo ada perlu aku lagi ngerjain proyek nih di ruang kerja, ketika Ari beranjak sekilas aku melihat tatapan yang belum pernah kulihat darinya, sekilas saja.
Oke, makasih!

Tak berapa lama aku melihat film itu, mataku ternyata tidak seperti biasa, tiba-tiba terasa berat sekali. Aku segera matikan player itu, berjalan ke depan ke ruang kerja Ari.
Ari, aku tidur dulu deh! sudah kumatiin semua!
Oke deh, istirahat dulu ya!

Aku segera masuk kamar, menutup pintu, segera ganti baju dengan kaos tanpa bra dan celana pendek saja dan langsung ambruk di atas ranjang. Aku masih sempat mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur yang remang-remang. Aku langsung terlelap, saat itu mungkin sekitar pukul satu dinihari.

Tak terasa berapa lama aku tidur, ketika aku merasakan sesuatu menindihku. Aku terbangun dan masih belum sadar ada apa, ketika seseorang menindihku dengan kuat. Nafasnya terasa hangat memburu di wajahku. Ketika sepenuhnya sadar aku tahu bahwa Ari sedang di atas tubuhku dan sedang menggeranyangiku dengan ganas, mengelus-elus pahaku dan mencoba mencium bibirku. Beberapa lama aku tidak tahu harus bagaimana. Jika aku berteriak, aku kasihan pada Ivanka, jika sampai dia tahu. Selain itu sosok Ari telah kukenal dekat sehingga aku tak perlu menjerit untuk membuatnya tidak melakukan itu.

Ar, kamu apa-apaan? kataku sambil mencoba mendorongnya dari tubuhku.
Bantulah aku Rat! Telah lama sekali! sambil berkata begitu dia terus menggeranyangi tubuhku.
Tangannya mendarat dengan mantap di atas payudaraku dan meremas-remasnya. Jika saja aku tadi masih memakai BH-ku mungkin rasanya akan lain. Tapi kali itu hanya kain kaos yang tipis saja yang memisahkannya dengan tangannya. Selain itu samar-samar kurasakan sesuatu yang mengeras menimpa pahaku.Cerita Dewasa Terbaru

Aku tidak asing lagi dengan benda itu. batang kemaluannya telah tegang penuh.Ari..! dia mencoba menciumku. Entah antara ingin mengatakan sesuatu atau ingin menghindar, aku malah menempatkan bibirku tepat di bibirnya. Yang terjadi kemudian aku malah membalas lumatannya yang ganas sekali. Beberapa lama itu dilakukannya, cukup untuk membuat puting susuku mengeras, yang kuyakin dirasakannya di dadanya.
Kalo Ivanka tahu gimana dong?

Ayolah sebentar saja tak akan membuatnya tahu! bisik Ari.
Entah untuk mencari pembenaran atas keinginan terpendamku atau mencoba untuk terlihat tidak terlalu permisif akhirnya yang keluar dari mulutku adalah, Ar.. aku akan melakukannya untuk Ivanka!

Seperti bendungan jebol, Ari langsung kembali melumatku dengan ganas. Aku pun tampaknya memang telah terhanyut oleh perbuatannya, sehingga langsung membalas lumatan bibirnya. Tampaknya dalam hal beginian Adam lebih jagoan, dia bisa membuatku basah kuyup hanya dengan ciumannya. Sedangkan Ari tampak tersengat ketika aku langsung membalas lumatan bibirnya dengan ganas.Cerita Skandal Pejabat

Beberapa lama kami melakukan lumatan-lumatan itu, kemudian Ari bangkit dari atas tubuhku dan berlutut di antara pahaku. Dia kemudian menarik kaosku ke atas tanpa melepasnya dari tubuhku sehingga payudaraku terbuka, terasa dingin oleh AC. Beberapa saat kemudian aku merasakan jemarinya kembali meremas-remasnya perlahan, bukan itu saja kemudian aku merasakan bibirnya mendarat dengan mulus memilin-milin puting susuku yang kurasakan semakin mengeras. Tapi sebenarnya sebagian kecil tubuhku masih menolak perbuatannya itu, mengingat kedekatanku dengan Ivanka. Meski begitu sebagian besar lainnya tak bisa menolak rangsangan-rangsangan itu.

Beberapa saat Ari bermain-main dengan puting dan gundukan payudaraku. Kemudian dia bangkit dan menarik lepas celana pendek dan celana dalamku. Dengan segera aku merasakan tangannya membuka kedua pahaku dan sebentar kemudian kurasakan jemarinya menyapu permukaan liang kemaluanku. Ujung-ujung jemarinya mengelus-elus klitorisku dengan cepat, cukup cepat untuk membuat rangsangan bagiku. Walau begitu tetap saja gelitikannya semakin merangsangku.

Tak berapa lama dia kembali berhenti. Sekali lagi dalam hal pemanasan ini Adam masih lebih baik dibandingkan Ari. Dalam keremangan, aku melihatnya berdiri dan menarik celana pendek dan kaos oblongnya sehingga Ari akhirnya telanjang bulat. Justru di sinilah nafsuku langsung naik dengan sangat cepat demi menyaksikan tubuhnya di dalam keremangan lampu tidur di kamar itu. Sesuatu di tengah tubuhnya langsung membakarku, batang kemaluan yang sedang tegang dan tampak sedikit melengkung ke atas. Bentuknya yang gemuk, panjang dan berkepala bonggol itu langsung menggelitikkan rasa terangsang yang amat sangat mengalir dari mata dengan cepat langsung menggetarkan selangkanganku. Aku segera saja merasa gelisah dan tak sabar.Cerita Seks artis

Ar.. Ke sini deh!
Dengan bertelanjang bulat, Ari berjalan mendekat kepadaku dan naik ranjang, langsung berlutut di samping tubuhku, batang kemaluannya yang tegak itu tampak jauh lebih besar jika dilihat dari baliknya.
Ada apa Rat?
Kadang-kadang aku punya impian yang bahkan Ivanka pun tak tahu apa itu?
Apa coba?

Jangan diketawain ya. Ivanka sering bercerita tentang ini! Dan kadang-kadang timbul keinginan untuk sekedar memandangnya, sambil berkata begitu kuraih batang kemaluannya itu dan kugenggam erat batang dan sebagian kepalanya sehingga seperti kalau sedang memegang persneling mobil. Ari tampak sedikit gugup ketika genggamanku mendarat mulus di batang kemaluannya tanpa diduga-duga olehnya. Tubuhnya seperti terdorong ke belakang sedikit sehingga semakin mengangkat posisi batang kemaluannya dari posisi berlututnya. Beberapa saat aku merasakan kerasnya batang kemaluannya itu.Cersexgam XXX

Pantas sekali kalau Ivanka begitu membangga-banggakannya. Dan emang selisih tiga centi terasa sekali secara visual.
Nih sudah, kamu boleh apain aja deh! Oh ya Ivanka sudah cerita apa saja ke kamu?
Banyak pokoknya!
Kalo sama punya Adam?
No comment deh! nada bicaraku agak mendesah.

Ari tersenyum dan bangkit dari sampingku terus membuka pahaku dan mulai mengambil posisi. Ketika bangkit aku melihat pinggulnya seperti bertangkai oleh cuatan batang kemaluannya itu. Dia memandangku sebentar, kubalas dengan pandangan yang sama.
Pelan-pelan ya Ar!
Lho, sudah pernah khan?
Iya, tapi..
Tidak segini ya? Dia kembali tersenyum.

Aku cuma tersenyum kecut demi ketahuan kalau punya Adam tidak sebesar punyanya. Perlahan-lahan Ari mengangkat kedua pahaku dan menyusupkan lututnya yang tertekuk di bawahnya sehingga ketika dia meletakkan pahaku kembali keduanya menumpang di atas paha atasnya yang penuh rambut. Dengan posisi seperti itu selangkangannya langsung berhadapan dengan selangkanganku yang agak mendongak ke atas karena posisi pahaku.

Aku hanya bisa menunggu seperti apakah rasanya. Aku merasakan perlahan-lahan Ari membuka sekumpulan rambut kemaluanku yang rimbun di bawah sana dan beberapa saat kemudian sesuatu yang tumpul menggesek-gesek daging di antara sekumpulan itu dengan gerakan ke atas dan ke bawah menyapu seluruh permukaannya, dari klitoris sampai ke lubang kemaluanku. Rasa terangsangku segera memuncak kembali merasakan sensasi baru itu.Sexcrit

Ayolah Ar, keburu bangun!
Ini baru jam 3.15
Iya siapa tahu?
Perlahan-lahan aku merasakan gesekan kepala batang kemaluannya tadi berhenti di area dekat lubangku tepat pada posisi membuka bibir-bibir labiaku sehingga langsung berhadapan dengan lubang di bawahnya itu. Sesaat kemudian sesuatu yang besar dan tumpul serta hangat menyodoknya perlahan-lahan. Tanpa hambatan yang terlalu kuat, kepalanya langsung masuk diikuti batangnya perlahan-lahan.

Aku segera merasakan nikmat akibat gesekan urat-uratnya itu di dinding lubang kemaluanku. Sampai tahap ini sebenarnya rasanya tidak beda jauh dari punya Adam, walaupun tidak sepanjang punya Ari ini tapi cukup gemuk. Tapi semakin lama tubuhku segera bereaksi lain ketika batang itu mulai masuk semakin dalam. Dan ketika semuanya masuk ke dalam, aku segera merasakan rasa nikmat yang amat sangat ketika ujung kepala batangnya itu mentok di dinding bagian dalam liang kemaluanku. Aku segera mencari lengannya dan mencengkeramnya erat.

Ari berhenti sesaat dan menarik nafas panjang sekali.
Rat.. Ini yang kucari! Ari berbisik perlahan sekali tapi cukup terdengar olehku. Kutahu apa yang dimaksudnya. Sesuatu yang sanggup menelan semua panjang batangnya itu. Ari tidak segera bergerak tapi seperti menggeliat dalam tancapan penuh batang kemaluannya ke dalam liang kemaluanku itu.Cerita Esex-esex

Tampaknya reaksi dari bagian yang belum pernah tertelan itu sangat mempengaruhi dirinya. Dia bahkan belum bergerak sampai sekian puluh detik ke depan, wajahnya tertunduk, kedua tangannya mencengkeram pinggulku, meraih-raih pantatku dan meremas-remasnya dengan ganas cenderung kasar. Dengan sedikit nakal, aku mencoba mengejan, mengkontraksikan otot-otot di sekeliling selangkanganku.

Walaupun terasa penuh oleh masuknya batang kemaluannya itu aku mulai bisa melakukan kontraksi itu dengan teratur. Tak terlihat tapi efeknya luar biasa. Aku merasakan kedua tangannya dengan liar memutar-mutar, meremas dan mencengkeram bongkahan pantatku, pastinya karena reaksi dari apa yang kulakukan pada batangnya itu.

Dia segera ambruk di atas tubuhku dan segera mengambil posisi menggenjot, kedua tangannya diletakkan di antara dadaku, salah satunya menyangkutkan paha kananku sehingga mengangkat selangkanganku ke atas sedangkan paha kiriku otomatis terangkat sendiri. Paha kanannya masih tertekuk sedangkan kaki kirinya diluruskannya ke bawah sehingga mempertegas sudut tusukan batang kemaluannya di liang kemaluanku.

Dia mulai mencabut batang kemaluannya yang beberapa lama tadi masih tertancap penuh di dalam tubuhku dan belum sampai tiga perempat panjang batangnya keluar, dia langsung menghujamkannya dengan kuat ke bawah sehingga menekan kuat area ujung rahimku. Kemudian ditariknya lagi dan ditusukkannya kembali. Mulailah terasa beda pengaruh panjangnya terhadap kenikmatan yang kurasakan. Hal ini mungkin dikarenakan bidang gesekan satu arahnya yang panjang dan lebih lama sehingga mengalirkan kenikmatan yang lebih kuat pula.

Arr..! Jangan kuat-kuat..! tapi sebenarnya aku sangat menikmatinya. Ari tampaknya tak peduli, dia terus saja bergerak-gerak dengan kuat dan semakin cepat. Oh.. Ra.. Raisa! dia terus menggenjot dan tak terasa begitu cepat 5 menit yang pertama terlewati dan dia masih tangguh saja memompa liang kemaluanku. Benar kata Ivanka. Pagi itu tak ada seorang pun yang bangun dan terjaga, tapi kami berdua malah sedang mencoba mendaki dengan alasan yang berbeda.Cerita Seks Selingkuh terbaru

Kalau Ari karena tak tahan menunggu Ivanka berfungsi kembali sedangkan aku karena ingin saja. Sekitar sekian saat setelah 5 menitnya yang ketiga, aku jebol. Gesekan urat-urat batang kemaluannya itu meledakkan tubuhku dengan kuat sehingga membuatku menjepitkan pahaku ke tubuhnya. Bukan itu saja senam yang teratur yang aku ikuti ternyata berguna pada saat itu.

Tepat pada puncaknya kutahan kontraksi di liang kemaluanku dan sekuat tenaga kupertahankan agar tidak segera meledak. Sesaat aku merasakan aliran arus balik di tubuhku tapi tidak lama jebol juga sehingga dibawah genjotan cepatnya aku merasakan tiba-tiba seperti melayang di angkasa luas tanpa batas. Tubuhku kaku, kejang, nafasku memburu dan keluar tertahan-tahan bersamaan dengan keluarnya bunyi-bunyian yang tidak jelas nadanya dari bibirku.

Ohh.. eehh.. hmm.. Ar.. yang kuat! Mungkin gabungan antara suara dari bibirku dan mungkin cengkeraman-cengkeraman kuat dari dinding-dinding liang kemaluanku, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat sekali. Aku tidak pernah merasakan kekuatan sekuat dan setahan itu dari Adam. Tubuhku kejang sampai dia menyelesaikan 5 menitnya yang keempat dan masih terus bergerak mantap. Sampai orgasmeku mereda aku merasakan gerakannya semakin cepat dan kuat dan belum sampai pertengahan 5 menitnya yang kelima, Ari pun jebol juga.

Posisi kami selama itu masih belum berubah, tapi ketika dia mau menyelesaikan genjotan-genjotan terakhirnya dia menggerakkan tubuhku ke kiri sehingga menggerakkan seluruh tubuhku miring ke kiri dan paha kananku tepat menumpang di atas dadanya sedangkan paha kiriku berada di antara kedua pahanya. Ketika posisinya pas, dia langsung bergerak cepat.

Dalam posisi itu ternyata rasanya lain karena yang menggesek dinding lubang kemaluanku pun dinding yang lain dari batang kemaluannya. Tapi orgasmeku yang pertama rasanya terlalu kuat untuk diulangi dalam waktu sedekat itu, sehingga meskipun rasanya memuncak lagi tapi ketika aku merasakan semprotan-semprotan panas seperti yang diceritakan Ivanka kepadaku itu aku belum bisa meraih orgasmeku yang kedua.Cerisex

Hoohh.. Hooh.. Hoo.. Ra..Raisa! Ari bergerak-gerak tak teratur dan hentakan-hentakannya ketika orgasme itu tampak liar dan ganas tapi terasa nikmat sekali bagiku. Aku memegang kedua lengannya yang berkeringat sampai dia menyelesaikan orgasme itu. Sesekali aku mengusap wajahnya dengan lembut. Beberapa lama tubuhku kaku karena posisi kaki-kakiku itu, sampai akhirnya dia ambruk di samping kiriku. Batang kemaluannya tercabut dengan cepat dan semuanya itu membuat posisi kembaliku agak terasa linu, terutama di paha bagian dalamku.

Kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Aku telentang sedangkan Ari tengkurap di sampingku basah kuyup oleh keringat. Tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu perlahan-lahan dari balik pintu kamar. Tiba-tiba Ari panik dan segera mengenakan celana pendek dan kaosnya. Batang kemaluannya meskipun sudah lemas tapi masih belum seluruhnya lemas sehingga tampak menggunduk di celana pendeknya. Aku melirik jam, sudah hampir jam 4 pagi. Ari dengan sedikit tertatih-tatih berjalan perlahan tanpa suara ke arah pintu kamarku, membukanya perlahan dan sebelum keluar sempat melihatku sejenak dan tersenyum.

Tinggallah aku sendiri di kamarku dan aku mencari-cari celana pendekku dan segera mengenakannya. Aku terus menarik kaosku ke bawah sehingga menutupi payudaraku yang pasti penuh pagutan-pagutan merah. Dan dengan sisa-sisa tenaga mencoba merapikan sprei yang terasa lembab di tanganku. Mungkin karena lelahnya aku kembali terlelap dan terbangun hampir jam 10.00 pagi. Singkat kata hari itu kuselesaikan segala urusan di Medan. Rasanya tak ada hambatan dengan segala hal yang terjadi.cerita sex ngentot memek

Ivanka biasa-biasa saja tidak terlihat seperti curiga, bahkan wajah cerianya tampak sedih ketika pada hari ketiga aku terpaksa harus pamit untuk pulang. Ari mengantarku ke bandara dan sebelum aku naik ke pesawat sempat Ari mengucapkan terima kasih. Aku membalasnya dengan terima kasih juga sambil tak lupa tersenyum manis penuh arti.

Sampai tiga bulan setelah aku meninggalkan Medan, tiba-tiba Ivanka mengirimiku email yang menyentakku, isinya begini, Ra, sebenarnya aku tidak ingin menyinggung-nyinggung soal ini tapi akhirnya agar kamu tahu terpaksa deh aku ungkapin. Tidak tahu aku harus mengucapkan terima kasih atau malah mencaci kamu. Kamu tega deh, di saat puncak kebahagianku kamu malah melakukannya dengan Ari.

Aku tahu bukan kamu yang memulai, dan aku tahu sekali kamu tidak akan mau melakukannya jika tanpa sesuatu sebab. Sebenarnya aku kasihan juga sama Ari, bayangkan hampir dua bulan terakhir sebelum aku melahirkan, dia tidak pernah melakukannya, meskipun hanya sekedar masturbasi. Belum lagi ditambah dua bulan setelah aku melahirkan aku masih belum bisa melayaninya. Dan aku tidak menyalahkannya jika akhirnya dia memintamu melakukannya.

Dan jika akhirnya kamu terpaksa melayaninya, kuucapkan terima kasih telah menggantikanku. Mungkin itu saja deh Ra, yang perlu untuk kamu ketahui. Aku tidak tahu harus bagaimana tapi sudah deh segalanya sudah terjadi, mohon jangan mengulanginya lagi ya! Please! Aku sudah omong-omong tentang ini sama Ari dan dia menangis habis-habisan menyesalinya. Oke, udahan dulu ya. Bales ya secepatnya! Ivanka.Cerita sex memek meki

NB: sedikit nakal, kok sekarang Ari jadi ganas gitu sih? Kalo ini karena kamu makasih ya! Terakhir, bagaimana dia melakukannya? Hi.. hi.. hi Jangan khawatir aku tetap sahabatmu.
Berhari-hari setelah itu aku kebingungan mempertimbangkan apa yang harus kulakukan terhadap ini, sampai akhirnya aku harus menjawab juga.

Ivanka sayang, hanya maaf yang bisa aku mohonkan ke kamu. Aku tidak ingin membela diri, aku salah dan aku janjikan itu tidak akan terulang lagi. Jika ada yang bisa aku lakukan untuk menebusnya? Katakan saja kepadaku! Aku tidak punya lagi kata-kata apapun, jadi sekali lagi maaf ya! Raisa

NB: tentang yang ganas-ganas itu aku tidak tahu tanya aja sama dia, tapi kalo tentang pertanyaan yang kedua, jawabannya secara jujur ya iya. Mohon maaf sekali lagi!

Email balasanku pagi itu terkirim, sorenya langsung dibalas dan isinya, Raisa, Oke deh. Meskipun agak sakit, kita kubur jauh-jauh peristiwa itu. Kapan kamu menikah? Kabarin lho! Aku punya ide (agak liar), supaya setimpal, gimana kalo nanti pas kamu mengalami saat-saat yang sama kayak aku, boleh dong aku mbantuin Adam? He.. He.. He.. (gambar tengkorak lagi tertawa!) Ivanka.

Nah .... loh! Akhirnya memang begitu yang terjadi setahun kemudian, jadi kedudukanku dengan Ivanka skornya menjadi 1-1, apa mau dikata .memang kami benar-benar sahabat sejati yang rela bertukar apapun . bahkan bertukar pasangan sex juga kami lakukan dengan happy aja.. END

Mahasiswa,Cerita Sex Mahasiswi,Cerita Sex Pelajar,Cerita Sex Pembantu,Cerita Sex Perawan,Cerita Sex Perkosa,Cerita Sex Pramugari,Cerita Sex Remaja,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex SPG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Threesome,Foto Hot ABG,Foto Hot Bispak,Foto Hot Jilbab,Foto Hot Mahasiswi,Foto Hot Masturbasi,Foto Hot SPG,Foto Hot Tante.
cerita sex,cerita hot, certa sex,cerita seks,cerita sex hot,cerita hot sex,cerita birahi,cerita seks hot,ceritasex,cerita dewasa,ngentot,binal,cerita nafsu birahi,crta sex,crita hot,cerita sex,hot sex,cerita sex sepupu,cerita sex dewasa,cerita ngentot paksa bude kampung,cerita sex yang hot,kontol,cerits hot,cerita sek,cerita seks menginap,cerita hoot,cerita mesum,cerita hot seks,cerita sexs,crita sex,cerpen sex dengan teteh di kampung dan mama,erita seks dewasa,ceritaseks,ceritra seks hot,cerita sexx,cerita.hot,cerita sexs hot,cerita sex binal,cerita birahi tetangga,birahi,cerita birahi istri,cerita.sex,cerita sex janda kedapatan masturbasi,cerita perkosa pembantu pakek bius,cerita dewasa hasrat tinggi saat ketemu istri teman,minta ibu tiap pagi nyepong kontol ku,ceerita sex,cerita bokep,cerita sex terhot,cerita seks ketika bapak dan mamah phone seks nafsu nya mamah besar sekali trus bapak menyuruh mama ngajak aku dan teman ku ngentot bertiga sambil phone seks sama bapak,sex dengan abg perawan keturunan cina,seks dengan ibu,ngentot tanteku yang menggoda,cersek tkw,cerita sex memuaskan mama ku yang soleha di ranjang,cerita sek ngentot istri teman,dimasukkannya keliang senggamaku,cerita dewasa merkosa janda bahenol,cerita bercinta dengan seorang cewek berjilbab,istri binal,cerita sek sedarah di hutan,crta sex binal,cerita sex bersambung,nikmatnya memek anaku,cerita ml dengan di ajak cewek teman sekelas ml,cirita sex,bunda orang memek nya memang lebih enak di entot apa lagi berbulu dan tetek besar,cerpen abg oralseks,kuremas tetek pacarku kelas 6 sd,cetita sex,cerita sex sama temen kampus yang jilbab,cerita bergambar ngentot dg istri om,main sex sama teman ibuku yang alim juga ibu ku,cerita anak ngewe mamah bareng ayah,istri tetanggaku bikin aku terangsang,cerita ngentot barng ayah ngentotin ibu,sex sepupu,ngentot ibu pacar,tidur sama mama yuk nak,gairah binal istri,cerita ml sama anak sd lugu,cerita mesum dengan bibi di sawah,cerita hot teman sekolah,cerita sex dgn istri hot,ngentot dgn mamak di desa,cerita ngentot teman sekolah,cerita dewasa sedarah ibu mam
Read more

Minggu, 08 Mei 2016

Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah

Cerita Dewasa Mei 2016 - Cerita panas sebelumnya merupakan kisah cerita dewasa terbaru bergambar Cerita Seks Selingkuh Ngesek Nikmat Sama Dona Adik Mantan Pacarku, Nah untuk kali ini ada Cerita Seks Swinger Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah, Selamat membaca.
Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah
Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah

Cerita Seks Dewasa Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah



Cerita Dewasa - Begitu buka pintu, istriku langsung berhadapan dengan seorang lelaki dengan perawakan sedang. Nampak matanya tajam menembusi mata istriku. Sesaat istriku terpana. Belum seutuhnya menyadari keadaan ketika lelaki itu mengucapkan, 'Selamat siang, buu ..', yang secara reflek dijawabnya 'selamat siang'. 'Madu bu, madu asli Sumbawa, bagus untuk kesehatan sekeluarga. Murah saja bu, buat ongkos pulang'. Begitu lelaki itu langsung terus nyerocos.
cerita seksDan istriku, nggak tahu kenapa, dia tidak begitu mendengarkan omongannya tapi justru memperhatikan sosok lelaki tersebut. Tampak olehnya lelaki dibalut kulit kehitaman, alisnya tebal. Dan matanya yang tajam itu begitu terasa menusuki matanya. Dan anehnya jantungnya langsung deg-degan. Dia merasakan ada pesona membakar yang langsung melanda hatinya, perasaannya. Lelaki itu setengah baya, kira-kira 35 tahunan. Dengan baju kotak-kotak dan celana khakinya yang walaupun nampak agak kasar dan kumuh, lelaki itu begitu jantan. Dan itulah yang memuat jantung istriku deg-degan berdebar.

Tak pernah perasaan macam itu hadir di hati istriku. Sepanjang ini dia merupakan type istri yang sangat setia. Sebagai seorang perempuan tak pernah selintaspun hadir dalam hati dan pikirannya mengenai lelaki lain kecuali suaminya yang sangat dicintai dan hormatinya.

Tetapi kenapa sekarang ini tiba-tiba ada perasaan lain menghadapi lelaki ini. Pandangan mata lelaki itu, kenapa membuat jantungnya berdebar. Dan ahh .., lantas saat itu hadir kerinduannya pada sang suami. Bayangan belaian suami yang menelusuri tubuhnya. Hendusan nafasnya yang meniupi telinganya hingga bergidik birahinya bangkit bergetar.

'Bu, koq ibu nampak pucat, sakit ..??', tiba-tiba istriku tersedar, ' ..e ..ng..ngg..gak, nggak .. pa pa .. Ah maaf, silahkan masukk .., mari sini, silahkan duduk .. ', jawab istriku dengan gugup dan serta merta menyilahkan lelaki asing itu untuk memasuki rumahnya, yang kemudian langsung disusul perasaan menyesal, kenapa dia persilahkan orang asing memasuki kerumah dan bahkan mempersilahkan duduk. Rupanya istriku menjadi salah tingkah. Sesaat dia ingin menahan, '..eehh ..', terpikir untuk mencabut ajakan masuk rumah tadi, tetapi ..perasaannya nggak enak setelah lelaki dengan botol-botol madunya itu masuk menaruh bawaannya dan duduk di sofa panjang ruang tamu. Sekali lagi dia ingat suaminya. Suaminya yang sering duduk di sofa tersebut sambil membaca koran atau majalah. Pada saat-saat seperti itu dia biasanya mendekat, menaruh tangannya dipangkuannya yang langsung disambut oleh suaminya dengan begitu mesra, dirangkulnya dan diciuminya. Terkadang ah .. belaian mesra kemudian berlanjut menjadi asyik masuk sebagaimana lelaki dan perempuan yang suami istri.

Dan lelaki asing itu sekarang duduk di sofa yang sama. Sesaat timbul rasa takut, siapa tahu dia mempunyai maksud-maksud jahat. Tetapi matanya itu, walaupun sosoknya agak kasar dari matanya itu nampaknya lelaki asing ini baik. Istriku merasa tidak perlu menampakkan cemas menghadapinya. 'Duduk dulu ya mas, ..mau minum apa??' eehh ..bahkan selanjutnya dia juga menawarkan minum. Dan tanpa menunggu jawabannya istriku langsung ke dapur membuatkan minuman.

Saat hendak menyuguhkan, nalurinya mengingatkan untuk sedikit dandan, menata rambutnya, bajunya. Dia menuju ke kamar, kedepan kaca dan meja rias. Dipenghujung usianya yang 42 th. dirinya masih cantik, sebagaimana komentar banyak orang. Dia menyisir, menggunakan bando, memantas-mantaskan roknya, blusnya. Dan tidak lupa ..crot crot, sedikit minyak wangi di tubuhnya. Selintas terpikir ..mau apaa ini ..adakah jiwa petualangan di hatinya?? Mau ngapain kamu jengg ..?? Begitu pikirnya ..

'Ah, ibu jadi repot nih ..', begitu basa-basi lelaki asing itu. 'Nggaak ..ada koq, silahkan minum..', dia sepertinya sengaja melemparkan senyuman, kemudian dia balik ke dapur mengembalikan nampan. Saat hendak balik menemui tamunya, terpikir ingin iseng sedikit. Dia masuk ke kamar. Ada celah kecil dari kamar dimana dia bisa mengintip lelaki itu.

Nampak olehnya lelaki itu mengambil cangkir teh dan menyeruput isinya .. Jelas kini. Kekumuhannya, mungkin karena menjadi orang jalanan, tidak mempengaruhi tampilannya yang sangat jantan. Wajahnya tidak cakep tetapi nampak wajah yang tegas dengan sedikit guratan kesungguhan pada dahinya dan kelopak bawah matanya. Dan pandangan matanya itu lhoo .. Aahh .., kenapa lelaki seperti itu cuma kerja jadi pedagang keliling jual madu .. Tetapi yah, ..siapa tahu .. Jakarta yang keras macam ini membuat sesorang harus berjuang untuk hidupnya ..dan melakukan apa saja yang suka atau tidak suka harus dilakukan untuk mempertahankan hidup.

Kini nampak dia itu duduk sedikit santai. Bersandar di jok sofa, kakinya selonjor kelantai dengan sedikit merenggangkan pahanya. Ahh .. Istriku kembali ingat suaminya ..begitulah duduknya sesaat pulang dari kantor. Debar jantung istriku bangkit kembali. Dia perhatikan celana khaki yang agaknya dekil itu. Tepat di daerah selangkangannya, nampak tonjolan menggunung. Dan yang membuat istriku semakin penasaran adalah, dengan tangannya yang nampak berotot, sesekali lelaki itu mengelusi tonjolan tersebut sambil matanya setengah meram seakan menikmati.

Uhh ..kenapa lelaki itu berbuat demikian..ah ..mungkin hanyalah kebiasaan. Tetapi bagi istriku hal tersebut membuat darahnya terpacu ke atas. Wajahnya menjadi nanar, matanya pasti memerah dan tanpa sengaja, lidahnya menjilati bibirnya dan kemudian menggigitnya. Dia menahan suatu gejolak ..gejolak birahi.. Perasaan yang sama seperti saat suaminya membelai kemudian mengendusi lehernya, hadir dari belakang celah sempit di kamarnya saat dia mengintip lelaki asing itu. Eehh .. kenapa sih aku ini ..? Setengah heran masih bertanya pada diri ..

Tiba-tiba terlintas olehnya akan ulah ngintipnya itu. Sejak SMP diantara teman-temannya dia sering disebut sebagai petualang. Memang, walaupun anak perempuan dia senang sekali dengan hal-hal petualangan. Dia naik gunung, jalan menyelusuri sungai, panjat tebing dsb. Bahkan di kotanya dia diangkat menjadi salah satu pengurus klub pecinta alam. Sudah begitu lama itu berlalu. Sejak berumah tangga kesenangan petualangan itu pupus sendiri. Sudah lupa. Dan kini, saat ngintip tamu asingnya itu dia ingat jiwa petualangan itu lagi. 'Masih adakah jiwa itu padaku?', setengah bertanya dalam hatinya.

Dan jawabannya adalah hati yang gemetar dan jantung yang degupnya sangat keras hingga seakan tubuhnya bergoyang. Dia ingat saat-saat ber-ada di suatu peristiwa panjat tebing. Saat itu dia harus menembus satu celah sulit, dan berhasil. Saat seperti itu ketegangan yang amat dirasakan memacu adrenalinnya. Dan ketegangan semacam itu saat ini dia rasakan kembali. Kerinduan akan petualangan masa muda tiba-tiba menyeruak dan menembusi relung-relung hati dan pikirannya. Kerinduan yang kembali memacu adrenalinnya.

Dan dia nggak bisa menolak kerinduan petualangan itu. Dia pengin. Pengin merasakan lagi, setidak-tidaknya untuk kali ini saja. Dia pengin kembali bertualang, merasakan adrenalinnya terpacu kembali. Tapi kali ini tantangannya beda. Bukan karang terjal. Bukan pucuk-pucuk gunung. Bukan pula jeram riam sungai-sungai. Kali ini adalah lelaki asing di lobang pengintaian itulah sasarannya. Dan inilah kesempatannya, mumpung suami sedang keluar kota dan pelayan kecilnya sedang menginap liburan di tempat kakaknya. Dan lelaki itu alangkah seksinya untuk begitu saja dilewatkan. Dari bulu alisnya yang hitam tebal dia bayangkan bagian-bagian tubuh lelaki itu juga akan menghitam dan tebal penuh bulu. Uhh ..bayangan itu .., fantasinya.., khayalannya macam itu .. sepertinya bukan baru sekarang munculnya.

Jauh didalam lubuk hatinya, selama ini sesungguhnyalah dia merindukan lelaki lain di luar suaminya. Lelaki lain yang lebih jantan, mungkin juga lebih kasar, lelaki yang lebih seksi yang bisa membangkitkan nafsu seksualnya ..yang lebih memahami gejolak birahinya. Dengan suaminya .. dia rasakan selama ini nggak pernah benar-benar mendapatkan sesuatu yang selalu ditunggu setiap perempuan, orgasme. Kepuasan puncak dalam hubungan seksual.

Sayang, walaupun tidak berarti kurang cinta dan hormatnya, suaminya tidak menunjukkan perhatiannya secara sungguh untuk hal ini. Dia kelewat sibuk dengan urusannya. Dia pikir perempuan hanya butuh materi, uang, perhiasan atau mobil, sebagaimana yang dia selalu penuhi untuk membahagiakan istrinya.

Begitulah kalau birahi menyerang seseorang. Segala hambatan dan rintangan berusaha ditembusi. Setiap yang salah dicari kambing hitamnya untuk mendapatkan pembenaran tingkah dirinya sendiri. Nafsu birahi hampir selalu egoistik. Dan kini, ketetapan istriku telah penuh. Kembali bertualang. Harus dapat. Dan sekarang. Inilah saat yang tepat dan untuk sasaran yang juga tepat. Masalahnya tinggal bagaimana cara melaksanakannya. Bagaimana dengan perasaan suaminya, seandainya suatu saat dia mengetahui .. aah .. 'Jangan lagi bimbang', Begitulah keputusannya. Dorongan nafsu yang sangat kuat membuat dia enggan untuk menghindar. Semua lainnya dia abaikan. Biarlah nalurinya nanti yang akan mencari jawaban. Dengan kepercayaan pada nalurinya itu, istriku menjadi lebih santai. Pelan-pelan disusupkannya tangannya ke dalam blusnya. Dia mainkan puting susunya. Dia bayangkan lelaki asing itu sesaat lagi akan mengisapnya. Lidahnya akan menjilati dan giginya akan menggigitinya. Ooohh, ampuunn ..nikmaatt ..

Khawatir berlama-lama sendirian, istriku beranjak keluar kamar untuk menemui tamunya. Tetapi sebelum keluar, naluri petualangannya mulai memberikan sinyal. Dia melangkah menuju lemari bajunya. Diambilnya rok model 'midi kulot' dengan sedikit belahan pada ujung bawahnya yang mudah terlepas dari pinggulnya dan siap telanjang. Dengan sekali menarik resluitingnya dijamin rok itu akan langsung lepas ke lantai. Dan untuk atasannya, dia pilih blus dengan kain halus yang tipis. Kain itu akan mudah menampakkan kontur tubuhnya, buah dada dan bahunya yang bidang. 'Kamu sangat seksi dengan baju itu, jeng', begitu pujian suaminya suatu kesempatan.

*****

Pukul 14.12, Selasa

Berapa harga madunya, Mas ..?', dia membuka omongan. Dan membuat lelaki tamu asingnya itu mendongak serta memperhatikan kehadirannya yang telah berganti pakaian untuk tamunya. Nampak keterperanjatan sesaat di matanya sebelum dia menjawab, ..'Hmm ..terserah ibu sajalah ..',

'Lhoo, koq terserah .., n'tar Mas rugi lhoo ..', sambil mendekat hingga sangat dekat, kemudian meraih salah satu botol madu, dengan maksud lain, yaitu menebarkan aroma parfum merangsangnya sebelum kemudian mengasongkan bokongnya ke kursi di depan tamunya. 'Ahh nggaakk.. bbuat ibu sih nggak pa pa ..khan sya uu.. dah dissu.. ssuu..guhin minum segala ..'. Sahut penjual madu itu. Nah ..kelihatan sudah, suaranya nampak tergetar, walaupun dia berusaha untuk berkesan akrab dan menguasai diri. Dan ..matanya tidak lagi mampu lepas dari tubuh istriku. Memang kuakui, walaupun sudah cukup umur istriku masih amat seksi di mata para lelaki. Aku sendiri tak puas-puasnya selalu memandanginya, sampai dia suka merasa malu. Apa lagi kalau udah pakai baju lembut tipis dengan kulot sebagaimana yang nampak saat ini.

Istriku menyadari bahwa lelaki ini memperhatikan penampilannya. Aroma minyak wangi yang cukup semerbak pasti membuat tamu asingnya ini kelimpungan. Pasti dia memahami tingkah perempuan. Lelaki dengan tampilan macam dia pasti banyak perempuan yang memburunya. Dia pasti memiliki pengalaman dan memahami, kalau seorang perempuan yang saat pertemuan pertama tadi masih amburadul, kemudian sesaat masuk ke kamarnya dan keluar lagi menjadi rapi dan wangi, biasanya mempunyai kemauan dan harapan khusus. Hal macam ini pasti tidak asing bagi dia, lelaki jantan yang perempuan manapun melihat langsung terdongkrak birahinya.

'Apa sih khasiatnya madu ..??', istriku bergaya genit manja setengah bertanya se-akan tidak tahu, memancing dan berharap bisa terjadinya dialog yang ..sebagaimana kalau bicara khasiat madu di antara para lelaki. 'Banyak bu, .. Secara umum ini bagus untuk kesehatan .., dari anak-anak sampai dewasa baik minum ini ..'. 'Secara khusus? ..apa?', 'Ah, ibu ..khan suami ibu juga tahu ..ini termasuk jamu sehat dan kuat buat bapak-bapak'.

Whoo ..pancingan omongan telah dilemparkan dan nampaknya umpan mulai dimakan. Bicara kekuatan lelaki. 'Tapi, saya nggak pernah lihat buktinya, tuh ..!', sanggah pura-pura istriku dengan umpan yang lebih kuat. 'Tapi madu ini lain bu, .. Ini diambil khusus dari hutan. Ini yang namanya madu hutan. Lebahnya bisa menyerang siapapun yang mendekat. Para pengambil madu ini harus memilik keberanian dan pengalaman'.

Wahh .. bagaimana caranya menggiring buruan ini .., istriku berfikir keras. Dengan pura-pura serius mendengarkan, dia mulai bermain, melenggokkan bahu dan sesaat kemudian merenggangkan pahanya. Sementara tukang madu tadi mencuri pandang ke mata istriku, salah tingkah. Kemudian tangannya yang memegang botol madunya mengelus-elus leher botolnya, macam seseorang mengelus-elus alat vital. Tingkah tersebut nampak sangat erotis di mata istriku. Dan tukang madu itu rupanya juga sadar ..menggiring pembicaraan dan suaranya mulai terdengar parau, sementara tangannya terus mengelusi leher botol itu. 'Bbb..bbu, ini buat bapak .. Bapak mana Bu ..?', tiba-tiba dia menanyai suaminya .., setengah berbisik .., 'Bapak sedang tugas ke Medan sampai hari Minggu nanti ..', suara istriku juga ikut parau ..dan hatinya bergetar bersorak .., dia sudah yakin mangsanya masuk dalam jeratannya ,

Ehhmm, .. jadi ibu sendirian nih, ..', '.. eehh.. ada pelayan ..tt..ttetappii..sedang sedang menginap di tempat kakaknya', '..di mana ..?', '..ddii..nggak jauh..'. '..ntarr..?! ,..', '.. jangan khawatir, nggak balik hari ini, dia nginep 2 hari, pulang lusa ..'. aahh ..ternyata kemajuan mengalir begitu deras. Omong-omong kecil dalam bisikan ini mendorong tangkapannya langsung menuju sasaran. Kemudian yang terjadi adalah saling pandang penuh arti.

'Begini bu, kalau suami dengan teratur minum madu, istrinya pasti senang karena selalu bisa dipuaskan setiap kali kumpul suami istri'. 'Saya nggak ngerti, ..saya nggak pernah tahu ..', hati istriku menjadi menderu-deru. Disilangkan pahanya, menunjukkan mulusnya. Sementara mata tukang madu melirik, nampak mulutnya sedikit menganga dan jakunnya naik turun. '..bagaimana bisaa .., khan hanya madu ..??', istriku masih juga menggoda ..

'Begini saja bu, ..', nampaknya tukang madu mulai berperan aktip, '..saya udah ngebuktiin, .. Istri saya bilang jangan saya berhenti minum madu, biar selalu kuat, keras dan tahan lama ..', 'A..aa..panya mas, yang ku..att ..?', suara parau istriku yang gemetar dan menahan birahi sambil matanya memandang mata lelaki itu. Dan ketemu. Lagi-lagi saling pandang penuh arti.

Dan ..tiba-tiba, tukang madu ini menggeser duduknya, mendekati istriku dan meraih tangannya, langsung di rabakan ke arah selangkangannya. '..b..bbuu.., i..innii buktinya..'.

Walaupun sudah membaca yang akan terjadi, tapi peristiwa ini langsung menyergap mukanya. Wajahnya berasa sembab menahan getar dan jantungnya terpacu cepat. Suara dug dug dug menggoyang dadanya sendiri. Yaa .. dia mulai merasakan adrenalin yang sekian lama sudah tidak dia rasakan lagi. Kali ini terpacu dengan petualangan baru. Petualangan dalam nafsu dan birahi. 'Jj ..jang..an .. Mass ..jangan.. saya takk..uutt, ..mm..aass', sementara tak terhindarkan tangan itu telah di elus-eluskan ke tonjolan di selangkangan tukang madu, '.. ini..madunyaa..m..mbakk..', omongannya tidak lengkap, dan tiba-tiba panggilannya berubah menjadi 'mbak'. Rupanya lelaki ini yang juga sudah demikian menahan birahi .. dengan tangannya yang kasar dan berotot itu terus memegangi tangan lembut istriku dan menggosok-gosokkannya pada gunungan itu.

Dan pucuk dicinta ulam tiba. Yang dengan penuh harap telah ditunggu istriku kini datang. Se-akan menolak, tetapi enggan menariknya. Saat tangannya merasakan sentuhan hangat pada tonjolan di selangkangan tamu asingnya. Seperti terkena stroom ribuan watt, wajahnya memerah, matanya langsung memelototi tonjolan itu. Sesaat ingin ditariknya tapi enggan, birahinya yang datang menyergap membuat dia menikmatinya elusan tangannya pada tonjolan itu. Sementara sikapnya yang masih gengsi dan malu-malu mengerem sesaat untuk tidak terlampau aktip. Dan jantungnya semakin berdegup kuat, menahan gelora birahi dari petualangan yang baru baginya. Petualangan culas menyeleweng dan khianat terhadap suaminya yang sedang pergi menjalankan tugas dengan cara berhubungan dengan lelaki lain, asing dan sama sekali tidak dikenalnya.

Wwoo.., ada yang menderu dalam dadanya. Dia merasa sedang berjalan memasuki gurun yang sangat panas, tetapi jiwa tualangnya sama sekali enggan untuk menghindar. Ooohh.. maafin Mas Bardii, akuu nggak tahann nniihh.., aku pengin merasakan kepuasan seks, orgasme, yang selama ini belum pernah aku dapatkan walaupun telah lebih dari 20 tahun kawin denganmu .., maafin ya masszz .., begitu bunyi suara hatinya.

Sementara itu si lelaki asing terus berusaha memaksakan tangan istriku agar mencengkeram tonjolan itu. 'Mass..jaa..ngan.., nanti ada orangg ..', terdengar semakin parau dan gemetar suaranya. Adrenalinnya langsung melonjak. Sungguh ketegangan yang nikmatnya luar biasa. Jiwa petualangannya kini telah kembali.

Pukul 14.32, Selasa
Dan ketika cengkeraman tangannya merasakan ada batangan yang besar dan hangat, hati istriku membulat. Dia buang segala malu. Dan .. dengan berdesah pelan ..mulailah tangan itu meremas. Terasa oleh telapaknya bulatan panjang yang berdenyut-denyut dan hangat.

Tentu saja lelaki asing itu sangat gembira. Dia perlihatkan senyumannya. Senyum kemenangan dia pikir. Istriku membalas senyuman itu dan ..'..mas ..aku kunci dulu pintunya ..', berbisik seraya langsung beranjak menuju pintu depan, sebentar melongok keluar, barangkali ada orang yang diam-diam mengamatinya, dan ketika yakin aman dia tutup pintu itu dan kunci. Clek, klek.

Saat kembali, dia langsung duduk menempel tamunya dan .. saling pandang sesaat kemudian langsung saling menerkam dan berpelukan. Tercium bau matahari pada tubuh lelaki itu, tapi justru menjadi rangsangan besar untuk birahinya. Istriku mencari bibir tamunya, ketemu, dan langsung berpagut dan saling melumat. Tangan-tangan kasar ber-otot lelaki itu lantas memeluk dengan kuatnya.

Lama sekali posisi saling berpeluk dan melumat itu. Sepertinya melepaskan kerinduan pada apa yang selama ini saling mereka rindukan. Dan nampak istriku makin memanas. Lumatan itu disertai pula dengan saling gigit lidah serta bertukar ludah. Suara desis dan lenguh mulai terdengar dari keduanya. Tangan-tangan mereka saling memeluk, kemudian meraba. Bahkan istriku lebih berani, dia raih baju belakang tamunya dan tarik dari ikatan celananya, kemudian dia masukkan tangannya, ingin merasakan langsung hangatnya tubuh lelaki asing itu. Dan sang lelaki juga tidak kalah tangkas, tangannya memasuki blus istriku dan memeluki sesaat, tapi kemudian beralih langsung ke buah dada istriku, meremas-remasinya. Puting susunya di pelintir-pelintir. Kegelian tak terkirakan menjalar di tubuh istriku. Dari jeritan kecilnya nampak istriku menggelinjang. Nafsu birahinya kini tak lagi bisa terbendung.

Istriku dan lelaki asing itu benar-benar memasuki wilayah nikmat tak terhingga. Keduanya telah siap menapaki puncak kenikmatan. Lelaki itu membuka sendiri ikat pinggangnya, melorotkan resluitingnya, merogoh kontolnya keluar dan meraih tangan istriku untuk menggenggamnya.

Pukul 14.46, Selasa

Merasakan daging panas yang besar dan panjang, dengus dan suara parau istriku kembali terdengar, suara pengakuan ..yang didorong desakan birahi, '..maazz.., uuhh.. gede banget zzihh.., uuhhmm..', sambil bergerak melepaskan rangkulan dan menunduk untuk melihat barang nikmat ditangannya itu. Lelaki asing itu melepasnya. Biarlah perempuan binal itu melihati kontolnya. Biarlah dia memuaskan libidonya. Dia puas .. Untuk sementara dia lupakan dagangan madunya yang terserak di lantai. Hari ini dia merasa mendapatkan sesuatu yang bukan main ..

Dan saat nampak batangan milik tamu asingnya ini, saat nampak jamur besar merah hitam di ujung batangnya nampak begitu mengkilat dengan belahan lubang kencing yang menganga, istriku terpana. Suara paraunya kembali terdengar '..uuhhzz ..gedenyaa..uuzzhh, gedenyaa..uuhhmm', dan tanpa didorong lagi mulutnya mendekat ke kontol itu. Bau khas kemaluan lelaki langsung menerpa hidung istriku. Dan tanpa bisa lagi menahan, bibir istriku langsung menciumi batang gede dan panjang itu. Sementara tangannya tetap menahan untuk mengarahkan kebibirnya. Ini aneh sekali bagi istriku. 'Wwwoo, sangat eksaiting .. pada suamiku aku belum pernah begini niihh..'. Selama ini untuk suaminya nggak pernah ia berikan ciuman pada kontolnya. Entah desakkan macam bagaimana, tiba-tiba saja, dan tanpa ragu dan banyak pertimbangan, tahu-tahu lidahnya, mulutnya, hidungnya langsung melahap kontol tamu asing ini. Itukah yang disebut gairah birahi ..? Atau naluri hewaniah yang baru mendapatkan kesempatan tersalur, karena memang obyeknya sangat mempesona??

Dia ciumin, jilatin dan sedot batang itu sepuasnya. Naik, turun, naik, berputar, kebawah, bijih pelernya. Uuhh ..gedenyaa ..nikmatnya.. uuhhzz. Lupa sudah sang suami. Kenikmatan tak bertara sedang berlangsung. Kesetiaannya pada suami selama ini kemana ..?? Kenapa layanan macam ini kamu berikan pada orang lain, orang asing, bahkan belum tahu namanya, sementara itu nggak pernah kamu berikan layanan sejenis pada suamimu..??uuhzz geddeenyaa..

Lelaki itu merasakan mendapatkan kenikmatan luar biasa, rasanya jarang ada perempuan Indonesia yang mau menciumi kontol. Tapi perempuan ini, istri orang gedongan lagi, dia rasakan bibirnya dan lidahnya melumati kontolnya. Dia melenguh panjang. Kemudian dengan setengah bangkit dia perosotkan kebawah celananya agar istriku bisa lebih leluasa melumati kontolnya. Dan pada kesempatan itu nampak benar lebatnya jembut dan rambut-rambut di seputar kemaluan dan selangkangan sang tamu asing.

Tentu akibatnya adalah istriku makin semangat untuk terus menjilat, menyedot dan setengah menggigit kontol si tamu yang membengkak itu. Pada kesempatan sesaat, dia melihat setitik bening di ujung lubang kencing kontol itu. Itulah precum, cairan birahi awal dari lelaki saat kenikmatan kelaminnya mulai hadir. Istriku langsung menjilatnya. Asin. Uuhh, nikmatnya.. Dan terus menjilatinya serta berharap bisa meraih cairan lebih banyak. Kemudian mulai mengkulum dan dengan halus memompa. Sungguh, inilah pertama kali dalam hidupnya menghisap kontol. Dan bukan milik suaminya tetapi milik lelaki yang adalah tamu asingnya ini. Keinginan macam itu sesungguhnya telah lama timbul, sejak dia melihat adegan persetubuhan dari VCD yang diam-diam disimpan suaminya dan tanpa sengaja dia putar saat suaminya pergi. Tetapi untuk memulai pada suaminya dia takut dicurigai dari mana kemajuan macam itu diperoleh.

Kali ini dia merasa mendapatkan kesempatan yang nggak akan dilewatkan. Dengan jiwa petualangan dan nafsu birahi yang membara dia lakoni obsesi erotis yang selama ini ditunggu-tunggunya. Mulutnya terasa penuh. Kontol seukuran pisang tanduk hanya bisa masuk di ujungnya saja. Kepala istriku memutar-mutar. Lidahnya menari-nari dijamur merekah itu. Dia jilati sepuasnya lubang kencing tamunya. Nampak rakus dan lahap mulut cantik itu ingin menelan batangan kontol gede panjang tamunya.
Pukul 15.12, Selasa
Merasa belum puas berciuman, lelaki itu mengangkat tubuh istriku dan langsung kembali dipagutnya lehernya. Istriku menggelinjang dan mendesah-desah. Tangan kirinya tidak melepaskan cengkeraman pada kontol tamunya. Jari-jarinya mencengkeram sambil memijit-mijit atau mengurut yang membuat nikmat luar biasa pada sang tamu. Ciuman mereka meliar. Dari leher bibir lelaki asing itu menyusuri ke bawah lagi. Kini terasa blus istriku menghambat. Dia usel saja itu blus. Bau parfum yang sangat merangsang bercampur keringat lelaki dari jalanan menciptakan erotis pada keduanya. Istriku menggeliat-geliat. Kemudian mereka dengan buru-buru mencopot masing-masing bajunya. Blus istriku dan kemeja lelaki itu lepas. Dan kembali mereka berpagut dengan telanjang dada. Buah dada istriku menekan dada sang lelaki.

Tangan sang tamu terus merabai dan meremasi buah dada itu. Dan tangan istriku dengan penuh semangat terus meremasi kontol sang tamu yang semakin nampak tegang, panjang, besar dan mengkilat. Urat-urat darah melingkar-lingkat di sepanjang batang itu. Masing-masih saling berdesah, mengaduh dan merintih bersahutan.

Kemudian tampak istriku melepas kulotnya. Dengan sekali tarik resluiting kecil, melorotlah kulot itu. Nampak celana dalam oranye yang membungkus pantat bahenol serta kemaluan istriku. Ditariknya salah satu tangan sang tamu untuk merabai kemaluan itu. Tanpa hambatan, tangan itu langsung meremasi vagina istriku. Gelinjang yang sangat nikmat. Uhh ..gatalnyaa.. Istriku menggeliat-geliat bak cacing kepanasan. Desahannya makin tak terkendali. Bibir dan lidahnya meliar. Dijilatinya bahu lelaki itu, digigitnya lehernya, diciumi wajah bawahnya yang nampak kasar oleh bulu-bulu jenggot yang tercukur, kasar seperti amplas. Itu sangat menggelitik lidah istriku, dia nggak mau melepaskannya.

Saat tangan tamu memilin-milin kelentitnya, kemudian dengan jari-jarinya yang terasa kasar juga menembusi bibir vaginanya dan terus mengaduk-aduk hingga menyentuh saraf-saraf pekanya, istriku mengaduh. Nikmat yang diterimanya sangat luar biasa. Pantatnya langsung gelisah, meliuk, menggoyang. Ternyata sentuhan lelaki lain, lelaki pedagang madu, tamu asing yang sama sekali nggak dikenalnya, menimbulkan gelombang birahi dan kenikmatan tak bertara. Mencuri kesempatan, menyeleweng dengan tamunya ini, oohh .. akan sangat dikenangnya ..maasszz, .. tolongg.. aku hauss.., desisnya. Tenggorokannya terasa kering dan nafasnya terus memburu. Dan kocokkan tangan kiri pada kontol tamu makin kencang. Pijitannya semakin berdenyut. Pantat tamu itu juga meliuk-liuk dan menggoyang.

Sekarang keduanya benar-benar lepas. Masing-masing menampakkan naluri birahinya. Saling pijit, saling jilat dan gigit. Semuanya mengerang, mengaduh-aduh dan mendesah-desah. 'Mbakk ..', si lelaki berbisik, ' .. Aa..kkuu, ..mau keluarr ..mbaakk', ..' ..keluarin dehh .. Keluarin saja ..', jawaban bisik istriku sembari meningkatkan remasan dan kocokkan pada kontol sang tamu. Dan tanpa dicegah lagi pantat lelaki itu makin cepat menggoyang ..terus ..terus ..teruuss ..

Dan ..disertai dengan teriakan histeris nikmat yang panjang, 'aarrkkhh..', keluarlah cairan lendir bening dari kontol tamu. Semua itu langsung disaksikan oleh matanya. Sperma atau air mani lelaki itu muncrat tinggi. Kemudian muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, lagi, lagi, lagi. Rasanya ada sekitar 8 kali puncratan. Sebagian tertangkap tangan istriku, dan sebagaian lainnya di jembut dan celana sang tamu dan kemudian pula jatuh tercecer ke lantai. Pasti itu merupakan ledakkan sperma besar yang disebabkan sangat tingginya birahi lelaki ..

Entah kenapa, melihat cairan yang tercecer di mana-mana itu nafsu istriku melonjak. Diamat-amatinya liquid kental di tangannya. Meleleh di jari-jarinya. Dia dekatkan ke hidungnya, coba membaui. Matanya melirik sesaat ke sang lelaki sambil tersenyum. 'Wangi!', dia bilang. 'Ehh .. enak itu lhoo', kata si lelaki, 'banyak vitaminnya ..', bisik lelaki asing, 'coba jilat deh ..', dia mendorong. Dan darah istriku naik ke wajahnya. Gelegak nafsunya mendengar kata-kata lelaki asing itu. 'Coba saja ..nggak pa pa .., jilat, jilatin..ayoo..'.

Dia lihat lagi tuh sperma yang meleleh. Ah, belum pernah dia merasai sperma. Milik suaminyapun nggak pernah. Tapi kali ini ada godaan yang sangat kuat. Nafsu liar dan jiwa petualangannya mendesak-desak. 'Ayoo, coba ..'. Dan, dijulurkanlah lidahnya. Dijilatnya sedikit sperma itu. Dirasainya. Dia ingat rasa kelapa muda. Dia jilat lagi lebih banyak, dikenyam-kenyam kemudian ditelan. Ah, seperti kelapa muda. Dia jilati terus hingga jari-jarinya bersih. Kemudian sperma di telapak tangannya yang nampak bergumpal kental dilahapnya pula.

Dulu saat petualangan di hutan, dia juga menghadapi keraguan saat pelatihnya menyuruh makan daging ular mentah-mentah. Dan hal itu akhirnya bisa dia lakukan dengan baik. Dan sekarang, setelah didorong oleh nafsu birahinya dan tamunya, '..ayo mmbbak, aku pengin liatin ..', agar dia menjilati spermanya, dia juga lakukan. Dorongan erotiknyalah yang membuat sperma itu menjadi demikian nikmat. Kini dengan makin bernafsu dia jilatin semuanya, sperma di kepala jamur dan lubang kencing, yang meleleh di seputar batang kontol, yang tercecer di jembut dan selangkangan, di celana, di ujung-ujung kaki, di sofa, bahkan juga yang di lantai. Dia nampak seperti anjing yang sedang menjilati sisa-sisa makanannya. Penuh nafsu, penuh birahi sambil terus mengerang dan mendesah setiap kali lidahnya menjilat dan menarik sperma ke mulutnya. Jadilah dia menjadi perempuan pemakan sperma.

Lelaki asing itu melihat dengan penuh pesona. Saat istriku nungging di lantai menjilati spermanya dia lihat bagaimana menariknya pemandangan itu. Pantat yang bahenol putih yang masih terbungkus celana dalam oranye. Ah, sungguh pemandangan yang sangat erotik. Sementara kontolnya yang dilingkari urat-urat belum kunjung lelah. Kontol itu masih tegang mengacu mengkilat-kilat kepalanya. Dia kembali bersender ke sofa sambil menyaksikan istriku, mengelus-elus sendiri kontolnya. Dia menikmati kegatalan yang belum kunjung usai.

Istriku masih asyik menjilati semua sperma yang tercecer, sementara libidonya masih belum sepenuhnya tersalurkan. Kontol itu seharusnya menembusi kemaluannya. Ingat kebiasaan suaminya yang selalu lemas sesudah ejakulasi, dia buru-buru bangkit dari lantai dan cepat meraih kontol lelaki itu. Dia takjub. Ternyata ejakulasinya tidak membuat kontol itu surut lemah. Masih seperti semula, bahkan nampak lebih besar dan panjang dimatanya. Tanpa 'ba bi bu' serta merta tangannya meraih sisa celana khaki berikut celana dalam lelaki itu, ditariknya keluar hingga langsung telanjang dan mencuatlah kontol itu.

*****

Pukul 15.37, Selasa

Dengan sigap pula dia copot celana dalamnya sendiri dan langsung naik ke sofa. Lelaki itu ditumpakinya. Tangan kirinya meraih kontolnya, diarahkan langsung ke lubang vaginanya. Dia belum pernah bersanggama dengan suaminya di sofa ini. Tetapi beberapa kali dia pernah lihat gambar porno, pasangan yang bersanggama di sofa macam ini. Dia coba tirukan. Sementara sang lelaki menyambut dengan pelukan di pinggang sambil menempatkan ke arah yang tepat.

Ujung kontol itu telah menyentuh bibir vagina istriku. Kegatalan amat sangat datang pada kemaluannya. Pantatnya menggoyang yang langsung diimbangi oleh pantat sang lelaki. Yang satu menekan-nekan yang lain mendorong-dorong. Gelombang kegatalan vagina dan kepala kontol dari kemaluan masing-masing menderas. Masing-masing mau cepat menembusi dan melahap. Uhh ..kontol ini kelewat besar, begitu batin istriku, sementara ahh.. vagina ini demikian sempitnya, begitu pikiran sang lelaki. Tentu saja benar. Yang selama ini menembusi adalah kontol suaminya yang ukurannya paling cuma setengahnya. Belum pernah vagina ini menerima kontol sebesar itu. Istriku berteriak histeris. Ada sedikt rasa sakit yang menyertai nikmat luar biasa ini. Tapi sang lelaki sudah tak akan pernah mundur lagi. Dengan tambahan dorongan dari bawah akhirnya kontolnya terbenam. Seluruh batangan besar dan panjang itu bulat-bulat telah ditelan oleh kemaluan istriku.

Sekarang istriku merasai, betapa setiap mili dinding dalam kemaluannya mencengkeram erat batangan bulat panjang itu. Rasanya nggak ada celah longgar. Setiap saraf-saraf vaginanya merasakan sentuhan batang itu, yang menyebabkan reaksi bergelombang datang. Setiap sarafnya seakan ingin melumat batang itu.

Dan yang dirasakan lelaki itu adalah vagina istriku mengempot-empot. Seakan menghisap-hisap dan memerasi kontolnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa. Dan reaksinya langsung mencaplok susu istriku dengan sepenuh nafsu. Menggigiti putingnya dengan buas, sebelah kanan dan kiri ber-ganti-ganti.

Paduan gelitik kontol pada vaginanya dan gigitan bibir lelaki asing itu pada susunya sungguh merupakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Istriku kini menjerit-jerit kenikmatan. Tak ada lagi rasa kawatir didengar orang. Nafasnya demikian memburu. Pantatnya meliuk mengebor-ebor. Dan sang tamu tidak lagi mau menahan dengan diam. Diangkatnya pantat istriku naik, kemudian diturunkan, naik lagi, kemudian turun. Demikian ber-kali-kali. Gesekkan antara kontol dan vagina saat naik turun itu membuat keduanya semakin histeris. Dan berikutnya dengan tenaganya sendiri istriku mempercepat naik turun pantatnya disebabkan kegatalan vaginanya yang nggak lagi tertahan. Dan nampaklah istriku yang menunggangi lelaki asing tamunya, melakukan kocokkan kontol tamu dengan vaginanya seperti berpacu. Makin cepat, makin cepat, makin cepat. Suara teriakkan kenikmatan istriku diseling desahan sang lelaki menjadi simponi erotik yang pasti akan merangsang siapapun yang mendengarnya.

*****

Pukul 16.00, Selasa

Pada kesempatan inilah, untuk yang pertama kali istriku mengalami apa yang sering dia dengar, orgasme. Saat-saat menjelang orgasmenya datang, sebagai sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan seumur hidupnya dia merasakan rangsangan gatal yang amat sangat yang disusul perasaan se-akan mau kencing pada vaginanya akibat dari gosokkan dengan kontol besar itu. Rasa itu sungguh tak terperikan. Perasaan macam itu membuat fisiknya demikian kuat. Kocokkan pompa yang menguras tenaga itu dia lakukan dengan kecepatan yang semakin tinggi.

Disertai hentakkan pada saat kemaluannya menelan kontol besar tamu asing itu agar ujungnya lebih mentok ke mulut rahimnya, yang dibarengi dengan teriakan nikmat yang histeris di-ulang-ulang hingga .. akhirnya.. sampailah. Bendungan itu jebol. Orgasme itu datang. Seperti air bah yang lepas. Ketegangan yang semula berada di puncak yang sangat tinggi langsung turun hingga ke dasarnya. Seperti beban berat yang berhasil dilepasnya. Kocokkannya memelan, memelan dan berhenti. Pelukannya melemas. Kucuran keringatnya membasahi tubuhnya dan tubuh sang tamu. Kepalanya disenderkan pada bahu lelaki itu.

Sang tamu ini sungguh lelaki yang memahami. Dia terima kelelahan istriku. Dia ikut berhenti. Dia beri kesempatan. Dia sabar. Dielusnya kepala istriku, diciuminya lehernya dengan lembut. Dijilatinya keringat istriku. Sementara kontolnya dibiarkan terbenam dalam vagina istriku. 'Oohh ..', terdengar lenguh istriku sambil sedikit menggeser wajahnya tenggelam keleher lelakinya. Nampaknya istrikupun ingin kontol gede itu tetap di dalam vaginanya. Keadaan menjadi hening, tanpa desahan atau rintihan kecuali nafas-nafas panjang dengan sebentar ter-engah. Dunia sekelilingnya juga seakan ingin diam sesaat..

*****

Pukul 16.14, Selasa

'Mass ..', 'heehh..?!', '..ennaakk.. puass ..?', '..Hheehh..', '..Oocchh..', terdengar bisikan-bisikan tanpa diikuti gerakan-gerakan.

'Aku belum pernah lho, seperti ini .., ..aku heran sendiri ..', istriku ngomong. '..hhee..eehh', sahut lelaki itu masih enggan-enggan. ' Baru sekarang aku merasai orgasme'.

'Bener lho, mas. Aku koq bisa mengulum kontol, menjilati spermamu ..hhoocchh .., kalau suamiku tahu ..'..'Ternyata nikmat banget .. Hhoocchh ..hheecchh ..', terdengar tarikan nafas panjang.

'Mass .., mmaass .., capai yaa ..?!, '.. Nggaakk .. belumm, khan aku belum keluar lagi ..', ' ..koq kuat banget sih .., nihh masih gede dan kaku dalam nonokku ..', 'Khan madduu ..', tentu kelakar, 'Iyaa bener-benerr ..', masih dalam saling berbisik. Istriku mencium gregetan leher lelaki itu. '..uuhh ..', entah lenguh siapa lagi .. Diam, hening lagi untuk beberapa saat..

'Belum keluar ya mass, .. Mau dikeluarin ..??, dimana ..??', istriku bertanya. Pertanyaan itu memancing kerut dahi tamunya sesaat ..tetapi dia bisa menjawab ..,'Bagaimana kalau di mulut kamu ..?', bisik-bisik, 'woo, mauu ..', tanpa pikir lama-lama pelan-pelan istriku bangkit, kemaluannya melepas kontol sang tamu yang masih tetap tegak ngaceng dan mengkilat-kilat basah hingga batangnya yang disebabkan cairan yang keluar dari vagina istriku. Dia ingin memberikan layanan terbaik bagi tamunya ini .., dia ingin mendengar dan melihat bagaimana tamunya ini merintih dan mengerang-erang merasakan kenikmatan dan mendapatkan kepuasan puncaknya.

Sang tamu mengambil posisi berdiri dengan kontolnya yang ngaceng menantang ke depan, disusul istriku jongkok pada lututnya dan langsung meraih kontol itu untuk di-emotnya.

Kali ini istriku tidak nampak ber-emosi, mungkin sedang surut sesudah orgasmenya tadi. Tetapi sang tamu dengan mendongakkan kepalanya kini mengerang. Tangannya meraih kepala istriku, direngkuhnya kemudian didorong kedepan agar kontolnya lebih dalam lagi dikuluman mulut istriku. Dan istriku mengikuti. Gerakan memompa. Lelaki itu memaju-mundurkan bokongnya, mengerang sambil makin keras meremasi rambut istriku. Tentu terasa pedas bagi istriku. Tetapi suara erangan lelaki itu membuat istriku pelan-pelan timbul kembali ke-asyikannya. Dia mainkan mulutnya. Terkadang dia lepas kulumannya dan menjilat-jilat batangnya. Juga dia isepin buah zakarnya. Di titik ini nampak kelemahan lelaki itu. Setiap jilatan di zakarnya dia se-akan memohon dan mengemis, 'Terus .. tolong, terruss..oohh mmbbaakk.. enakk bangett ..terruuss..'.

Zakar tamunya ini terus dia isepin dan jilatin. Dan benar .., tak begitu lama lelaki asing ini mengeluarkan teriakan histeris yang ditunggunya ..'..mau keluarr.. oohh mau keluarr ..keluarr, mbbaakk.. Isepp.. kontolku..isepp', sembari menjambak rambut istriku diarahkan ujung kontolnya ke mulutnya dan ..sserr..crot..crot..crott ..muncratlah sperma segar panas langsung ke mulut istriku.

Dan mulut istriku yang sudah menganga sejak tadi siap menerima semua puncratan sperma tamunya. Tak ada setetespun yang lepas dari mulutnya. Masih dalam keadaan crot crot, mulut istriku sudah mencaplok ujung kontolnya untuk memastikan bahwa tak setetespun akan tersia-sia ke tempat lain. Wajahnya yang merem melek nampak menikmati cairan hangat di mulutnya itu. Nampak pula dia mulai mengecap-ecap kemudian menelan berliter cairan yang keluar dari kontol lelaki asing itu.

Selepas itu baru dua insan ini merasakan kelelahannya. Keduanya terduduk. Sang tamu bersender kembali ke sofa, dan istriku tidak bangun dari lantai menyandarkan tubuh dan kepalanya pada kaki-kaki lelaki itu.

*****

Pukul 16.26, Selasa

Sesudah beberapa saat istriku bangkit. 'Tak bikinkan kopi ya, .. Capuchino mau ..?', 'Apa tuh ..'. Rupanya tamu ini benar-benar dari klas kumuh, dia nggak ngerti nama minuman tadi. Tetapi istriku tak lagi menghiraukan, dia ambil celana dalam dan kulotnya, dia pakai dan beranjak ke-dapur.

Di dapur kini istriku merasakan bibir kemaluannya agak pedih-pedih. Tentu karena kontol yang kelewat gede dari tamu asingnya itu. Sendirian dia tersenyum. Puas. Petualangan yang baru dilewati sungguh 'eksaiting'. Sambil mengambil cangkir dan kopi dia mikir, biar kutahan lelaki itu. Biar dia nginep. Pulang esok sore, begitu pikirnya. Mumpung. Aku mau lagi, lebih lagi. Aku pengin telanjang bulat semua. Biar kuajak saja ke kamar tidurku. Di kamar dimana aku dan suamiku tidur. Rasanya penyelewengan dan pengkhianatan yang makin tinggi kwalitasnya akan semakin nikmat. Masih adakah cinta pada suaminya.., sesudah penyelewengan ini ..? Jangan tanya cinta .., itu hal yang lain. Urusan cinta suami tak perlu diragukan. Ini tidak lebih dari urusan libido. Urusan orgasme yang memang dengan suami nggak pernah bisa diraih. Ahh ..dia benar. TAMAT

Asal Mamah Senang.
Posted by: Hot & Panas In: Cerita Dewasa| Cerita Seks Affair| Cerita Seks Gigolo| Cerita Seks Kiriman Pembaca| Cerita Seks Remaja| Cerita Seks Setengah Baya| Cerita seks umum
Cerita saya ini hanyalah fiktif belaka, bila ada kesamaan, itu hanyalah kebetulan. Saya cowok yang masih single. Saya bekerja seruangan dengan seorang cewek cantik. Dia atasan saya, orangnya cantik dan montok menggoda. Dia suka membuat kemaluan saya naik terus, karena memang dia punya hobby melakukan hubungan seks. Dan kebetulan, saya juga punya hobby yang sama, tetapi tidak semaniak dia. Hampir tiap hari dia bermain seks dengan cowok yang disenanginya, bahkan saya sendiri sering diajak bermain dengan dia. Disamping saya senang dan menikmati tubuhnya yang aduhai itu, saya juga tidak berani menolak perintahnya. Pokoknya asal ibu senang. Dan saya dijanjikan naik pangkat, dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang montok itu.
Dia orangnya cantik, meskipun umurnya jauh di atas umur saya. Karena dia selalu suka memakai rok ’super’ mini warna putih transparan, maka saya tahu kalau dia tiap hari tidak pernah memakai celana dalam. Yang saya heran, ketika dia ada di luar ruang kerja, dia selalu memakai rok biasa bahkan pernah pakai celana. Tetapi ketika ada di ruang kerja kami, dia selalu memakai rok ’super’ mini itu. Jadi kalau ada sesuatu yang dia butuhkan, dia selalu minta tolong saya yang mengurusnya.
Meja kerjanya berada persis di depan meja kerja saya, jadi saya bisa melihat apa yang dikerjakannya. Tiap menit dia selalu memancing nafsu saya. Dia sering pura-pura lihat suasana di luar jendela, padahal dia ingin memperlihatkan kemontokan pantatnya yang super montok itu. Lalu dia pura-pura melihat hasil kerja saya sambil mendekati saya, terus dia menundukkan kepalanya, lalu yah terlihat jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH. Dia goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan pena di lantai, terus dia jongkok membelakangi saya. Ketika dia menunduk, roknya tersingkap ke atas, jadi terlihatlah pantatnya yang montok putih dan kemaluannya yang putih kemerahan dengan bulu yang tampak menantang untuk dijamah.
Ketika dia sudah mengambil penanya, eh.. dijatuhkannya lagi, terus nungging lagi. Lagi-lagi dia goyangkan pantatnya maju-mundur, bawah-atas. Lalu dia merenggangkan kakinya, sehingga kemaluannya yang lezat itu merekah bagai bunga ‘mawar’ dan begitu seterusnya. Hingga saya tidak tahan akan kelakuannya itu. Langsung saja saya mendekatinya, terus saya raba-raba kemaluannya. Dan ternyata, ohh.. dia menikmati sentuhan-sentuhan yang saya berikan.
Saat ini saya bekerja dengan lidah saya. Saya jilati sedikit kacangnya dan di “suck” agar basah. Tidak sampai dua menit sudah tampak ada cairan bening di liang senggamanya. Karena kejantanan saya sudah tidak tahan, lalu saya masukkan batang kemaluan saya ke liang kewanitaannya. Dia mendesis, meronta, mengerang nikmat (3M), demikian juga saya. Hangat dan lembab saya rasakan di sekitar kemaluannya yang ranum itu.
Lalu saya mulai goyang kiri dan kanan, maju-mundur dan kadang-kadang saya putar. Dia benar-benar hebat dalam merangsang birahi saya. Setelah saya agak pasif dalam gerakan yang saya lakukan karena sudah hampir terasa menuju klimaksnya, dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang.
Sementara saya semakin berat menahan orgasme, akhirnya, “Bu boleh keluarin di dalam..?” kata saya meminta persetujuannya.
“Boleh aja sayang, emang sudah hampir, ya..?” katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.
“Ya, Bu..” kata saya sambil meringis menahan nikmatnya permainan kami.
“Kita sama-sama ya, hmm.. ohh..” desisnya.
Dengan sisa tenaga yang ada, saya menggoyangkan lagi tubuh saya sampai terasa enak, karena orgasme saya sudah sampai ke dekat pintu helm “NAZI” saya. Lalu saya peluk dia dari belakang sambil saya remas dadanya.
Dan, “Cret.. cret.. cret cret..” air mani saya muncrat di dalam lubang senggamanya.
Dan dia pun merintih, “Ohh yes..!” dan lalu mencengkeram kursi dengan erat serta badannya bergetar dan menegang, rupanya dia klimaks juga.
Dengan kemaluan kami yang masih bersatu, saya tetap memeluk dia dari belakang. Dia tersenyum puas, lalu melumat bibir saya. Dia bilang batang kemaluan saya enak sekali dan dia kangen kalau tidak dimasuki kemaluan saya sehari saja.
Tidak lama dengan posisi itu, saya kemudian memeluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil merintih, “Akhh.. akhhgg..” dan lalu di dinding kewanitaannya saya berikan rasa hangat karena semprotan sperma saya tadi.
Tidak ada tandingan rasa enak yang lain yang dirasakannya saat itu kata dia, tapi dia harus buru-buru merapikan baju dan mencuci kemaluannya. Setelah permainan itu lemas sekali tubuh saya dan tidak bisa kerja lagi. Soalnya sambil berdiri sih. Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur, jangan dibilang lagi dech, bisa-bisa di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut ketahuan itu selalu ada, tapi kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.
Malamnya saya diajak ke pub. Setelah jam dua belas malam, saya ajak dia pulang. Dia saya tuntun ke mobil, karena dia mulai mabuk akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan saya mengantarkan ke apartemennya. Saya bingung, mengapa dia tidak pulang ke rumahnya sendiri, mengapa kesini. Saya mengantar sampai ke dalam kamarnya di lantai 7, saya sempat beristirahat sejenak di sofanya. Dia bangun dan menghampiri saya untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam, tetapi tubuhnya jatuh ke dalam pelukan saya, sehingga nafsu saya untuk meng’anu’nya mulai bangkit.
Saya ciumi dari kening, mata, hidung hingga mulut sensualnya. Disambutnya ciuman saya dengan permainan lidahnya yang sudah profesional. Lama kami berciuman dan saya mulai meremas buah dadanya yang agak kenyal, lalu saya buka resleting bajunya. Kemudian saya susupkan tangan saya ke dalam BH-nya untuk meremas buah dadanya lagi dan memainkan putingnya sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai, BH, CD, tapi kami masih berciuman. Tangan saya tidak tinggal diam, meremas di atas, sesekali memainkan puting dan meraba serta memainkan tangan saya di bagian kemaluannya. Oi.. bulu kemaluannya yang menggoda. Sungguh terlihat sangat lezat waktu itu. Liang senggamanya telah banjir akibat otot kewanitaannya mengeluarkan cairan karena rangsangan dari saya. Tangannya mulai membuka satu persatu pakaian saya sampai kami berdua telanjang bulat.
Saya memasukkan jari tengah saya ke dalam lubang kemaluannya, terus jari telunjuk saya memainkan klitorisnya yang mulai menegang, dan dia mulai merebahkan tubuhnya di sofa. Saya ciumi lagi putingnya dan kusodok-sodokkan lagi liang kenikmatannya dengan dua jari. Dia mulai mencari-cari batang keperkasaan saya yang sudah tegang sejak tadi dan mulai menghisap batang kemaluan saya, mulai dari kepala hingga dengan perlahan-lahan mulutnya masuk dan melahap batang kejantanan saya semuanya. Saya tambahkan jari saya satu lagi hingga ada tiga jari yang masuk ke dalam liang senggamanya. Tidak sampai disitu, saya kemudian menambahkan lagi satu jari saya hingga hanya jempol saja yang masih di luar memainkan klitorisnya.
Tidak lama saya lepaskan batang rudal saya dari mulutnya dan mulai mengarahkan ke bibir kemaluannya yang banjir. Perlahan-lahan saya dorong batang rudal saya. Bibir bawahnya menggigit bibir atasnya, saya angkat kedua pahanya dan menyandarkan di sandaran sofa untuk kaki yang sebelah kiri, sedang yang kanan kuangkat, dan, “Bless..” masuk sudah kemaluan saya.
“Aaahh.. sshh..” hanya desisian saja yang dapat saya dengarkan dari mulutnya, kemudian kuayunkan perlahan-lahan.
“Ssshh.. oohh my god.. come on.. sshh..” kembali dia mendesis kenikmatan, terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku.
Akhirnya, “Ssshh.. Buu.. saya mau keluar Buu.. sshh..” kata says ditengah nikmatnya permainan tubuh kami.
“Keluarin di dalem aja sayang.. ohh aahh..” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.
Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Ooohh.. sshh.. sshh.. sshh..”
Ternyata dia sudah keluar, saya terus menggenjot pantat saya semakin cepat dan keras hingga menyentuh ke dasar liang senggamanya.
“Ssshh.. aahh..” dan, “Aaagghh.. crett.. crreett.. ccrreett..
Saya tekan pantat saya hingga batang kejantanan saya menempel ke dasar liang kenikmatannya, dan keluarlah sperma saya ke dalam liang surganya.
Saat terakhir air mani saya keluar, saya pun merasa lemas. Walaupun dalam keadaan lemas, tidak saya cabut batang kemaluan saya dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas saya dapat melihat bagaimana rudal saya masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Saya belai bulu-bulu itu sambil sesekali menyentuh klitorisnya.
“Ssshh.. aahh..” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuan saya itu.
Saya pun mulai mengayunkan kembali batang kemaluan saya, meskipun terasa agak ngilu saya tetap paksakan.
Saya meminta dia berganti posisi menjadi menungging dengan tidak melepaskan batang kejantanan saya dari dalam liang senggamanya. Batang kejantanan saya terasa dipelintir oleh bibir kemaluannya. Terus saya menggerakkan tubuh saya lagi sambil diiringi desahannya.
Dia mendorong pantatnya dan, “Aaachh.. lebih cepet Honey.. sshh..!”
Dia sudah keluar lagi, sedangkan saya sendiri masih asyik mengoyang pantat saya sambil meremas buah dadanya yang dari tadi saya biarkan.
“Ssshh.. hhmm.. aahh..” desah saya juga, dan, “Creett.. creett.. creett..!” keluarlah lahar panas itu dari tubuh saya.
Saya pun menekan pantat saya dan menarik pinggulnya hingga batang kejantanan saya menyentuh dasar kemaluannya lagi. Setelah itu kami berdua sama-sama lemas.
Dia ambil sebatang rokok, dinyalakannya dan dia hisap rokok itu, persis seperti saat dia menghisap batang kejantanan saya. Kami duduk dan sama-sama menikmati permainan tersebut. Sambil dia merokok, kami saling memainkan kemaluan kami masing-masing. Kuangkat tubuhnya ke tempat tidur. Kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berserakan di lantai ruang tamu. Saya putar jam bekerja tepat pukul 17:00, soalnya saya mau pulang. Dia mulai mendekatkan wajahnya sambil tangannya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuh saya. Meskipun udara di rungan sudah dingin, tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi.
Pada kesempatan lain, saya datang ke rumahnya untuk mengantarkan surat-surat penting. Kebetulan siang itu dia lagi sendiri.
“Oh kamu Sayang.., ayo cepet masuk..! Ehhmm..” katanya sambil menutup pintu.
“Iya Bu, saya cuma mau ngantar surat ini.” kata saya.
Terus saya minta pamit pulang, tapi, “Aduh kok buru-buru amat sih.. Ibu mau minta tolong lagi, boleh khan..?” katanya manja.
Lalu, matanya merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, saya sudah tahu pasti bahwa dia sudah sangat ingin bersetubuh lagi dengan saya. Pokoknya sudah tidak tahan deh.
Langsung saya diajak dia masuk dan duduk di teras. Waktu itu dia memakai baju kulot putih transparan. Terlihat payudaranya yang montok dengan putingnya yang menyembul dari balik bajunya. Saya melihat dia dalam keadaan yang ’super’ nafsu, lalu dia pancing saya untuk making love. Saya sih “A.I.S” saja. Lalu kulot dan CD dilepaskan satu-persatu. Hanya menunggu sebentar, bibir kewanitaannya saya raba-raba, dan kelentitnya saya plintir sampai dia sangat terangsang. Terus baju, celana dan CD saya gantian dia lepaskan. Lalu kami duduk di lantai teras. Dalam posisi duduk santai dengan kaki selonjor, dia hisap batang kemaluan saya sampai saya mendesah-desah, akibatnya batang kejantanan saya menjadi tegang dan keras.
Dia kangkangi kakinya, dia pegang batang kejantanan saya yang sudah keras sambil mengarahkan ke liang senggamanya yang sudah basah dan merekah itu. Sungguh pengalaman seks yang indah, karena dia membawa nafsu seks saya hingga sampai pada kenikmatan yang tak terhingga. Terlihat dia jadi lemas dan lelah, tetapi dia berusaha tidak mau berhenti. Dan sepertinya teriakannya tertahan, mungkin dia takut terdengar tetangga. Dia terus naik turun dan saya juga mengimbangi dari bawah, terus sampai akhirnya kami berpelukan erat-erat, karena dia sudah merasa hampir klimaks. Tidak lama dia pun menegang, dan akhirnya kami bersamaan mencapai puncaknya dan keluar. Pokoknya nikmat sekali, dan badan saya juga terasa lemas tak bertenaga, yang ada hanya perasaan tidak mau lepas dari tubuhnya.
Tanpa memakai celana dulu, dia pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang montok bergoyang kanan-kiri-kanan-kiri. Kadang dia menundukkan tubuhnya sehingga posisinya menungging ke arah saya. Dengan sangat jelas terlihat bibir kemaluannya merekah. Ohh, saya menjadi tertegun melihat tingkahnya yang begitu memancing birahi saya. Saya sih cuek saja. Yang penting saya bisa dapat keuntungan lebih besar dari situ. TAMAT

Cerita Seks Nikmatnya Tubuh Mungil Marlen, Namaku Andi, ketika aku SMP, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD.

Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat menggairahkan nafsuku. Maklumlah turunan dari ibunya yang bertubuh bongsor dan montok. Baca cerita seks nikmatnya tubuh mungil marlen selengkapnya disini.

Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan Lena, sekedar untuk melihatnya dari dekat, apalagi payudaranya mulai terlihat bentuknya. Aku pun mulai mengincarnya, suatu ketika aku akan mendekatinya, pikirku.

Dihari berikutnya saat Marlena pulang dari sekolah langsung menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum kering, karena di rumah lagi tidak ada orang, akupun mengikutinya. Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya.
“Len…udah pulang..?” iya kak, sambil melepas sepatunya.
“Awas dong…mau ganti baju nih…!” katanya memohon.
“Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya…!” pintaku padanya.
“Iya…..boleh…” ungkapnya.

“Aku masuk ya…!” pintaku dari luar sambil membuka pintu. Wow..seperti bidadari Marlena memakai daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tidak percaya akan pemandangan itu.
“Len…kamu cantik sekali pakai baju itu..!” ungkapku jujur padanya.
“Masa sih..!” kata Marlena sambil berputar bergaya seperti peragawati.
“Aku boleh bilang sesuatu nggak Len…?” tanyaku agak ragu padanya.
“Mau bilang apaan sih kak…serius banget deh kayaknya…!” ungkap Marlena penasaran.
“A..aku.. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja…!” ungkapku memberanikan diri.
“Aku janji nggak ngapa-ngapain….sungguh..!” janjiku padanya.
“Iiih…peluk gimana sih.., emang mau ngapain…, nggak mau ah…!” bantahnya.
“Sebentar….aja….ya…Len..” kembali aku membujuknya, jangan sampai dia jadi takut padaku.
“Ya udah cepetan ah…yang enggak-enggak aja sih…” ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku.

Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan.
Gila..kontolku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Marlena yang empuk dan bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu.
“Iiih….diapain sih tuh…udah….ah…!” seru Marlena sambil berusaha melepaskan pelukanku.
“Aku terangsang Len…abis kamu cantik sekali Len…!” ungkapku terus terang.

Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran.
“Anunya bangun ya kak…?” tanya Marlena heran.
“Iya Len…aku terangsang sekali…” ungkapku sambil mengelus-elus celanaku yang menyembul karena kontolku yang sudah tegang.
“Kamu mau lihat nggak Len…?” tanyaku padanya.
“Nggak ah…entar ada orang masuk lho…!” katanya polos.
“Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya…!” ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan.
Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu.

Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Marlena masih di kamar itu menunggu dengan malu-malu, tapi juga penasaran.
“Ya udah aku buka ya…..?” ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan.
Kulihat Marlena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah kontolku yang sudah kembali ngaceng.
“Nih lihat….cepetan mumpung nggak ada orang…!” ungkapku pada Marlena sambil kuelus-elus kontolku di depannya. Marlena pun melihatnya dengan tersipu-sipu.
”Iiih ngapain sih…. Malu tahu…!” ungkapnya pura-pura.
“Ngapain malu Len…kan udah nggak ada orang…” kataku berdebar-debar.
“Mau pegang nggak….?” Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tampak muka Marlena mulai memerah karena malu, tapi penasaran. Masih dalam pegangan tanganku, tangan Marlena kugenggamkan pada batang kontolku yang sudah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada kontolku, dia pun mulai berani melihat ke arah kontolku.

“Iiiih…takut ah…gede banget sih…!” ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa bimbinganku lagi.
“Aaaah…ooouw….terus Len…enak banget…!” aku mulai merintih. Sementara Marlena sesuai permintaanku terus menggenggam kontolku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya semakin menjadi melihat kontolku yang sudah ngaceng itu.
“Aku boleh pegang-pegang kamu nggak Len…?” ungkapku sambil mulai mengusap-usap lengan Marlena, lalu bergeser mengusap-usap punggungnya, sampai akhirnya ku usap-usap dan kuremas-remas pantatnya dengan lembut. Marlena terlihat bingung atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh bagian tubuhnya, sampai sesekali Marlena menggelinjang kegelian, aku berusaha untuk tidak terlihat kasar olehnya, agar dia tidak kapok dan tidak menceritakan ulahku itu kepada orang tuanya.
“Gimana Len…….?” ungkapku padanya.
“Gimana apanya…!” jawab Marlena polos.

Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Marlena pun diam saja saat aku memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang dipakai Marlena membuatku semakin bernafsu padanya. akupun terus menggesek-gesekkan batang kontolku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelan-pelan.
Tak lama setelah itu perlahan kuangkat daster tipis Marlena yang menutupi bagian pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku diatas pantat Marlena yang tidak tertutupi oleh daster tipinya lagi.
“Len….buka ya celana dalamnya….!” pintaku pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu.
“Eeeh….mau ngapain sih….pake dibuka segala…?” tanyanya bingung.
“Nggak apa-apa nanti juga kamu tahu… Lena tenang aja…!” bujukku padanya agar dia bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aku turunkan celana dalam Marlena.
“Tuh kan…..malu…masa nggak pake celana dalam sih…!” ungkapnya merengek padaku.
“Udah nggak apa-apa….kan nggak ada siapa-siapa..!” aku menenangkannya.

“Kamu kan udah pegang punyaku…sekarang aku pegang punyamu ya…Len..?” pintaku padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu.
“Ah..udah dong…geli nih…” ungkap Marlena, saat tanganku mengusap-usap selangkangan dan memeknya.
“Ya udah….punyaku aja yang ditempelin deket punyamu ya..!” ungkapku sambil menempelkan batang kontolku ditengah-tengah selangkangan Marlena tepat diatas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Lama kelamaan memek Marlena mulai basah, semakin licin terasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Marlena, nafsu birahiku semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat.

Masih dalam posisi membelakangiku, aku meminta Marlena membungkukkan badannya ke depan agar aku lebih leluasa menempelkan batang kontolku di tengah-tengah selangkangannya. Marlena pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi dan segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Marlena bahwa aku tidak mungkin menyakitinya.
“Terus kita mau ngapain nih…?” ungkap Marlena heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Lantas aku masukan kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Marlena, menempel tepat pada belahan memek Marlena, mulai kugesek-gesekan secara beraturan, cairan memek Marlena pun semakin membasahi batang kontolku.
“Aaah…Len…enaaaak….bangeet…!” aku merintih nikmat.
”Apa sih rasanya….emang enak…ya…?” tanya Marlena, heran.
“Iya…Len…rapetin kakinya ya…!” pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya.
Waw nikmatnya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Marlena. Aku terus menggenjot kontolku disela-sela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang sudah basah.
“Ah geli nih…. udah belum sih…jangan lama-lama dong…!” pinta Marlena tidak mengerti adegan ini harus berakhir bagaimana.
“Iya…Len… sebentar lagi ya…!” ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Marlena dengan penuh nafsu.

Tiba-tiba terasa dorongan hebat pada batang kontolku seakan sebuah gunung yang akan memuntahkan lahar panasnya.
“Aaaaakh…aaaoww…Leenn…aku mau keluaarr…crottt…crott…crottt.. oouhh…!” air maniku muncrat dan tumpah diselangkangan Marlena, sebagian menyemprot di belahan memeknya.
“Iiiih….jadi basah..nih…!” ungkap Marlena sambil mengusap air maniku diselangkangannya.
“Hangat…licin…ya…?” ungkapnya sambil malu-malu.
“Apaan sih ini….namanya..?” Marlena bertanya padaku.
”Hmm…itu namanya air mani…Len…!” jelasku padanya.

Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu.
Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik.

Marlenapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi.
“Len…makasih ya…udah mau pegang punyaku tadi…!” ungkapku pada Marlena yang masih terheran-heran atas ulahku tadi.
“Kamu nggak marahkan kalau besok-besok aku pengen seperti ini lagi..?” pintaku pada Marlena.
“Iya…nggak apa-apa…asal jangan lagi ada orang aja..kan malu…!” ungkap Marlena polos.

Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu. END by Cerita Asyik Coi - Cerita Dewasa Terbaru - Cerita Sex Hot -  Cerita Ngentot - Cerita Seks - Cersex Selingkuh mahasiswa Horny - Cerdas Bertukar Pasangan Sedarah - Cerits Esex ABG - Cerita Ngentot Selingkuh -


Read more