Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Sedarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Sedarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Mbak Nita Cantik Yang Seksi Dan Hot

Cerita ESex Nikmatnya ML Dengan Mbak Nita | Cerita Dewasa Terbaru 2016 | Cerita Sex Hot  | Cerita Sex IGO | Cerita Hentai | Cerita Dewasa xxx | Cerita Esex-esex | Cersex | Foto Bugil Terbaru - Kali ini asyik coi mempersembahkan Cerita Sex Petualanganku saat ML dengan Mbak Nita Yang Hypersex Selain cantik dan sexy, toket dan memek mulusnya Saat dientot nikmat kalau di grepe dan disedot Bikin tambah Horny, Langsung Capcus aja ya, Selamat menikmati.

Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Mbak Nita Cantik Yang Seksi Dan Hot

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Mbak Nita Cantik Yang Seksi Dan Hot
Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Mbak Nita Cantik Yang Seksi Dan Hot

Cerita Dewasa Terbaru 2016 - Pelan pelan namun pasti aku buka pintu kamarnya, yang memang aku tahu mbak Nita gak pernah kunci pintu kamarnya semenjak kejadian itu. Ternyata mbak Nita tidur dengan kaki mengangkang seperti wanita yang ingin melahirkan. Bagaimanapun juga setiap aku liat selangkangannya yang di halus gak di tumbuhi sehelai rambutpun juga. Bentuknya gemuk montok, dengan sedikit daging kecil yang sering disebut klitoris sedikit mencuat antara belahan vagina yang montok mengiurkan kejantanan aku. Perlahan lahan aku usap permukaan vagina mbak Nita yang montok itu, sekali kali aku sisipin jari tengah aku tepat ditengah vaginanya dan aku gesek gesekan hingga terkadang menyentuh klitorisnya. Desahan demi desahan akhirnya menyadarkan mbak Nita dari tidurnya yang lelap.
“mmmm....sssshh.....oooohh, Donn... kok gak bangun mbak sih. Padahal mbak dari tadi tungguin kamu, sampai mbak ketiduran.” Ucap mbak Nita sama aku setelah sadar bahwa vaginanya disodok sodok jari nakal aku. Tapi mbak Nita gak mau kalah, tanpa diminta mbak Nita tahu apa yang aku paling suka.
Cerita Sex Sedarah - Dengan sigap dia menurunkan celana pendek serta celana dalam gue hingga dengkul, karena kejantanan aku sudah mengeras dan menegang dari tadi.
Mbak Nita langsung mengenggam batang kejantanan aku yang paling ia kagumi semenjak kejadian waktu itu.
Dijilat jilat dengan sangat lembut kepala kejantanan aku, seakan memanjakan kejantanan aku yang nantinya akan memberikan kenikmatan yang sebentar lagi ia rasakan. Tak sesenti pun kejantanan aku yang gak tersapu oleh lidahnya yang mahir itu. Dikemut kemut kantong pelir aku dengan gemasnya yang terkadang menimbulkan bunyi bunyi “plok.. plok”. Mbak Nita pun gak sungkan sungkan menjilat lubang dubur aku. Kenikmatan yang mbak Nita berikan sangat diluar perkiraan aku malam itu.
“Mbak....uuuh. enak banget mbak. Trus mbak nikmatin Kontol saya mbak.” Guyam aku yang udah dilanda kenikmatan yang sekarang menjalar.
Semakin ganas mbak Nita menghisap Kontol aku yang masuk keluar mulutnya, ke kanan kiri sisi mulutnya yang mengesek susunan giginya. Kenikmatan yang terasa sangat gak bisa aku ceritain, ngilu. Hingga akhirnya pangkal unjung Kontol aku terasa ingin keluar.
“Mbak... Donny mau keluar nih...” sambil aku tahan Kontol aku didalam mulutnya, akhirnya aku muncratin semua sperma didalam mulut mungil mbak Nita yang berbibir tipis itu.
“Croot... croot... Ohhh... nikmat banget mbak mulut mbak ini, gak kalah sama memekmbak Nita. Namun kali ini mbak Nita tanpa ada penolakan, menerima muncratan sperma aku didalam mulutnya. Menelan habis sperma yang ada didalam mulutnya hingga tak tersisa. Membersihkan sisa sperma yang meleleh dari lubang kencing aku. Tak tersisa setetespun sperma yang menempel di batang Kontol aku. Bagaikan wanita yang kehausan di tengah padang gurun sahara, mbak Nita menyapu seluruh batang Kontol aku yang teralirkan sperma yang sempat meleleh keluar dari lubang kencing aku.
Lalu dengan lemas aku menindih tubuhnya dan berguling ke sisinya. Merebahkan tubuh aku yang sudah lunglai itu dalam kenikmatan yang baru tadi gue rasakan.
“Donn... memekmbak blom dapet jatah... mbak masih pengen nih, nikmatin sodokan punya kamu yang berurat panjang besar membengkak itu menyanggah di dalam memekmbak....” pinta mbak Nita sambil memelas. Mengharapkan agar aku mau memberikannya kenikmatan yang pernah ia rasakan sebelumnya.
“Tenang aja mbak... mbak pasti dapat kenikmatan yang lebih dari pada sebelumnya, karena punya saya lagi lemes, jadi sekarang mbak isep lagi. Terserak mbak pokoknya bikin adik saya yang perkasa ini bangun kembali. Oke.”
Tanpa kembali menjawab perintah aku. Dengan cekatan layaknya budak seks. Mbak Nita menambil posisi kepalanya tepat di atas Kontol aku, kembali mbak Nita menghisap hisap. Berharap keperkasaan aku bangun kembali. Segala upaya ia lakukan, tak luput juga rambut halus yang tumbuh mengelilingi batang Kontol aku itu dia hisap hingga basah lembab oleh air ludahnya.
Memang aku akuin kemahiran pembantu aku yang satu ini hebat sekali dalam memanjakan Kontol aku didalam mulutnya yang seksi ini. Alhasil kejantanan aku kembali mencuat dan mengeras untuk siap bertempur kembali.
Lalu aku juga gak mau lama lama seperti ini. aku juga mau merasakan kembali Kontol aku ini menerobos masuk ke dalam mem*knya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isi mem*knya.
aku memberi aba aba untuk memulai ke tahap yang mbak Nita paling suka. Dengan posisi women on top, mbak Nita mengenggam batang Kontol gue. Menuntun menyentuh mem*knya yang dari setadi sudah basah. Kontol aku di gesek gesek terlebih dahulu di bibir permukaan mem*knya. Menyentuh, mengesek dan membelah bibir mem*knya yang mengemaskan. Perlahan Kontol aku menerobos bibir mem*knya yang montok itu. Perlahan lahan Kontol aku seluruhnya terbenam didalam liang kenikmatannya. Goyangan pinggulnya mbak Nita membuat aku nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan Kontol aku yang terbenam didalam mem*knya.
“uh... Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget....” dengan mimik muka yang merem melek menikmati hujaman Kontol aku ke dalam liang senggamanya.
“memekmbak Nita juga gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punya saya... memekmbak di apain sih... kok enak banget.”
“Ih... mau tahu aja. Gak penting diapain. Yang penting kenikmatan yang diberikan sama memekmbak sama kamu Donn....” sahut mbak Nita sambil mencubit pentil tetek aku.
“Donn... ooohh.... Donn.... mbak mmmmauu kluuuuaaarr... ooohh.” Ujar mbak Nita sambil mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak karena mencapai puncak dari kenikmatannya. Dengan lunglai mbak Nita ambruk merebahkan tubunya yang telanjang tepat di atas badan aku. Untung saja posisi kamar mbak Nita jauh dari kamar kamar saudara dan ortu aku. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan antara pembantu dengan anak majikannya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa.
Lalu karena aku belum mencapai kenikmatan ini, maka dengan menyuruh mbak Nita mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa harus mengeluarkan batang Kontol aku dari dalam liang kenikmatannya. Masih dengan posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok mem*knya dengan bringas. Sekarang aku gak perduli suara yang keluar dari mulut mbak Nita dalam setiap sodokan demi sodokan yang aku hantam kedalam mem*knya itu.
“Donn.... kamu kuat banget Donn... aaah... uuuhhh... ssshhhh.... ooohhh...” erangan demi erangan keluar silih berganti bersama dengan keringat yang semakin mengucur di sekujur badan aku dan mbak Nita.
“Truuuus... Donn... sodok trusss memekmbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss.” Erangan mbak Nita yang memerintah semakin membuat darah muda aku semakin panas membara. Sekaligus semakin membuat aku terangsang.
“Suka saya entot yah mbak... Kontol saya enak’kan... hhmmm.” Tanya aku memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi.
“hhhhhmmmm... suka....sssshhh... banget Donn. Suka banget.” Kembali erangannya yang tertahan itu terdengar bersama dengan nafasnya yang menderu dera karena nafsu birahinya kembali memuncak.
“Bilang kalau mbak Nita adalah budak seks Donny.” Perintah aku.
“Mbak budak seks kamu Donn, mbak rela meskipun kamu perkosa waktu itu.... Ohhhh... nikmatnya Kontol kamu ini Donn.”
Semakin kencang Kontol aku entotin mem*knya mbak Nita. Mungkin seusai pertempuran ranjang ini mem*knya mbak Nita lecet lecet karena sodokan Kontol aku yang tak henti hentinya memberikan ruang untuk istirahat.
Merasa sebentar lagi akan keluar, maka aku balikkan posisi tubuh mbak Nita dibawah tanpa harus mengeluarkan Kontol yang sudah tertanam rapi didalam mem*knya. aku peluk dia trus aku balikin tubuhnya kembali ke posisi normal orang melakukan hubungan badan.
aku buka lebar lebar selangkangan mbak Nita dan kembali memompa memekmbak Nita. Terdengar suara suara yang terjadi karena beradunya dua kelamin berlainan jenis. “plok... plok...” semakin kencang terdengar dan semakin cepat daya sodokan yang aku hantam ke dalam liang vaginanya. Terasa sekali bila dalam posisi seperti ini, Kontol aku seperti menyentuh hingga rahimnya. Setiap di ujung hujangan yang aku berikan. Maka erangan mbak Nita yang tertahan itu mengeras.
Sampai saatnya terasa kembali denyut denyutan yang semula aku rasakan, namun kali ini denyut itu semakin hebat. Seakan telah di ujung helm surga aku. aku tahan gak mau permainan ini cepat cepat usai. Setiap mau mencapai puncaknya. aku pendam dalam dalam Kontol aku di dalam lubang senggamanya mbak Nita.
Tiba tiba rasa nikmat ini semakin.... ooohhh....ssshhhh....Dan Lihat Foto Hot sebelumnya yang tidak kalah Seru dengan judul "Foto Bugil Tante Marni Pembantu Yang Seksi". End by asyik-coi - Foto Bugil Terbaru 2016 | Foto Ngentot Terbaru| Foto Sex Hot | Foto Sex IGO | Foto Hentai | Foto  Dewasa xxx | Foto Esex-esex | Foto Sexsomnia | Foto Memek Ngangkang | Foto Seks Cewek Igo 

Cerita bokep tetangga kontrakan,cerita hot lesbi di bius,critsex karyawati bank montok,cerita porno tanpa sensor lagi ngisep payudara montok,download bokep jilbab asoy,foto pentil nenen remaja,cerita sex sedarah mama mudah susu montok,cerita xxx dewasa terbaru,bokep ngentot artis jav perawan,nama cewek yang foto bugilnya berjudulfoto bugil cewek cantik paling toge,cerita mesum hot Pantat besar guru cantik,cerita ngentot memek sampai kejang,bokep abg lokal,cerita dewasa nikmat tetek dikenyot dan memek diobok2,cerita memperkosa memek cewek montok bule ngentot di padang pasir,cerita kencan dengan cewek bispak di gubuk,cerita panas kenyot payudara besar,cerita sex artis dientot sambil pamer payudara besar,Cersex skandal ngentot sedarah,cerita hot janda,cerita ngentot xxx,cerita seks toge bergambar 2016,sexcrit Pecah perawan polwan dgn kontol besar,cerita dewasa bf xxx diewe cewek manja,

Read more

Jumat, 27 Mei 2016

Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu

Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu | Cerita Dewasa Terbaru 2016 | Cerita Sex Hot | Cerita Ngentot | Cerita Dewasa xxx | Cerita Esex-esex | Cersex | Cerita Seks Sedarah -   Kali ini asyik coi mempersembahkan Kisah panas antara menantu dengan ibu mertua nya, Perselingkuhan anak menantu dengan mertua ini terjadi berulangkali tanpa ketahuan yang berjudul " Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu ". Selamat menikmati.
Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu
Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu

Cerita Seks Sedarah Menantu vs Mantu Binal

Cerita Mantu HOT - Sabtu, kemudian di pagi hari, saya telah memotong dan luar awal melakukan pekerjaan halaman lainnya. Tidak ada yang istimewa, aku telah datang dan dibersihkan mandi dan membungkus handuk di tubuhku saat aku berjalan keluar dari kamar mandi sebelum menuju lorong cerita sex kumpulan cerita seks

Pintunya terbuka. Tidak banyak, tapi itu terbuka cukup jauh sehingga aku bisa melihat bahunya baik kecokelatan dan luas. Tebal. Gelap. Lembut. Tapi itu bukan bagian terbaik dari dirinya. Tidak, itu tidak. Tidak sama sekali. Itu bahkan tidak tebal dan panjang namun mewah cahaya rambutnya cokelat panjang bahkan, meskipun saya selalu menyukainya. Mengingatkan saya ibunya banyak.

Lihat, ibunya, istri saya, meninggal beberapa tahun yang lalu dan saya sudah mencoba untuk bangkit kembali sebaik yang saya bisa, tapi sudah sulit. Nyata sulit meskipun saya sudah menyimpan pikiran terbuka pada semuanya. Namun ketika saya melewati Michelle kamarku dan melihat dia seperti dia, aku sengaja berhenti, dan aku sengaja menatapnya, dari belakang.

Whoa! Ya, tunggu. Itu benar. “Gadis kecil” saya telah dewasa dan bahwa aku berarti dia telah menumbuhkan menjadi wanita dewasa penuh dengan karakter, dengan pesona, namun dengan penampilan yang tidak ada seorangpun memiliki keberanian untuk mengatakan padanya betapa cantiknya dia. Lihat Michelle bukan anak kecil lagi. Michelle adalah wanita dewasa penuh 24 segera 25 dan dia masih berpikir dia harus tinggal di sini di rumah untuk mengurus ayah “nya”.

Itu masalah lain. Lihat, aku tidak ayahnya. Tidak biologis Aku tidak. Ibunya adalah atau harus saya katakan adalah ibu kandungnya. Aku hanya membesarkannya. Itulah tempat yang menyenangkan dimulai, sehingga untuk berbicara. Kami swingers. Marilyn dan aku swinger selama bertahun-tahun. Lima atau lebih tahun pertama kami masih jatuh cinta dengan satu sama lain. Tapi setelah itu, sesuatu berubah, sedikit yang kita lakukan sesuatu yang tidak banyak pasangan lakukan. Kami tersambung dengan tetangga kita. Marilyn mencintaiku. Tidak ada menyangkal bahwa. Saya benar-benar memujanya juga. Tapi kami bertemu tetangga kita, melakukan hal yang bertetangga, dan kami telah pihak dan kami nongkrong dan berbicara. Dia dan aku adalah yang pertama untuk berbicara.

Anehnya, dia “merasa” sesuatu yang pertama berkata. Saya tidak akan pernah menduga dia menjadi orang yang mengatakannya padaku. “Saya seperti Anda Chuck.” Dan saya mengatakan kepadanya, dengan cara yang ramah, aku menyukainya juga. “Tidak Chuck, maksudku aku SEPERTI Anda.” Saya tidak mengerti, pada awalnya. Saya memintanya untuk menjelaskan dirinya sendiri. Kurasa aku agak curiga. “Anda bekerja, bekerja Marilyn, namun siapa pun dapat melepas sore hari mereka tidak bisa?” Katanya.

“Hah, apa?” Kataku.

Cinta Terlarang Mertua Dan Menantu

Tidak ada siapa pun di sekitar. Tidak ada bermil-mil sehingga untuk berbicara dan dia lebih atau kurang menghampiri saya dan menggosok terhadap saya dan berkata untuk datang beberapa hari, selama seminggu, dan dia bilang kita bisa menghabiskan sore bersama-sama mendapatkan untuk tidak satu sama lain, yang lebih baik. Jadi aku pergi untuk bekerja. Tapi kutinggalkan di 12:30 tidak pernah kembali. Itu beberapa hari kemudian. Kami memiliki apa yang menggairahkan waktu yang luar biasa. Saya pernah dalam hidup saya berpikir mencium wanita lain, cara dia dan aku mencium, akan semenarik seperti itu. Kami berpelukan dan berguling off dan kembali ke sofa. Pakaian kami, pada awalnya, tidak lepas, tapi bibirnya dan lidah miliknya membuat titik nya.

“Bicaralah dengan Marilyn atau Anda ingin saya berbicara dengannya?” Katanya padaku setelah kami diratakan pakaian kami dan rambut kami juga. “Omong-omong, kau pencium yang hebat.”

Aku pencium yang hebat. Saya pencium yang hebat. Aku menyukainya. Aku mencintai tubuhnya meskipun aku belum melihatnya. Dia akhirnya berbicara dengan Marilyn dan sisanya adalah sejarah, jenis. Kecuali bagian tentang Michelle. Itu hampir 25 tahun yang lalu. Jangan percaya padaku? Nah maka jangan.

“Wow Sayang” kataku Michelle saat aku menatap bagian belakang tubuhnya. Pinggul dan pantatnya yang luar biasa tampak. Meskipun ia bukan anak saya, saya membesarkannya seperti itu. Tapi aku selalu tahu dia bukan daging dan darah. Michelle berbalik dalam apa ia di. Dia melihat dirinya sendiri dalam sesuatu yang ia beli. “Siapa itu?” Kataku. Handuk tergantung di pinggang saya. Jika Anda tidak melihat wajahku kau akan mengira aku berusia 35 tahun, tapi tentu saja aku tidak. La mengenakan korset satin merah. Tubuhnya, kulitnya tampak seperti sutra bagi saya. Lekuk tubuhnya tertahan dan merapikan garis imajinasi saya. Mataku membuat mudah untuk melihat bahwa saya terpikat dengan putri saya.

“Tidak ada” katanya. “Kau menyukainya?” Berkedip I atau harus mengerjap beberapa kali selusin. Dia tersenyum. “Apa yang Anda sukai tentang itu?” Tanyanya. “

Oh Tuhan. Kalau saja aku bisa berjalan ke arahnya, memeluknya dekat dengan saya, dan merasakan tubuhnya melawan tambang maka saya bisa mengatakan padanya, tapi aku tidak bisa. “Kau tidak tahu” kataku dengan kesalahan.

“Apa artinya, ayah?”

Aku membersihkan kepala saya, segera. Kukatakan padanya aku akan segera kembali. Aku pergi dan berpakaian. Aku kembali. “Duduklah” kataku. Dia juga berubah menjadi berkeringat. Sial. “Aku harus mengatakan sesuatu. Tunggu, biarkan saya bertanya sesuatu dulu. “Kata Dia baik-baik saja.

Aku duduk. Dia duduk. Aku tersenyum ke matanya. Dia memiliki mata ibunya. Aku bisa merobek pakaian dari tubuhnya. Dia bertanya padaku apa yang ingin saya tanyakan padanya.

“Apakah Anda perawan?”

Ada keheningan.

“Apa? Apakah Anda ingin saya memberitahu Anda ya? Kemudian ya. Saya seorang ayah perawan. Jujur saja, saya seorang perawan yang nyata. Aku tidak pernah berhubungan seks sebelumnya. “

Pada 25, hampir, dan gadis saya belum pernah berhubungan seks sebelumnya, pikirku. Wow, sekarang yang benar-benar menakjubkan secantik dia. Tapi aku harus memberitahunya. Dia tampaknya tidak malu sama sekali tentang itu. Apakah Anda ingin, aku berkata pada diriku sendiri.

“Oh,” gumamku. “Sungguh, benar-benar?” Kataku.

Dia mengangguk. “Apakah ada sesuatu yang salah dengan menjadi seorang perawan?” Tanyanya.

“Ohhh Tidaaak. TIDAK SAMA SEKALI “Aku mengatakan padanya dan aku menggeleng.

“Jadi, mengapa Anda bertanya kepada saya yang kemudian?” Tanyanya.

“Saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak “kataku. Aku mengangkat bahu. “Ada sesuatu yang lain. Aku bukan ayah Anda yang sesungguhnya. “

Ada keheningan. Dia melihat ke bawah. Akhirnya, dia mendongak. Dia tidak tampak terkejut. Dia tidak benar-benar tersenyum. Dia memberi saya tampilan ini. Aku menyukainya, banyak juga.

“Kau bukan ayahku?” Ulangnya. Kepalanya dimiringkan. Wajahnya bingung. “Wow, sekarang mungkin” dan dia berpaling dan berhenti berbicara. “Oh wow” dan dia kembali menatap saya. Ayah … maksudku … Haruskah Aku memanggilmu ayah atau Chuck “dan? Matanya tertutup. Dia tidak mengatakan kata lain untuk sesaat. Dia akhirnya menatapku. “Aku harus menanyakan sesuatu maka.”

“Apa Melissa?”

“Kau uhhh menatapku, kan?” Kataku ya. “Kenapa?” Katanya.

Ada keheningan.

Dia sedang menatap dirinya sendiri. Dia menatap mata saya. “Kenapa?” Katanya lagi.

Hening lagi.

“Karena dalam kejujuran semua, Melissa … saya menemukan Anda seorang wanita yang sangat, sangat seksi.”

Dia berdiri. “Bisakah Anda meninggalkan ruangan saya?” Katanya. Aku berdiri dan kiri, meminta maaf.

Menantu Selingkuh Dgn Ibu Mertua

Sepuluh menit kemudian, dia berjalan masuk Mengenakan atasan yang bagus, potong tidak terlalu rendah, itu lengan pendek. Ini adalah salah satu dari mereka di mana lengan naik tinggi di lengan. Aku mencintai mereka karena mereka kepada saya sebuah membangkitkan turn-on. Pamer daging bahwa pada lengan atas wanita selalu mengejek saya karena sebagian besar. Selain itu, terselip masuk Dan dengan jeans dia telah di, dia tampak tanpa ampun.

“Wow, itu pakaian bagus” kataku.

Dia tersenyum. “Terima kasih” katanya. “Sekarang aku akan bertanya lagi. Apakah aku memanggilmu ayah? Atau aku memanggilmu Chuck “Dadanya?, Payudaranya sepertinya mengatakan sesuatu kepadaku. Tapi apa adalah pertanyaan. “Aku harus tahu” katanya. “Saya hanya harus.”

“Kenapa? Apa bedanya Melissa? “

“Banyak” katanya. “Lihat, aku ingin mencoba membuat … berhubungan seks dengan orang lain, tapi lihat … saya takut. Aku benar-benar. Dan mengingat kau bukan daddy-nyata saya … mungkin anda dapat membantu saya dengan itu. “

Saya pikir saya memberi dari ekspresi aneh dan bingung. “Umm bagaimana saya bisa membantu? Apa yang bisa saya lakukan? “Tanyaku, berharap dan mungkin mengetahui jawaban yang baik.

Ada keheningan dan ia menatap lantai. Dia mendongak.

“Aku seorang wanita, kan?” Aku mengangguk padanya. “Apakah Anda benar-benar berpikir aku menarik? Apakah itu benar? “Kataku padanya aku. “Jadi pertanyaan saya adalah ini. Apakah Anda pikir aku seorang wanita seksi? “

Apakah dia seksi? Apakah dia seksi, aku bertanya pada diriku? Oh Tuhan! Oh … Ya oh ya kau seksi. Saya ingin berhubungan seks dengan dia untuk beberapa alasan. Bagaimana, aku tidak tahu. Bagaimana ini bisa? “Aku selalu pikir kau cantik dan kebenaran diberitahu … Ya Melissa Saya pikir Anda” dan mata saya mengambil menatapnya dari atas ke bawah sebelum mengatakan “seksi.”

“Kemudian tolong aku” ia memulai. Aku tidak mengharapkan hal ini sama sekali. “Apakah seks dengan saya” katanya. Apa … apa dia hanya mengatakan? “Tunjukkan saya bagaimana … Buktikan kepada saya bagaimana saya benar-benar seksi.”

Penisku belum mulai kesemutan, belum. Aku tidak dinyalakan, namun. Namun, saya tahu, pada waktunya aku akan. Bisakah aku benar-benar melakukan ini dengan anak saya sendiri? Berhubungan seks dengan dia … dengan Melissa? Bisakah aku, aku bertanya-tanya?

“Chuck?” Katanya.

Bunyi suaranya … itu sangat, baik itu lembut. Tampaknya mengundang saya, jika tidak ada yang lain. Dengan visi di bahwa korset merah … satu yang erat membungkus tubuhnya … salah satu yang menunjukkan pinggulnya yang terbungkus indah, pantat, dan memamerkan kakinya benteng pertama kalinya dalam hidup saya. Oh sialan, pikirku. Lalu untuk pertama kalinya aku merasa itu. Ini merinding. Aku mencubit kaki saya. Oh itu itu … itu adalah ooooooohh rapi … eh rasanya liar padaku. Gambar-gambar tubuhnya beberapa saat lalu di korset dia mencoba, mereka mendatangkan malapetaka pada pikiran saya, untungnya.

“Chuck Chuck … oh?” Katanya lagi.

“Hah … hah?” Jawab saya.

“Saya membuat kesalahan.” Dia menggelengkan kepalanya. “Saya seharusnya tidak …” dan dia menatap mata “aku idiot. Aku seharusnya tahu lebih baik. “

“Tuhan, kau seksi” kataku keluar dari ada di mana. “Apakah Anda tahu bahwa? Apakah Anda? “

Dia berdiri di sana, diam, dan ia menatapku, lagi. Aku tidak tahu bagaimana dia rasakan atau apa yang dia pikirkan, tapi aku tahu aku ingin membawanya ke tempat tidur dan menanggalkan pakaian dengan mata tertutup dan terbuka dengan mereka.

Aku ingin tubuhnya. Aku ingin merasakannya. Aku ingin menemukannya. Aku ingin memegangnya, telanjang, bibirku. Aku ingin menanggalkan pakaian itu. Aku ingin menunjukkan padanya semua keindahan dia toko di dalamnya. Aku ingin mengatakan padanya betapa cantiknya dia. Lalu aku ingin memiliki … tidak bercinta dengan tubuhnya dan aku ingin melakukan ini sepanjang hari.

“Aku akan bercinta denganmu” kataku.

Saya berusia 24 ketika ia dilahirkan dan saya sangat muda 49. Aku bisa lulus selama sepuluh sampai lima belas tahun lebih muda dan itu tidak ada dusta. Dia akan 25 dalam beberapa hari. Aku ingin dia merasa aku dan memelukku dan menyentuh seluruh tubuhku. Aku ingin dia merasa penisku, ayam cowok, dan aku ingin dia bahagia tentang itu semua terlalu.

“Umm, jadi uhhh … di sini atau di kamar Anda atau eh uhhh mana?” Katanya.

“Bantu aku. Berubah menjadi sepotong Anda memiliki dan datang dalam mengatakan … lima menit, oke “kata? Saya padanya.

Tuhan, dia tampak luar biasa. Dia. Dengan rambut cokelatnya yang panjang cahaya berbaring terhadap bahunya dan fisik bayangan yang tebal dan melengkung nya praktis memanggil saya, saya merasa saya harus dengan dia, melawan dia, dan pada dirinya. Oh aku pernah.

“Kau … benar-benar terlihat … … cantik” kataku.

Dia menirukan tersenyum. Itu adalah salah satu yang sangat menarik. Bahunya dicelupkan. Dia melengos. Dia kembali menatap saya. Matanya tidak bisa bertemu saya. Kami duduk. Kami tidak melakukan apa-apa, pada awalnya. Kami hanya duduk berdampingan. Saya mencoba untuk “merasa”-nya oleh saya. Tidak ada sama sekali kecuali dia di sisi saya dan meskipun dia tampak cantik seperti biasa, tidak ada yang dimulai karena tampaknya tidak merasa menjadi waktu yang tepat atau kanan sama sekali, batinku.

“Saya tidak tahu” kataku.

“Kau tidak tahu apa?” Ia kembali.

“Kau ingin aku … untuk bercinta dengan Anda, tapi aku tidak yakin sekarang adalah … adalah waktu yang tepat atau momen untuk ini” kataku.

Dia tidak bergerak. Dia tidak bangun. “Aku ingin tahu. Saya ingin melakukannya … … dengan seseorang. “

“Ini akan. Ini akan terjadi segera … “kataku.

Dia berdiri dan meninggalkan ruangan. Aku duduk di tempat tidur. Semua foto saya wajahnya, kesedihannya, dan saya juga membayangkan tubuh dan bagaimana hal itu membuat saya merasa. Aku sedikit tertarik serta sedikit terangsang oleh wajahnya. “Tuhan, Melissa … jika Anda hanya tahu … hanya jika Anda merasa saya” kataku ke udara.

Dia keluar, sekitar 7 malam itu, dan aku bermain piano. Saya selalu senang bermain di malam hujan. Ini romantis dan menenangkan saya banyak. Sudah hampir sebelas ketika aku pergi tidur. Aku berbaring diam-diam mendengarkan suara-suara di sekitar saya khususnya di luar. Aku merasa damai. Saya berbaring pada punggung saya ketika saya mendengarnya. Aku mendengar suara mobil datang dalam dan taman. Pintu tertutup. Saya mendengarkan ketika pintu depan dibuka. Pintu ditutup, tetapi tidak terkunci. Aku meninggalkannya retak.

“Hai Melissa” kataku.

Dia tidak menjawab. Hmmm, aku pikir. Aku mendengar sesuatu dia melakukan ketika aku berbalik ke samping saya. Aku mendengar membuka pintu, akhirnya. Aku bisa mencium aromanya. Wow, mungkin aku bisa juga. Itu lembut, tidak terlalu berbunga-bunga, tetapi disarankan ide di kepala saya. Aku tidak melihatnya, namun, baik.

“Hai” katanya. “Bolehkah saya … duduk?”

Aku membalik pada punggung saya. Aku telanjang kecuali celana saya mengenakan sebelumnya setelah mandi. Aku menyuruhnya untuk merasa bebas. Saya meletakkan tangan saya di belakang kepala saya. Aku tidak bisa melihat sama sekali. Terlalu gelap di luar.

“Maukah kau melakukan sesuatu?” Katanya. Kataku yakin. “Sentuh aku di sini. Sentuh aku payudara “APA … … ANDA SENTUH payudara., Saya harus berkata pada diri sendiri. “Maukah Anda, silahkan?”

Saya sudah mulai melihat bentuk tubuhnya terbentuk. Dia memakai semacam jubah. Apa yang dia kenakan di bawahnya? Aku duduk. Dia memintaku untuk memeluknya, menyentuhnya, dan terutama merasa payudaranya. Denyut jantung saya unggul. Pernahkah. Aku duduk lagi.

Saya mulai mencapai ke depan. Aku ragu-ragu. Sesuatu menyambar padaku tangan. Awalnya saya menarik diri dari itu tapi dengan cepat menyadari itu tanganku meraih-nya. Dia menarik itu dan pindah ke arahnya tit. Kita tiba-tiba terdengar di luar sesuatu yang aneh. Ini mulai taburi. Kemudian mulai hujan, ringan. Aku agak suka itu. Hal itu membuat malam romantis.

Lalu aku menyentuhnya. Saya merasa payudara nya. Itu tidak terlalu romantis tapi telapak tangan saya dan menyentuh payudara satu sama lain. WOW. YESUS KRISTUS, pikirku. OH MY GOD, aku berkata pada diriku sendiri. Saya TIDAK BISA PERCAYA INI TERJADI. Aku menarik napas beberapa kali sambil menekan tangan saya lebih keras ke dalam dirinya tit.

“Apakah kau … kau seperti itu?” Tanyanya. Diam saat aku disesuaikan dengan apa yang sedang terjadi. “Chuck, apakah Anda seperti merasa aku?” Tanya putri saya saya.

Tuhan, Aku juga Oh, aku berharap aku bisa memegang mereka berdua. Tuhan, aku berharap aku bisa menghapus ini gaun dari Anda dan merasa mereka berdua. Aku bahkan ingin sekali … untuk … oh tuhan Anda tidak tahu aku berkata pada diriku sendiri sebagai mata terpejam. Dia melepaskannya. Tidak, jangan … jangan biarkan pergi. Terus melakukan itu, batinku. Apakah dia tidak menyukainya?

“Saya suka bagaimana rasanya” dia bilang.

Duduk dan menghadap padanya aku mengatakan betapa aku mencintai betapa parfumnya berbau. Tapi untuk beberapa alasan aku tidak bisa mengatakan padanya bagaimana diaktifkan saya tentang perasaan payudaranya. Aku ingin. Mereka menghidupkan saya di. Merasa mereka, payudaranya, luar biasa. Merasa mereka adalah mempertinggi. Aku merasa penisku kesemutan, lebih. Aku ingin dia tahu itu juga. Saya ingin menceritakan bagaimana diperkuat, bagaimana menyalakan aku mulai, tapi aku tidak bisa. Tidak saat ini aku tidak bisa.

“Bagaimana Anda seperti ini? Bagaimana membuat Anda merasa? “Tanyaku keluar dari mana.

Tidak ada. Dia diam saat aku menggosoknya ringan dan lembut. Dia duduk menghadap saya menatapku, saya pikir meskipun itu terlalu gelap untuk mengetahui apakah dia benar-benar menatap wajahku. Dia duduk pernapasan dan mengambil semuanya masuk Tapi akhirnya, setelah beberapa saat, dia berbicara.

Cerita Cinta Dewasa Selingkuh

Dalam suaranya yang tenang dia bilang dia menyukainya, banyak. “Apa lagi yang harus saya lakukan?” Tanyanya.

Apa lagi … apa lagi yang harus Anda lakukan? Keluarkan … memberikan semuanya, pikirku. Katakan padaku untuk menarik pakaian Anda dan mencium tubuh seluruh, di mana-mana kurasa. Tuhan yang akan … itu akan mengagumkan, Melissa. Anda tidak tahu. Anda … telah … tidak … tahu … di … semua aku berkata pada diriku sendiri.

Dia meraih tanganku dan menarik mereka pergi memberitahu saya bahwa sudah cukup. Aku berhenti dan tidak mengejar dirinya. Dia bilang mungkin lain kali tapi dia benar-benar menikmati melakukan apa yang kita lakukan-saya merasa payudaranya. “Aku suka yang banyak” katanya dengan suara tenang, “tapi aku akan pergi ke tempat tidur. Terima kasih “berdiri. Dia dan menarik dirinya bersama-sama dan mengucapkan terima kasih lagi. Dia meninggalkan. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan sesudahnya tapi aku berbaring dalam kegelapan memikirkan payudara langsing nya. Mereka benar-benar merasa besar di bawah jari-jari saya.

Berbaring di tempat tidur aku berpikir tentang dia. Aku terus berkedip kembali ke visi tubuh di sepotong ia di. Pinggulnya, kakinya luar biasa mencari Aku terus mengatakan pada diriku sendiri. Itu bisa tenang dan aku menjadi kesepian. Aku menyukainya karena dengan saya. Aku sangat menyukainya. Meletakkan di punggung saya, saya menemukan diri saya mulai menggosok diriku sendiri. Pertama dadaku, lalu turunkan sekitar perut saya, dan semua tiba-tiba aku menggosok selangkangan saya dan khususnya penisku tentu saja.

Saya melanjutkan. Aku memejamkan mata. Saya kira saya tersenyum beberapa. Aku membayangkan berikutnya saya. Aku membayangkan dia berlari tangannya, kukunya dan di atasnya. Perlahan-lahan, lembut, dan mudah ia berlari kukunya di ayam pengerasan saya. Aku berharap dia di sini, melakukan hal itu, menggodaku, dan membiarkan tangannya dan jari tari di seluruh dan di bawah …

“Chuck … ayah?” Aku bersumpah aku bisa mendengar.

Aku berhenti semua yang saya lakukan. Aku mendengarkan. Tidak ada. Tenang udara di sekeliling saya. Aku mendengarkan lagi. Masih ada. Apakah itu Melissa? Apakah ia hanya menyebut nama saya? Aku bersumpah aku mendengar dia menyebut namaku. Aku yakin itu. Apakah dia hanya …

“Chuck …”

Oh my god … dia. Itu Melissa mengatakan … memanggil nama saya. Aku mulai berdiri, perlahan, tidak yakin apakah itu hal yang benar, tapi aku disesuaikan pakaian saya dan pergi dan untuk beberapa alasan mengenakan piyama atas. Aku berjalan keluar dan turun menuju kamarnya. Saya mulai mencari di dalamnya.

“Melissa” aku memulai “kau hanya … menyebut nama saya?”

Diam.

“Ya, kau datang ke sini … sebentar?” Aku masuk ke kamarnya dan ke tempat tidurnya. “Tidak apa-apa, Anda bisa duduk” dan dia menepuk tempat tidur. Aku menatapnya. Aku menatap kerasnya. Sulit untuk melihat melihatnya sebagai sangat gelap di dalam rumah tapi ada beberapa cahaya yang mengalir ke kamarnya dari luar. Suaranya tenang dan lembut. “Aku suka itu, banyak, ketika Anda menyentuh saya.” Dia diam lagi. “Apakah Anda melakukannya lagi, please?”

Dia kembali berbaring, benar-benar merebahkan kepalanya di bantalnya. Sesuatu mengatakan padaku aku akan benar-benar cinta ini, tetapi berhati-hati juga. Dia harus melakukannya lagi. Dia mengulurkan tangan dan menemukan tangan saya dan ditanam pada payudara nya. Dia dan aku terletak tangannya berulang nya tit.

“Mmmmmm Chuck … Saya suka bagaimana rasanya. Tuhan saya “katanya. “Kemarilah. Berbaring di samping saya. Tahan saya. Pegang erat-erat … dan ketat. Maukah kau? “Kata dia.

Saya merasa tergelitik penisku tetapi tidak menjadi keras. Mengulurkan tangan dan hewan peliharaan itu. Mengulurkan tangan dan stroke itu, terus menerus. Mengulurkan tangan dan di dalam celana dalamku dan stroke saya. Ohhh jika hanya Anda benar-benar tahu, pikirku.

“Apakah Anda suka melawan aku seperti ini?” Katanya. “Saya suka bagaimana perasaan Anda terhadap saya. Saya suka bagaimana tubuh Anda terasa melawan aku “Diam. Seperti kita memegang satu sama lain. Lalu dia berkata “Kenapa … kenapa anda tidak pernah melakukan ini … sebelumnya?”

“Saya tidak tahu. Aku tidak … aku belum pernah melihatmu seperti ini tetapi ketika saya melihat Anda sebelumnya, ketika Anda melihat diri sendiri di cermin aku ingin … tidak, aku berkata pada diriku sendiri aku harus kau. Namun, saya ingin bersama Anda dan menahan Anda dalam cara yang intim … jika kau harus saya bahwa adalah “kataku.

“Kemudian tunjukkan apa rasanya bercinta … silakan … silakan Chuck.”

Aku berguling di atas. Melihat seperti aku tak bisa melihat matanya atau wajah terlalu baik aku berlari jari-jari saya dengan penuh kasih menutupi hidungnya lalu bibirnya. Aku membungkuk masuk saya mencium bibirnya, ringan. Aku mengulurkan tangan. Aku membelai rambutnya. Rasanya menyenangkan. Aku membelai lagi dan kemudian menemukan pipinya. Aku membelainya. Dia membiarkan saya. Aku memeluknya dengan belakang juga. Itu lembut, sedikit spons, tapi seksi.

“Anda merasa … Anda benar-benar merasa seksi dengan saya” kataku.

Sebelum aku tahu itu aku merasa dia melepas gaunnya. Saya merasa indra saya mempertinggi. Aku merasa ping dan kepedihan tumbuh dalam paha saya. Kukatakan padanya bahwa dia terangsang aku. Dia meraih tanganku dan lagi ditempatkan melawan payudara nya. Dia mengatakan kepada saya untuk menggosok dan juga putingnya. Aku melakukan apa yang dia bertanya. Puting terasa mengagumkan. Aku menggosoknya lebih. Aku mendengar mulutnya berdecit dari beberapa jenis. Saya kemudian mendengarnya mengerang pelan. Aku membungkuk masuk saya ditempatkan mulutku terhadap tunas dadanya dan menciumnya. Dia menyukainya dan mengatakan kepada saya untuk melakukannya lagi. Saya lakukan, tapi aku tidak berhenti. Aku tidak bisa berhenti. Aku ingin dia, semua sekarang.

“Aku ingin kau … kalian semua” kataku.

“Lalu bercinta untuk semua dari saya” katanya.

Saya tidak hanya mencium payudara satu tetapi aku melakukan hal yang sama dengan payudara yang lain dan sebelum kami tahu ia melengkung dan dari tempat tidur. Sebelum aku tahu itu tidak hanya saya mencium dan bercinta ke payudaranya tapi aku mencium perutnya dan sisi. Dia didorong ke mulut saya ketika saya mencium bagian atas tubuhnya. Aku berguling di atas. Aku mencium punggungnya, bahunya, dan aku pindah ke bawah tepat di atas pantatnya.

“Ooooooohh” erangnya keras. “Ohhh ya … ya” dia mengerang. “Bercintalah denganku lebih” jadi aku mencium pipi pantatnya. Allah mereka merasa luar biasa dan saya katakan juga. Menghasilkan dan kenyal aku mungkin mencium mereka lebih maka diperlukan tetapi mereka merasa besar. “Oh my god … OH MY GOD YA … YA … kiss KAKI SAYA, SAYA … JADIKAN TUBUH CINTA UNTUK SEMUA” katanya keras. Jadi saya lakukan … Aku mencium semua jalan ke bawah kakinya dan kembali ke pantatnya.

Dia membalik dan memegang saya dan memeluk saya dan mengatakan betapa dia menyukai apa yang saya lakukan. Kukatakan padanya bahwa dia memiliki sosok indah. Sebelum saya tahu itu dan aku tidak menyadarinya aku keras dan aku hornier kemudian pernah jadi kukatakan padanya bertanya “Maukah Anda membantu saya?” Dia apa. “Maukah kau … pegang penisku?”

Tidak ada. Tidak ada gerakan oleh dia atau oleh saya tapi saya menunggu. Dan aku menunggu lagi. Dan aku menunggu … … ooooooohh Ohhhhhhh … untuk seorang pria, saya, untuk memiliki kemaluannya kembali digelar merasa besar. Bagaimana jarinya melilit ereksi saya dan bagaimana dia memegang pernah begitu ringan rasanya besar. “Ohhhhhhh yang terasa Melissa indah” kataku.

“Benar-benar … hanya memegang Anda seperti itu … itu terasa indah?” Katanya.

“Ya” kataku membawanya turun di atasku. Aku mencintai betapa payudaranya terasa. Aku mencintai betapa tubuhnya terasa terlalu. “Tuhan kau begitu seksi” kataku.

“Sungguh?” Dan dia mencium bibirku, keras.

Dia menciumku dengan penuh gairah. Sebelum aku tahu entah bagaimana pakaian saya dari tubuh saya dan kami satu dengan alam. Vaginanya tidak dicukur, tapi dipangkas. Dengan perasaan itu dan menyentuhnya di sana aku bisa tahu. Aku merasa clitorisnya dan dia melompat rasanya begitu menarik baginya.

Cerita Ngentot Dengan Ayah Mertua

“Melissa, aku akan menanyakan sesuatu, pribadi … pribadi yang nyata … tetapi Anda tidak perlu menjawabnya. Apakah Anda pernah … pernah bermain dengan diri sendiri? “

Diam.

Aku menunggu. “Ya” akhirnya dia berkata.

“Apakah Anda suka melakukannya?” Tanyaku.

“Ya” katanya.

“Tapi mungkin, meskipun itu tidak sama, tidak baik, kan?”

“Saya kira, tetapi tidak merasa baik” katanya.

“Apakah Anda memiliki mainan atau apakah Anda hanya menggunakan-Anda”

“Aku punya dildo” katanya.

“Keren” kataku. “Jika Anda pernah ingin seseorang untuk membantu Anda uhhh pada” dan aku tersenyum meskipun ia tidak melihat itu saya melanjutkan dengan mengatakan “Aku akan selalu membantu Anda.”

“Tapi apa yang saya benar-benar ingin merasakan ayam adalah seorang pria dalam diriku. Itulah yang saya ingin. “

Hmmmmmmm, pikirku, dan akan saya cowok itu? “Dapatkah saya membantu di daerah itu?”

“Anda dapat” katanya. “Tapi mari kita lakukan uhhh ini perlahan-lahan melihat sebagai saatnya eh pertama saya.”

“Hal ini tidak … karena kau telah menggunakan dildo.”

“Aku mencintaimu” katanya dan kemudian menyuruh saya menaruh penisku di vaginanya. END lihat juga "Cerita Seks Selingkuh Ngentot Enak Dengan Tetanggaku"
Cerita sex mertua, Cerita ngentot dengan mertua, cerita dewasa mertua mesum, cerita hot ml sama mertua, menantu mertua butuh kehangatan
Read more

Selasa, 17 Mei 2016

Cerita Seks Sedarah Memekku Disodok Sampai Muncrat

Cerita Sex | Cersex | Cerita Hot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum - Cerita Seks Sedarah Kali ini  asyik coi mempersembahkan Cerita mesum terjadi saat aku suruh sepupuku Dony untuk memijatku, karena aku terangsang aku suruh aja dia ngesex denganku, rasanya enak banget, Bikin ketagihan terus nih. kalau minat...simak yuk di "Cerita Seks Sedarah Memekku Disodok Sampai Muncrat"  lihat juga "Cerita Seks Tukar Pasangan Dengan Ivanka Sahabatku", Selamat menikmati.

Cerita Mesum Horny Saat Memekku Disodok Penismu

Cerita Seks Sedarah Memekku Disodok Sampai Muncrat
Cerita Seks Sedarah Memekku Disodok Sampai Muncrat

Cerita Dewasa - Begini nih kejadianya. Saat itu rumahku sedang sepi. Yah....Maklum pemilu, padahal biasanya ramai sekali. Gimana ga ramai, Hal ini terjadi  karena Satu rumah dihuni tujuh orang, ayah, ibu, kakak laki-laki saya yang masih kuliah, saya sendiri SMA kelas tiga, baru saja selesai Ebtanas dan lulus. Kemudian adik perempuan saya kelas lima SD, lalu sepupu laki-laki saya kelas dua SMP dan pembantu satu orang. Oh iya, panggil saja saya Yunita, asli Tolaki. Jadi pada saat pemilu rumah yang berada di kawasan Perumahan Pemda Kampung Kemah Raya, Kendari jadi sepi sekali. Ayah ke Kolaka, mengurus pemilu di sana, kebetulan juga beliau Donyeg Golkar untuk daerah tersebut. Kakak saya jadi pengawas pemilu untuk UNFREL Kendari, ibu saya jadi panitia pemilu lokal kawasan Kemah Raya.

Pembantu dan adik, disuruh bantuin ibu mengurus konsumsi. Praktis yang jaga rumah, saya dengan sepupu saya yang bernama, Dony. Saya belum ikut memilih, belum cukup umur, baru 16 tahun lebih dua bulan. Saya dengan Dony sangat akrab, habisnya dia ikut dengan keluarga saya sejak masih kelas satu SD, dan selalu menjadi teman main saya. Senin itu, badan saya pegal sekali, selesai ngepel dan membersihkan rumah. Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Biasanya sih oleh ibu, dan Dony juga, habis dari kecil saya sudah biasa menyuruh dia. Karena agak pegal, saya panggil saja Dony untuk mijitin, Dony nurut saja. Saya langsung berbaring telungkup di karpet depan TV, dan Dony mulai memijit tubuhku. Asyik juga dipijit oleh Dony, tangannya keras sekali, punggungku jadi fresh lagi.

“Duh, Dony.., mijitnya yang lurus dong, jangan miring kiri miring kanan..”, kataku.
“Abis, posisinya nggak bagus kak”, jawabnya.
“Kamu dudukin aja paha Kak Yunita, seperti biasa..”.
“Tapi.., kak..”.
“Alah.., nggak usah tapi.., biasanya kan juga begitu.., ayo..”, Saya tarik tangan Dony memaksanya untuk duduk di pahaku, seperti kalau dia memijit saya pada waktu-waktu kemarin.

Dony akhirnya mau, duduk dan menjadikan kedua pahaku dekat pantat sebagai bangkunya, dan mulai lagi ia memijit sekujur punggungku. Tapi, pijitan agak lain, makin lama makin saya rasakan tangannya agak gemetaran dan nafasnya agak ngos-ngosan.

“Kamu kenapa Dony, capek atau sakit..?”, tanyaku.
“Tidak, tidak apa-apa kak”, jawabnya. Akan tetapi duduknya mulai tidak karuan, geser kiri dan kanan, sementara pantatnya seperti tidak mau dirapatkan di pahaku, agak terangkat.

Akhirnya, saya menyuruhnya pindah, dan saya bangun, lalu duduk mendekati, biasa bermaksud menggoda.

“Ayo.., kamu kenapa, ini pantatmu, selalu diangkat.., tidak biasanya”, sambil tanganku bermaksud mencubit pantatnya.

“Tidak, tidak apa-apa kak..”, jawabnya sambil menghindari cubitanku, malah tanganku tersenggol celana bagian selangkangannya yang seperti agak tertarik kain celananya dan agak menonjol, melihat itu timbul rasa isengku, karena memang saya dan Dony kalau main seperti anak-anak yang masih TK, asal ngawur saja.

“Loh.., itu apa di celanamu Dony, kok nonjol begitu..” Mendengar itu Dony merah padam mukanya, lalu ia berdiri ingin lari menghindar dari saya, tapi segera kutarik tangannya untuk duduk, dan tanganku yang satu menggerayangi celananya memegangi dan meraba benjolan tersebut.

“Jangan Kak Yunita, Dony malu..”, katanya. Dasar saya yang nakal, saya pelototin matanya, Dony langsung diam, dan tanganku leluasa memegang barang tersebut.Cerita esex-esex mupeng

Penasaran, saya buka resliting celananya dan menarik keluar barangnya yang mengeras tersebut, dan astaga, ternyata penis Dony sudah menegang. Baru kali ini saya melihat penis milik orang yang bukan anak-anak dan sudah disunat yang tegang dan keras serta panjang seprti itu. Sementara Dony diam saja, kepalanya hanya menunduk, mungkin malu atau bagaimana saya tidak tahu.

Saya acuh saja, perlahan-lahan, kuelus-elus penis Dony, semakin mengeras penisnya hingga urat-uratnya seperti mau keluar. Kudengar Dony mendesah tertahan. Lalu kuurut-urut sambil kupijit kepala penisnya yang merah itu, Dony makin mendesah, “Ah.., ah..”

Kugenggam erat penis Dony dan kukocok-kocok dengan perlahan, semakin lama semakin kencang. Badan Dony ikut menegang, sambil kepalanya terangkat ke atas menatap langit, mulutnya terbuka, dia mulai agak mengerang, “Achh..”.

Semakin kencang penis Dony kukocok, semakin menggeliat badan Dony membuat saya tersenyum geli melihatnya. Sampai erangan Dony makin mengeras, “Ach.., achh..”. Dan badannya makin menggeliat, hingga mungkin tidak tahan.., ia lalu memelukku erat. Mulanya saya kaget akan reaksinya, tapi saya biarkan saja, karena keasyikan mengocok penis Dony. Rupanya Dony sudah semakin menggeliat, hingga tangannya entah sadar atau tidak ikut menggeliat juga, meraba badanku dan payudaraku.cerita esex abg entot sange

“He Dony.., kenapa..” tegurku, sambil tetap mengocok penis Dony, “Achh.., achh..” Hanya itu yang Dony bilang, sementara tangannya meremas-remas payudaraku, dan remasannya yang kuat membuatku merasakan sesuatu yang lain, hingga saya biarkan saja Dony meremas payudaraku, dan Dony lalu menyingkap baju kaos yang kupakai, hingga kelihatan BH-ku dan meremas payudaraku lagi hingga keluar dari BH-ku.

“Acchh.., acchh” erang Dony, saya mulai merasakan kenikmatan tersendiri pada saat payudaraku tidak terbungkus BH diremas oleh tangan Dony dengan kuat, sedangkan penisnya tetap saja kukocok-kocok. Dan entah naluri apa yang ada pada Dony, hingga dia nekat menyosor payudaraku dan mengisap putingnya seperti anak bayi yang sedang menyusu.

“Aduh.., Dony.., aduhh” Hanya itu yang mampu kuucapkan, payudaraku mulai mengeras, keduanya diisap secara bergantian oleh Dony.

Saya juga mulai menggeliat, kutarik kepala Dony dari payudaraku, lalu kudekatkan ke wajahku, kucium bibirnya dengan nafsu yang muncul secara tiba-tiba, Dony balas mencium, bibir kami berdua saling memagut, lidah bertemu lidah saling mengadu dan menjilati satu sama lain.

Tangan Dony menggerayangi badanku, melepaskan baju dan BH-ku, hingga aku bugil sebatas dada. Kulepaskan juga baju yang dipakai Dony, dan kupelorotkan celananya, hingga Dony bugil tanpa sehelai benangpun, dan kembali kukocok penisnya, sedangkan Dony kembali menyosor payudaraku yang sudah keras membukit.sexcrit bikin horny

Perlahan tangan Dony menelusuri rokku lalu menyelusup masuk ke dalam rokku, “Acchh.., Acchh”, Saya dan Dony terus mengerang dan menggelinjang. Tangan Dony menyelusup ke dalam CD-ku, lalu mengusap-ngusap vaginaku.

“Aduuhh.., Dony..” erangku, sementara jarinya mulai ia masukkan ke dalam vaginaku yang mulai kurasakan basah, dan Dony mempermainkan jarinya di dalam vaginaku.

“Acchh.., aduuhh.., acchh..”. Tak tahan lagi, Dony menarik lepas rok dan celana dalamku, hingga akhirnya saya kini telanjang bulat. Kemudian Dony mencium bibirku dan saya tetap mengocok penisnya, sedangkan jarinya bermain dalam vaginaku.

“Acchh..” Hanya erangan tertahan karena tersumbat bibir Dony yang keluar dari mulutku. Kemudian Dony berhenti menciumku, lalu ia mengambil posisi menindih badanku, saya membiarkan saja apa yang akan Dony lakukan, karena kenikmatan itu sudah mulai terasa mengaliri pembuluh darahku. Dan, tiba-tiba saya rasakan sakit yang teramat sangat di selangkanganku.cerita sek bikin ketagihan ngentot

“aacchh, Dony.., apa yang kau lakukan..”, tanyaku. Tapi terlambat, rupanya Dony sudah memasukkan batang penisnya ke dalam vaginaku, dan seperti tidak mendengarkan pertanyaanku, Dony mulai mengoyang batang penisnya naik turun dalam vaginaku yang semakin berlendir dan mulai terasa basah oleh aliran darah perawanku yang mengalir membasahi vaginaku.

“Acchh.., Dony.., aduuhh Dony..”, erangku.
Badanku semakin menggelinjang, kujepit badan Dony dengan kedua kakiku sementara tanganku memeluk erat dan menggoreskan kukuku di punggung Dony. Semakin kencang goyangan penis Dony dan semakin keras pula erangan kami berdua.sexcrit terbaru dan hot

“Acch.., aduhh..” Hingga akhirnya kurasakan sesuatu yang sangat nikmat yang terdorong dari dalam.., dan erangan panjang saya dan Dony, “aahh”. Bersamaan semprotan mani Dony dalam vaginaku dan semburan maniku yang menciptakan kenikmatan yang tak pernah kurasakan dan kubayangkan sebelumnya.

Dony menarik keluar penisnya, lalu berbaring di sampingku. Kami berdua saling bertatapan, seperti ada penyesalan tentang apa yang telah terjadi, akan tetapi rupanya nafsu kami berdua lebih kuat lagi. Kuraih kembali dan kudekatkan wajahku ke wajah Dony, kami lalu berciuman lagi dan saling melumat, kemudian kupegang erat penis Dony, sehingga kembali menegang dan kembali lagi kami melakukan hubungan badan tersebut hingga beberapa kali.

Hingga hari ini saya dan Dony, bila ada kesempatan masih mencuri waktu dan tempat untuk melakukan hubungan badan, karena mengejar kenikmatan yang tiada taranya, kadang di kamarku, di kamar Dony, ataupun di dalam kamar mandi, namanya sifat manusia kalau sudah dihinngapi nafsu, ga akan memandang itu saudara atau sepupu , yang penting nikmat rasanya dan bikin ketagihan. END 


Cerita Dewasa sex hot bergambar,Cerita Dewasa Terbaru Bergambar 2016,Cerita Sex bergambar terpanas,cerita selingkuh hot bergambar,Cerita Sex Mei 2016,cerita seks Mei 2016,cerita seks terbaru Mei2016,cerita sex terbaru terpanas,cerita sex 2016 bergambar,cerita dewasa selingkuh bergambar,cerita dewasa terbaru bergambar,cerita sex selingkuh bergambar,cerita seks terbaru terpanas,cerita seks selingkuh bergambar,cerita terpanas bergambar,cerita dewasa bergambar terbaru 2016,cerita sex bergambar april 2016,cerita dewasa bergambar terbaru,cerita sex bergambar terbaru april 2016,cerita dewasa hot bergambar,cerita horny bergambar,cerita dewasa yang bikin horny,cerita sex april 2016,cerita dewasa terbaru Mei 2016,cerita abg hot bergambar,cerita dewasa terbuai,Mahasiswa,Cerita Sex Mahasiswi,Cerita Sex Pelajar,Cerita Sex Pembantu,Cerita Sex Perawan,Cerita Sex Perkosa,Cerita Sex Pramugari,Cerita Sex Remaja,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex SPG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Threesome,Foto Hot ABG,Foto Hot Bispak,Foto Hot Jilbab,Foto Hot Mahasiswi,Foto Hot Masturbasi,Foto Hot SPG,Foto Hot Tante.
cerita sex,cerita hot, certa sex,cerita seks,cerita sex hot,cerita hot sex,cerita birahi,cerita seks hot,ceritasex,cerita dewasa,ngentot,binal,cerita nafsu birahi,crta sex,crita hot,cerita sex,hot sex,cerita sex sepupu,cerita sex dewasa,cerita ngentot paksa bude kampung,cerita sex yang hot,kontol,cerits hot,cerita sek,cerita seks menginap,cerita hoot,cerita mesum,cerita hot seks,cerita sexs,crita sex,cerpen sex dengan teteh di kampung dan mama,erita seks dewasa,ceritaseks,ceritra seks hot,cerita sexx,cerita.hot,cerita sexs hot,cerita sex binal,cerita birahi tetangga,birahi,cerita birahi istri,cerita.sex,cerita sex janda kedapatan masturbasi,cerita perkosa pembantu pakek bius,cerita dewasa hasrat tinggi saat ketemu istri teman,minta ibu tiap pagi nyepong kontol ku,ceerita sex,cerita bokep,cerita sex terhot,cerita seks ketika bapak dan mamah phone seks nafsu nya mamah besar sekali trus bapak menyuruh mama ngajak aku dan teman ku ngentot bertiga sambil phone seks sama bapak,sex dengan abg perawan keturunan cina,seks dengan ibu,ngentot tanteku yang menggoda,cersek tkw,cerita sex memuaskan mama ku yang soleha di ranjang,cerita sek ngentot istri teman,dimasukkannya keliang senggamaku,cerita dewasa merkosa janda bahenol,cerita bercinta dengan seorang cewek berjilbab,istri binal,cerita sek sedarah di hutan,crta sex binal,cerita sex bersambung,nikmatnya memek anaku,cerita ml dengan di ajak cewek teman sekelas ml,cirita sex,bunda orang memek nya memang lebih enak di entot apa lagi berbulu dan tetek besar,cerpen abg oralseks,kuremas tetek pacarku kelas 6 sd,cetita sex,cerita sex sama temen kampus yang jilbab,cerita bergambar ngentot dg istri om,main sex sama teman ibuku yang alim juga ibu ku,cerita anak ngewe mamah bareng ayah,istri tetanggaku bikin aku terangsang,cerita ngentot barng ayah ngentotin ibu,sex sepupu,ngentot ibu pacar,tidur sama mama yuk nak,gairah binal istri,cerita ml sama anak sd lugu,cerita mesum dengan bibi di sawah,cerita hot teman sekolah,cerita sex dgn istri hot,ngentot dgn mamak di desa,cerita ngentot teman sekolah,cerita dewasa sedarah ibu mam

Read more

Senin, 09 Mei 2016

Cerita Sedarah Ngentot Tante Ira Beby dan Sumirah Yang Binal

Cerita Sex 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Seks Bergambar, Cerita Tante Kesepian - Cerita panas sebelumnya merupakan kisah cerita dewasa terbaru bergambar Cerita Seks Tukar Pasangan Yang Begitu Indah , Nah untuk kali ini ada Cerita Seks Mesum Cerita Sedarah Ngentot Tante Ira Beby dan Sumirah Yang Binal, Selamat membaca.
Cerita Sedarah Ngentot Tante Ira Beby dan Sumirah Yang Binal
Tante Ira Beby dan Sumirah

Cerita Sedarah Ngentot Tante Ira Beby dan Sumirah Cantik Yang Binal

Cerita Dewasa - Akhir pekan ini aku uring-uringan banget, abis Beby pacarku 3 bulan terakhir ini, kayanya ada gejala menjauhi aku… beberapa kali kupergoki jalan sama Teddy anak arsitek itu… en beberapa kali kutelpon selalu maminya bilang kaga’ ada, malah tante Ira mami si Beby bilang,

“Udah, kalo mau main dateng aja…ntar juga pulang, tungguin aja Bon…” kata tante Ira lembut.

Nggak tau Jack… malem ini, angin apa yang niup mobilku buat parkir di depan rumahnya.. pikir-pikir asyik juga kok ngobrol sama tante Ira… biar kata udah 40 tahun tapi bisa ngobrol gaya anak muda.. itu aja dasar pemikiranku…

“Eeeeeiiiii…. anak muda… gitu dong apelin tante sekali-sekali…” sambut tante Ira ramah banget. Coca cola dingin yang disajikan si Sum babu centil itu hampir tandas, tante Ira nggak muncul-muncul katanya mau ganti baju dulu. Akhirnya kusosot habis juga minuman itu setelah kuputuskan mau jalan aja…

“Bonny… naik aja, ngobrol di atas aja yuuk..” kudengar panggilan tante Ira dari lantai atas, dilantai atas memang ada ruangan yang dibikin home theatre… beberapa kali kusetubuhi Beby di ruangan itu sambil nonton BF… tentu saja waktu nggak ada tante Ira. Benar saja tante Ira sudah menunggu di ruangan itu… busyyyeett.. tau nggak Jack… aroma parfum mahalnya semerbak lembut memenuhi ruangan itu… dan yang bikin biji mataku hampir meloncat keluar pakaian yang dipakai doi… gaun panjang transparant, mirip gaun tidur, aku yakin tante Ira nggak pake daleman alias BH en celana dalem, sebab di bagian itu bakal kelihatan bayangannya kalo doi pake… agak canggung juga pada awalnya, palagi ketika tante Ira menumpangkan kaki satunya di kaki yang lain, pahanya kebuka, ternyata gaun itu berbelahan samping sampai ke pinggang. Tapi gaya ngobrolnya yang santai membuatku agak santai juga walaupun mata ini lebih sering menatap karpet atau langit-langit rumah, sebab menatap kedepan yang kutemui kalo nggak paha panjang berkulit mulus, atau buah dada montok dengan puting susu yang tercetak jelas di balik kain transparant itu.

“Kamu kenapa siih… kaya orang kedinginan…” tegurnya melihatku yang salah tingkah.

“Iya tante ACnya dingin banget…” jawabku asal kena, tapi memang di ruangan itu kurasakan dingin sekali.

“Tante punya minuman sampagne, mau kamu Bon…? lumayan buat anget-anget…” Katanya sambil membuka kulkas di sudut ruangan… wooow… ketika kulkas terbuka aku menyaksikan silhoutte tubuhnya yang terbentuk karena sinar terang dari dalam kulkas menghilangkan bayangan kain transparant. body yang sempurna dan memastikan perkiraanku bahwa tubuh berbody gitar ini tanpa pakaian dalem, bahkan kulihat bayangan rambut kemaluannya, karena tante Ira berdiri agak mengangkang, agak lama juga kunikmati pemandangan ini.setelah menuangkan minuman dijatuhkannya pantat montoknya di sebelahku.


“Ayo anak muda, demi kehangatan tubuh…” kata tante Ira sebelum kita toast…. kuteguk setengah gelas sampagne,… busyet… doi segelas disikatnya sampagne itu tandas… kuikuti aja toh rasanya enak nggak kaya minuman keras lainnya… nggak lama gelasku penuh lagi, karena tante Ira menuangkan lagi minuman enak itu… sampai beberapa kali.

“Gimana Bon..? sudah hangat tubuhmu…?” tanya Tante Ira.

“Iya tante apalagi deket tante… jadi hangat…” Aku tak menduga jawabanku menjadi kacau begitu, tapi aku heran tante Ira malah ketawa geli dan tubuhnya makin mepet ke tubuhku.

“Kamu pikir tubuh tante ini kompor, bakal ngangetin masakan…? kamu deket tante aja hangat, apalagi nempel pasti mendidih… hi… hi… hi…” kepalaku yang mulai pusing akibat minuman, makin pusing aja sebab toket montoknya dengan kekenyalannya menempel ketat di dadaku, sementara kepalaku diusap-usapnya manja.

“aduuhhh… kalo ini sih nggak mendidih lagi, tubuh tante bagai kompor listrik yang rusak… jadi bikin korsleting…” jawabku ngawur. Tante Ira ketawa ngakak… jari jemarinya yang indah menelusup dan menggelitik masuk ke dadaku, matanya bersinar binal menatap wajahku dengan gemas. Kesadaranku mulai goyang, entah kapan mulainya tahu-tahu di layar lebar home theatre itu sudah terpampang adegan mesum dari film BF, dan baju hemku sudah terbuka seluruh kancingnya sehingga dadaku terbuka lebar… uuiihhh… buah dada tante irapun sudah terbuka sebelah dan kini menggesot-gesot dadaku… entah siapa yang memulai, bibir kami berpagutan, lidah tante Ira menggeliat liar melata masuk ke mulutku, membelit lidahku dan dengan gemas kuremasi buah dadanya yang ternyata memang mengkal menggemaskan.

“kamu nakal Bonny… harus diajar sopan…” desisnya sambil diremasinya selangkanganku, bahkan dengan lincahnya ikat pinggangku berhasil dilolosinya dan mencuatlah kejantananku dari balik celana jeansku.

“Iiiihhh… kamu malah nantangin ya…?” celoteh tante Ira disela-sela dengus nafasnya yang memburu penuh nafsu, sambil meremasi kontolku yang sudah setengah ngaceng… dadaku diciumi dan dijilatinya, aku menikmati aksi itu sambil tanganku tak lepas meremasi buah dadanya yang memang montok dan kenyal, sesekali kupelintir-pelintir puting susunya…. wow… alamak… berbarengan dengan adegan di film, tante Ira kini juga sedang mengulum dan menjilati kepala kontolku, membuatku menggeliat dan mengeram penuh kenikmatan, kulihat wajah tante Ira berbinar senang melihat ekspresiku merespon aksinya, sesekali batang kemaluanku yang sudah 100% ngaceng ini ditimang-timangnya dengan ekspresi wajah gemas penuh nafsu…

“Mmmm… mantap sekali Bonn… tante suka yang macam begini…” sejenak dikocok-kocoknya batang kemaluanku dan kembali dikemotnya.

“Iiiihh… keras banget Bon… gede lagi… tante jadi ngeri dehh… mmmm… ccllp… clpp” kuamati saja tingkah wanita setengah baya ini sambil kunikmati aksi oral sexnya yang canggih.

“Boon… tante juga mau digituin…” rengeknya manja sambil berdiri, langsung saja kusergap selangkangannya karena dengan aku duduk di sofa rendah itu wajahku tepat di depan bukit vaginanya yang di selimuti rambut subur tercukur rapi.

“Aiiihh..! kamu nggak sabaran deh…” protesnya centil, namun selanjutnya dengan posisi berdiri tante Ira mengatur posisinya dengan lihay, kaki kirinya ditumpangkan di sandaran sofa, sehingga wajahku tepat diantara selangkangannya.

Wuuiiihhh… tercium semerbak bau harum, begitu selangkangan tante Ira mengangkangi wajahku, entah parfum merek apa yang memproduksi parfum memek… segera aku beraksi menunjukkan kecanggihan oral sexku… kudaratkan ciuman dan jilatanku ke seputar bukit vagina yang sudah menggembung gemuk akibat gairah seks yang meningkat.

“Booonnn… geliii doong sayaang… iiihhh… kamu nakal banget….” tante Ira mulai gemas karena lidah dan bibirku belum juga singgah di tempat yang dimauinya… pinggulnya bergerak gemulai mencari titik kenikmatan.

“Eiiihhh…! yaaa… Bonny… disituuu… nikmat banget Booonnn…” celoteh tante Ira, begitu ujung lidahku menyambar clitorisnya yang mengintip malu-malu… Rupanya tante Ira bukan seorang yang penyabar… rambutku direnggutnya sehingga kepalaku terkunci dan dengan mengerang-erang histeris dibesot-besotkanya clitorisnya kemulutku…

“Hiiiii…! kamu nakal Booonn… hhooo… inii nikmaatnya bukan maenn… sayaang..sssshhhh…” volume suara tante Ira makin meninggi sehingga lebih mirip teriakan… Pada suatu kesempatan, butir clitoris yang makin mengeras itu kukulum lembut dengan bibirku, kusedot-sedot lembut sambil lidahku mengusap-usap mesra…akibatnya sungguh hebat.. diiringgi lenguhan panjang, tubuh sintal tante Ira mengejang…

“Uuuuuuunnnggghhh….! Boooonn… kamuu pinteeerrr dehhh…!! ooooowww…!!” sebuah ekspresi khas wanita mencapai orgasme ditunjukkan oleh tante Ira, tubuhnya menggelejat, bagai tak terkontrol…


“Iiiihhh… tak kusangka… kamu pinter mainin tubuh perempuan… bocah ganteng…” bisik tante Ira sambil menggelendot manja di pangkuanku, setelah disambar badai orgasme…

“Tapi saya yakin tante jauh lebih pinter dari saya, makanya saya pingin diajarin…” jawabku sambil sesekali kukecupi bibir manisnya.


“Eeeh… kamu percaya nggak sih… dengan oral sex, jarang banget tante bisa orgasme, seumur-umur bisa dihitung jari deh…ini siiihh… bibir kaya begini ini yang bikin tante lemes sebelum tempuuurr…” bibirku dijewer mesra… matanya menatap bibirku penuh hasrat birahi, sampai bibir manis yang setengah terbuka itu gemetar menahan gemas… akhirnya dengan penuh luapan birahi, bibirku dilumatnya habis-habisan… kembali dengus nafas betina tante Ira menderu, menuntut penuntasan. Tubuh sintal yang duduk mengangkangi pangkuanku itu bembesot-besotkan buah dada mengkalnya ke dadaku dan menggoser-goserkan bukit vaginanya ke batang kemaluanku… wajahku habis dihujani ciuman penuh birahi… serta leherku dikecupinya denga liar, terasa celekat-celekit di seputar kulit leherku… pantat montoknya yang bergerak gemulai, kuremasi dengan gemas… jari tengah dan telunjukku merambah liang sanggama tante Ira yang ternyata sudah kembali licin dan kurasakan kembang kempis seolah menanti mangsa.

“Boonny… c’mon baby… kita mulai permainan yang sesungguhnya… tante siap menghajar si bontot yang bongsor ini…” bisik tante Ira sambil meremasi batang kemaluanku yang ready combat. Dengan posisi tetap saling berhadapan, tante Ira mengangkang di pangkuanku… batang kemaluanku

dituntun ke liang cintanya yang sudah menganga menanti mangsa… bibir manis tante Ira bergerak-gerak ekspresif mengiringi usahanya menjejalkan batang kemaluanku ke liang sanggamanya, ujung batang kemaluanku digesek-gesekkan ke bibir vaginanya sambil sedikit demi sedikit ditekan.

“Si bontotmu bandel banget… susah disuruh masuk…” bisik tante Ira.

“Punya tante kelewat rapet siih..” jawabku

“Bisa aja kamu, si bontot ini yang kegedean…” sahut tante Ira sambil menggigit bibir bawahnya dengan alis mengerinyit… ketika kurasakan kepala kontolku sudah amblas di jepitan liang sanggama tante Ira… ketika batang kemaluanku masuk setengahnya… kembali ditarik keluar… kemudian masuk lagi, begitu beberapa kali diulang-ulang dengan hati-hati dan aku nggak boleh bergerak oleh tante Ira, ternyata akhirnya habis juga batang kemaluanku ditelan liang sanggama tante Ira… pinggul montok tante Ira mulai bergerak dengan mata setengah terpejam serta bibirnya mendesis lirih… besutan perdana otot vagina tante Ira pada batang kemaluanku sangat nikmat, kurasakan seperti pijitan bidadari… gerakan pinggul tante Ira makin cepat dan makin kuat dan pijitan bidadari itupun semakin menjadi-jadi nikmatnya, aku masih belum mengadakan counter attack… kulampiaskan kenikmatan ini pada sepasang payudara montok yang bergerak-gerak di depan wajahku, kukulum dan kusedot bergantian sepasang puting susu berwarna coklat gelap yang mencuat keras.

“Hooo..! hhooo..! hhh…hhh… nikmat bukan main Booonnn.! oooohhh..!” kembali volume suara tante Ira meninggi… dan makin tinggi..mendorongku untuk menyambut goyang gemulai pinggul tante Ira, kuayunlah pinggulku… sekali, dua kali, tiga kali…dan ke delapan kali ayunan pinggulku…

“Ooooww..! yaa..! yaa..! oooo… my God..! Booonnny..! tante…nggak…tahaaann..!” Suara tante Ira atau lebih tepat disebut teriakan, terdengar parau.Wajah manis tante Ira menegang… bibirnya gemetar… giginya terdengar gemerutuk, cengkeraman tangannya pada pundak dan pinggangku mengencang sehingga kurasakan kuku-kuku jarinya yang panjang menembus kulitku… Tepat pada ayunan pinggulku yang ke sepuluh…

“Aaaaaaaakkkkkkhhhh…..! ya ammppuuunn Boooooonnnyy…!” Teriakan panjang itu mengiringi tubuh sintal Tante Ira sejenak meregang kuat, kemudian menggelejat liar, bagaikan sekarat… ayunan pinggulku kupercepat dan kuperkuat, sehingga terdengar suara ceprat-ceprot dari selangkangan kami… Sesaat kemudian tubuh sintal yang bergerak liar itu menelungkup lunglai di atas tubuhku.

“Terus..kan.. jangan hhh…berhenti…hh..hh Bon… ganti..an tante di..di bawahh… gilaa lemesss bangeth..hh..hhh” bisik tante Ira ketika aku menghentikan ayunan pinggulku… kulihat betapa lunglai tubuhnya.. Kurebahkan tubuh tante Ira di karpet…

“Ayo sayaang.. masukin lagi, hajar tante sepuasmu…” walau dengan suara lirih tapi nadanya penuh tantangan… membuatku bersemangat lagi dan kembali batang kemaluanku menyungkal selangkangan tante Ira…

“Iiihh.. letoy amat siiihhh…” cela tante Ira ketika dirasakan sodokan kontolku setengah-setengah… akupun meningkatkan speed dan power

“Eh..Eh..hhhh… Tante… ya…kin kamu bisa lebih kuat… lagi Boon…” walau dengan kondisi lunglai dan pasrah, kata-kata tante Ira masih bernada tantangan dan membuatku agak panas juga…kuperkuat dan kupercepat rajaman kontolku menghajar liang sanggama tante Ira.

“Aaaihh..! gilaa… hhhooo… sss… ayyyoo Booonn… lebih dalammm..!”Dengan celotehnya yang aneh, kata-katanya keras penuh tantangan,namun rengekannya bernada memelas dan memilukan, entah bagaimana yang dirasakan tante Ira… yang jelas kubaca ekspresi wajahnya nampak menahan sesuatu… entah sakit atau enak dan tubuh sintalnya kembali menggeliat-geliat tak beraturan

“Ooooohhh…! ooooww…! C’mooon baby… jangan letoooyyy… keras… keras…! yaa.. lebih keraaaasss…Oooouugghh..!”akhirnya aku tak peduli lagi… kujawab tantangan tante Ira, dimana kini aku sudah tanpa ampun menghajar liang selangkangan yang terkangkang lebar… kukerahkan seluruh kemampuanku untuk menambah kekuatan dan kecepatan ayun batang kemaluanku keluar-masuk liang sanggama Tante Ira, walaupun kulihat air mata Tante Ira bercucuran bercampur keringat dengan gigi menggigit kencang ujung sprei, walaupun begitu suara celotehnya tak berubah…ditingkahi rengekan yang mirip suara tangis…

“Ampppuunn..! oohh.. oooww.. oooouugght..!! ” game point akhirnya tercapai dengan kuberi score 3 orgasme untuk tante Ira, sedangkan pointku 1 kumuntahkan spermaku yang hampir 3 minggu mengendap, ke buah dada tante Ira dan matanya yang nanar menatap dengan saksama proses menyemburnya spermaku yang sangat kental di permukaan kulit buah dadanya yang putih mulus.

“Sss…oooohhh.. iiihhh kental banget Boon…sampe lengket ” desis tante Ira ketika dengan tangannya mengusap ceceran pejuhku merata ke permukaan tubuh bagian depannya..

“Boon..nny… tante lemes banget nih… nggak bisa bangun… tolong dong ambilin air es di bawah…” suara tante Ira kudengar lirih dan agak serak, kulihat wajahnya pucat pias dengan sorot mata yang nampak kuyu kehabisan tenaga… tubuh sintal yang mulus tampak berkilat oleh basahnya keringat dan pejuhku… tergolek telentang tak berdaya di karpet ruangan. Ketika aku sedang memilih botol air mineral yang paling dingin di dalam kulkas, telingaku menangkap suara aneh… kucari arah suara sayup-sayup itu… ternyata dari arah dapur di balik dinding ruang makan ini… karena penasaran kucari pintu ke arah dapur… kudapatkan lubang penghubung dari dapur ke ruang makan yang biasa untuk lewat makanan… dengan sedikit mengendap-endap, kudapatkan sumber suara itu… edaann..! gimana nggak edan..? kalian tahu broer… Sumirah… pembokat tante Ira, sedang nungging di meja dapur dengan tubuh bagian bawahnya telanjang, sambil merintih-rintih sendiri… tau nggak lagi ngapain do’i..? lagi masturbasi jack..! gue bilang edan, karena masturbasinya pake dildo alias kontol mainan, dapet dari mana pula si Sum ini… Gila… ngaceng lagi ngeliat gaya si Sum… eh gue ngga nyangka tubuh pembokat ini begitu mulus, kulihat dari pantatnya yang bulat dan bahenol itu sangat mulus bersih… aahh sial aku harus balik ke atas tante Ira pasti nunggu minumannya..

dengan rasa sayang kutinggalkan pemandangan langka di dapur. Di ruang Home Theatre kulihat posisi tubuh tante Ira tak berubah, telentang bugil di karpet ruangan… ternyata si tante tidur pulas banget, berkali-kali kugoyang-goyang tubuhnya sambil kupanggil namanya, bergerakpun enggak… iih.. kaya’ mati tidurnya… tiba-tiba kuingat sesuatu.. langsung aku cabut lagi kebawah… tau dong ente broer… kuintip lagi adegan di dapur… asyiik masih lanjut.. langsung aku menuju pintu dapur dengan langkah hati-hati… Si Sum terjingkat kaget ketika tahu-tahu aku sudah di ruangan dapur.. dengan wajah merah padam perempuan muda ini gugup berusaha menutupi bagian-bagian tubuh bahenolnya yang telanjang… he..he.. rok bawahannya ada di bawah kakiku… akhirnya dengan dengan kain lap piring do’i tutupin selangkangannya yang sempat kulihat jembutnya sangat subur membentuk segitiga kebawah..

“Eeehh… terusin aja Sum.. gue cuma pengen nonton aja… atau mau gue bantuin…” kataku sambil cengengesan… sambil kudekati tubuh bahenol yang meringkuk mojok… mendengar gurauanku rupanya cukup menenangkan hati si Sum yang aku yakin pasti kaget, malu jadi satu

“Mas Bonny, bikin kaget… sih.. nakal banget..” sahutnya lirih, sambil beringsut mengambil rok bawahannya.

“Mau bantuin malah dikatain nakal, gimana siih..?” selakku sambil kuikuti langkahnya…

“Kalo mau bantu… ya nggak disini..” sahutnya dengan suara setengah-setengah, namun matanya mengerling menantangku dengan isyarat ajakan, sebelum kabur keluar dari dapur… Dugaanku tepat do’i masuk kamarnya, dan dugaanku tepat lagi ketika kubuka, pintu kamar itu tak dikuncinya… sengaja… kulihat si Sum tengkurap di ranjang. Aku benar-benar sudah mata gelap… semenjak kontolku dibikin ngaceng oleh aksi masturbasinya tadi, aku naik ke ranjangnya… kusingkap rambut yang menutupi tengkuknya dan kukecupi tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus… tubuh bahenol si Sum bergidik karena ulah nakalku…

“Mas Boonny… gangguin orang aja siih…” Sum merengek manja, namun tak berusaha menghindari kecupan-kecupanku di tengkuknya, malah kuarahkan kecupan dan jilatanku ke punggungnya yang berkulit bersih, setelah kupelorotkan blouse merahnya. Sumirah perempuan 27 tahun bertubuh sedang, badannya subur, namun tak bisa dibilang gemuk, lebih tepatnya bahenol… karena memang kemontokkan payudaranya sedikit di atas rata-rata, dan perempuan ini memiliki pinggang yang cukup ramping, ditopang pantatnya yang bulat serta kemontokan tubuh bagian ini juga agak di atas rata-rata. Wajah..? tidak mengecewakan, bahkan jika didandanin… nggak kalah deh sama Jihan Fahira. kelebihan lain si Sum, adalah genit dan centilnya yang minta ampun… paling nggak tahan melihat lelaki tinggi gede dengan kumis dan jambang dicukur kasar dan tubuhnya banyak bulu.

“Lubangmu udah basah aja siih..” tanyaku setelah jari tengahku merasakan licinnya liang sanggama si Sum.

“Iiihh.. ya jelas dong… seandainya di dapur tadi mas Bonny nggak gangguin, saya udah dapet lho…”

“Ntar gue gantiin 5 kali lipet… langsung gue masukin aja ya..?”

“Saya takut sama nyonya lho mas..”

“Do’i pules banget tidurnya… makanya cepetan gue masukin ya..?..” kataku sambil kusodok-sodokkan kontolku ke selangkangannya.

“Iiiihh ngeriii… gede bangeethh…” desis Sum centil, ketika batang kemaluanku bagai ular merayap di sela-sela pahanya yang masih merapat…

“Gue tanggung bakal mantap deeh…” kataku meyakinkan, sambil tak henti-hentinya tanganku meremasi payudara Sum yang sudah mengembang dan mengeras…

“Sssshhhh…. mas Bonny… asal bikin Sum… puaaas kaya nyonya ….” rengeknya manja sambil menggeliat gemas merasakan nakalnya kuluman bibirku pada puting susu kirinya… Sum mulai membuka pahanya, kubesut-besutkan batang kemaluanku yang sudah membengkak itu ke bibir vagina si Sum… wooow… si Sum mulai membalas seranganku… dihujaninya leher dan dadaku dengan kecupan dan gigitannya… jari-jari tangannya meremasi otot punggungku.

“Eeehhh… hhh… nngghh… maaasss… Sum udaah nggaakk tahann…” rengek Sum di sela-sela dengus nafasnya yang tak beraturan… aku tahu apa yang diinginkannya, tanpa dikomandoi kami segera pasang posisi…. Sum menekuk kedua kakinya yang mengangkang ke atas, sampai lututnya menyentuh payudara, sehingga bukit vaginanya tengadah ke atas dan bibir vagina yang berwarna merah segar dan basah, tampak merekah bergerak kembang kempis seolah menantangku… sejurus kemudian jari-jari lentiknya melebarkan bibir vagina tersebut… giliran aku sekarang yang nggak sabar… dengan posisi setengah berlutut kujejalkan kepala batang kemaluanku kesasarannya… seperti yang sudah kubayangkan… liang sanggama si Sum tak muat dijejali kepala kontolku… lagi-lagi aku diharuskan sabar… apalagi kulihat si Sum meringis kesakitan ketika kucoba memaksakan kepala kontolku untuk menembus liang sanggamanya… maka kugunakan cara yang dipake tante Ira tadi…

“Oookh..! maaass…! sa..sakkiiit…” keluh si Sum memelas… dengan ekspresi meringis menahan sakit, ketika kepala kontolku berhasil menembus masuk.

“Tahan Suum… hhh…” keringat berhamburan dari pori-pori tubuh kami, dalam upaya penembusan di pintu nikmat…akhirnya diiringi rintih sakit dan usaha keras… amblas jugalah batang kemaluanku di liang becek di tengah selangkangan si Sum… kudengar si Sum membuang nafas lega dan menjatuhkan kepalanya ke ranjang… sesaat kemudian si Sum menyatakan siap tempur, aku memulainya dengan meludahi arena pertempuran, untuk membantu pelumasan.

“Ooohk.. pelan maass…sss ho’ooo iyaaahh..” pelahan tapi pasti, kesulitan mulai berkurang dan sedikit demi sedikit kenikmatan mulai terasa…dibandingkan dengan postur tubuhku, tubuh si Sum nampak kecil… tapi tubuh kecil si Sum ternyata menyimpan energi luar biasa, dan tak kusangka ternyata tubuh bahenol ini sangat lihay memainkan jurus-jurus goyang dan geol yang cukup menunjukkan bahwa si Sum ternyata berpengalaman ngeladenin syahwat lelaki… semua variasi geraknya memberikan kenikmatan untukku… sementara si Sum sendiri terbaca dari ekspresi wajah dan gerak maupun ekspresi suaranya, sangat menikmati serangan olah sanggamaku

“Heh… hh.. heh… mas Boo..nny Sum ndak bisa nahan lebih lama… barenggiin yaa..? tahhan… maass… hajar lebih daleemm lagi…” Ekspresi wajah dan gerak si Sum mulai gelisah… kubaca kondisi ini dan keluarlah aji pamungkasku… kedua tangan Sum kutekan ke ranjang sehingga terkunci nggak bisa bergerak lalu dengan kedua kakinyapun kubuat terbatas gerakannya… mulailah ayunan pinggulku kupercepat dan kuperkeras… kepala batang kemaluanku merajam tanpa ampun dasar liang sanggama Sum dengan kecepatan semakin tinggi dan hajaran semakin

keras…akibatnya… tanpa dapat ditahan tubuh bahenol Sum menggelejat liar melepas orgasme.

“Oooowwwhhhh..mas…mas…massss Boonn..nnyy.. nnnggghhh…!” lenguhan panjang mengiringi lepasnya kenikmatan seksual seorang wanita… aku masih stabil mengayun dengan hi speed dan hi power…. dengan posisi tetap terkunci kulihat kembali wajah Sum menegang dengan mata membelalak menatapku seolah takjub…

“Ooooww…! hoooohhh… maaaassss… Suumm dapettt lagggggiii!” tubuh bahenol si Sum kembali kelojotan hebat disambar orgasme keduanya… pada saat itu si Sum masih berusaha menundukkan kesaktian kejantananku dengan menggeol pinggul sejadi-jadinya.

“Woooohhh…! ayooo… keluariiin… mmaass..hhhhiihh..!” seru si Sum dengan wajah penasaran… liang sanggama yang semula seret dilalui batang kemaluanku, kini terasa licin dan begitu loncer, sampai mengeluarkan suara ceprat-ceprot, karena membanjirnya cairan vagina si Sum akibat dua kali orgasme.

“Gimana Sum..? hhh… masih pingin dapet lima kali..” tanyaku sambil masih mengayun kemaluanku memompa liang sanggama si Sum yang semakin becek.. kali ini ayunanku tak sekencang dan sekuat tadi.

“Ngghh… bisa semaput mungkin… wih.. wih mas Bonny kaya badak… kuat banget…” jawab si Sum sambil mengulumi puting susuku dan kurasakan pinggulnya bergerak lagi.

“Maass… ntar pejuhnya keluarin di sini yaa..?” kata si Sum sambil menjulurkan lidah panjangnya.

Sekali lagi tubuh si Sum menggelepar gila disambar orgasmenya yang ketiga, dan kira-kira 2 menit kemudian saatkupun tiba… kuhajar liang sanggama si Sum dengan kejamnya, menjelang muncratnya sang bubur sumsum… dengan gerakan yang sangat kompak dalam mengatur posisi… akhirnya muntahlah lendir syahwatku ke rongga mulut si Sum dan disambut dengan sangat rakus oleh wanita berbody bahenol ini, bahkan disedot-sedotnya batang kemaluanku sampai benar-benar kering spermaku.

“Iiih… mas Bonny ternyata jagoan ngentot lho… seumur-umur baru sama mas Bonny ini Sum bisa keluar berturut-turut… iiiihhh… ngeriii deeh..”kata si Sum menyatakan kekagumannya, sambil menyisir rambut hitamnya didepan cermin.

“Kenapa kok ngeri…?” tanyaku sambil mencari kemana jatuhnya celana dalamku.

“Kalo ketagihan gimana…? enaak banget siih..” si Sum membungkus tubuh bahenolnya dengan handuk.

“Selama pusaka gue masih bisa ngaceng, lu pingin dapet enak berapa kali gue kasiih..”sahutku sambil mengenakan celanaku.

“Iiiihhh… dasar lelaki… ngomongnya doang… kaya mas Bonny ini, pertama anaknya disosot, terus nyokabnya digagahi pula… eh.. eh… babunyapun dihajar juga..!” kata si Sum sambil ketawa genit.

“Sialan lu… siapa suruh mengumbar memek sembarangan. Eh… Sum lu punya kontol-kontolan beli dimana lu…?”

“Oooohh.. dari nyonya, dulu Sum pacaran sama Supar tukang siomay… ketahuan nyonya, saya lagi dientot di garasi… nyonya takut Sum meteng… lalu Sum dilarang pacaran sama Supar…”

“Hubungannya ama kontol mainan itu apa..?”

“Sum bilang, kalo 3 hari nggak dientot lelaki, Sum suka pusing dan uring-uringan… terus itu dikasih mainan itu sama nyonya… lumayan bisa dipake kapan saja Sum pengen…” Celoteh Sum sambil menimang-nimang dildo pemberian tante Ira…Tepat jam 24.00 gue balik ke ruangan Home Theatre… kulihat tubuh tante Ira masih belum berubah posisinya… benar-benar pulas tidurnya, Gue duduk di sofa sambil menikmati Coca cola kaleng yang gue bawa dari bawah… duduk di ruangan ini gue jadi inget waktu hubungan gue ama Beby lagi hot-hotnya… di ruangan ini pula pertama kali gue setubuhin tubuh montok Beby… setelah kena gue bo’ongin…gue inget itu setelah 2 minggu gue resmi macarin do’i…

“Beb… nonton VCD aja yuuk… gue baru dapet kiriman dari Anto’ temen gue yang di Amrik…” Setelah hampir 2 jam ngobrol berdua di ruang tamu.

“Ah elo, udah bosen ya ngobrol ama gue? ditonton di rumah kenapa..?” Sahut Beby sengit.

“Beby, karena gue pengin nonton berdua ama lu… gue rasa lu juga suka…”

“Iiih sok tau deeh… emang lu tau film kesukaan gue….? ayyooo deh sayyyaangg… gitu aja ngambek..” Beby bangkit dari duduknya sambil merapikan blouse dan roknya yang sempat gue bikin lecek saat session peluk, remas dan cium selama setengah jam… yang akhirnya bikin gue horny berat berkepanjangan… udah gue niatin bahwa malam ini, gue harus bisa meranjangkan Beby… bosen aja lebih sepuluh malem gue dibikin horny lewat peluk, cium dan remasan-remasan di ruang tamu rumahnya… nggak tuntas friend… kalo nggak nyokabnya lewat, si Sum sambil nyeletuk jorok…

“Oooh my God… lu tau aja Bon film kesukaan gue…” bisik Beby yang duduk di sebelah gue.. setelah seperempat jam film terputar…

“Itu salah satu bentuk perhatian gue ke orang yang gue sayang…” sahutku spontan… padahal sungguh mati tau juga enggak kalo Beby suka film-film yang agak jorok, seperti film VCD yang gue pinjem dari Tedjo temen gue.

“Cuma gue nggak tau kenapa lu suka dengan film begini Beb..?” tanya gue lembut.

“Karena gue kepengin jadi cewek dalam film itu..” jawab Beby dengan suara mendesah, gue menangkap nyala gairah dalam kerling matanya yang sekejap menyambar mata gue… gue tangkap isyarat itu… gue peluk tubuh Beby dengan lembut…” Gue akan mewujudkan apa yang lu pingin…” Sahutan gue segera disambutnya dengan ciuman bibir yang hangat… bibir kami berpagutan dengan gairah yang mulai menggelegak, lidah dalam rongga mulut kami saling belit dengan liar… gue rasain desah nafas Beby mulai tak beraturan,

tangan gue mulai gerayangan masuk kebalik blouse Beby, tubuh sintal Beby menggeliat dan mendesah lirih ketika tangan gue mengelus kulit pinggangnya dan bergerak menggelitik punggungnya, kembali tubuh sintal ini menggeliat resah mendesak ketubuh gue disertai remasan gemas pada otot punggung gue… gue ngerasain kekenyalan payudara montok gadis berdarah Menado ini… sekali sentil lepaslah kaitan BH berukuran 36B di punggung Beby…

“Oooohhh… Boonnyy…” desahnya lirih dengan mata setengah terpejam

“Sayaangg…” sahut gue pendek

“Lu bandel…” katanya sambil merenggut T-shirt gue lepas dari tubuh… dan gue juga ngelakuin hal yang sama…. mata gue nanar ngeliat kemulusan tubuh atas Beby yang baru kali ini gue liat seutuhnya, payudaranya yang montok nampak mengkal mengeras dengan puting susu berwarna merah tua tampak mencuat ke depan… Gila bener gue ga’ sabar friend… gue sosot aja langsung puting susunya sebelah kiri….gue mainin lidah gue disitu.

“Ooooww.. my god… Bonnny lu emaaangg bandelll…” tubuhnya menggerinjal keras. posisi tubuh Beby kini duduk mengangkang di pangkuan gue, saling berhadapan… Tubuh indah Beby hanya terbalut CD mini berwarna hitam… ooo… friend tangan gue kaya nggak bosen ngeremesin payudara indah Beby yang sangat montok dan kenyal bak karet… gue yakin ekspresi wajah Beby menunjukkan rasa kenikmatan… dan gue juga yakin do’i pasti suka… sebaliknya dengan liar do’i membalas dengan ciuman-ciuman yang variatif pada leher dan muka gue… dada bidang gue tak lepas dari remasan atau lebih tepatnya cakaran jari jari lentik berkuku panjang itu.. nafas betinanya mendengus tak beraturan… tangan gue mulai merayap ke balik CD hitamnya dan gue remasi pantat besarnya yang terus di goser-goserkan ke tubuh gue… gue temuin lubang anusnya… sejenak gue elus-elus dan bergerak lagi sedikit gue ketemu sekumpulan rambut halus yang lumayan lebat… jari gue menerobos rerimbunan rambut kemaluan Beby… sampai gue temuin belahan bibir vaginanya… ternyata udah basah licin…jari gue bergerak menggelitik syaraf-syaraf perasa pada kulit bagian ini.

“Booonnny.!! terusin…!!! sayannnnggg gue pengin tuntasin hasrat ini…” suara Beby bergetaran parau merespon aksi jari gue di selangkangannya. Gue rebahin telentang tubuh Beby diatas sofa hitam Beby pasrah ketika CD hitamnya gue lepas, waoow.. manakala sepasang kaki panjangnya direntang lebar… mempertontonkan bibir vagina yang merah basah dikelilingi rambut kemaluan yang rimbun terpotong rapi… tanpa banyak cincong kusosot pangkal selangkangan indah itu, gue mainin tarian lidah di antara bibir vagina yang beraroma khas…

“Sssss…hhhoooo..! ” pinggul besar itu bergerak gemulai menyesuaikan dengan tarian lidah gue, diiringi rintih dan desah yang menggambarkan kenikmatan birahi seorang wanita, lidah gue menari lincah membesut liar klitoris yang kian membesar dan mengeras… jari tengah gue menyelinap diantara bibir vagina dan langsung memasuki lorong berlendir licin… Beby mendesah panjang manakala jari tengahku yang panjang dengan nakalnya menggelitik dinding liang cintanya…. tangannya menggapai selangkanganku yang sudah menggembung, akibat desakan kemaluanku

“Booonnyy… gue pingin punya lu… iiihhh… keras banget… gede nggak Bonn…?” sambil ngoceh nggak jelas, Beby dengan cekatan berhasil menelanjangi gue, posisi kita menjadi 69, kembali gue dengar teriakan kagum dari Beby yang kini gue yakin sedang berhadapan dengan to’ol gue yang panjang maksimumnya 18cm dengan diameter 5.5cm.

“Gilaaaa… baru kali ini gue temuin musuh seseram ini… gue suka Bonnn…. gue nggak sabar pengin segera ngerasain, yang segede lu punya.. iiihh keras lagi” kata Beby dengan suara mendesis bernada kagum, ooow maak.! batang kemaluan gue dihajar bibir indah yang rada dower milik Beby, lidahnya dengan lincah menjelajahi area selangkangan gue, bahkan dubur gue nggak luput dari aksi lidahnya yang liar dan nakal… dalam posisi 69 ini, serangan balikku tak kalah galak… klitorisnya kukenyut-kenyut dan kuoles-oles lembut dengan sapuan lidahku… sementara jari tengahku menjelajahi liang becek menggelitik syaraf-syaraf birahi di seputar dinding liang sanggamanya…

“sssh.. sss ampuun Boonn…! ooowww gue nggak tahan… hh hh.. gue pengen… orgasme dengan si bongsor ini…” seru Beby dengan suara gemetaran, gue belum jawab, Beby sudah merubah posisi.. Do’i rebah telentang di sofa dengan sepasang kaki panjangnya terentang lebar, mempertontonkan anatomi rahasianya… sepasang bibir vagina yang merah basah menggembung gemuk, bergerak kembang kempis menanti mangsa, dikelilingi rambut-rambut halus yang lumayan lebat… matanya yang agak sipit menatap gue dengan tajam penuh ketidak sabaran…bibirnya yang dower seksi monyong-monyong seakan memprotes gue yang lelet..

“Booonn… hhh…hhh… ayo sayaaangg.. lu juga bakal gue kasih nikmatnya olah cinta gue… mmm…ooohh…” suaranya mendesah dan mendesis, sambil jari-jari tangan kirinya mengelusi kadang menjebirkan bibir vaginanya yang sedower bibir atasnya… Dengan gaya yang sangat cool gue berlutut diantara pangkal pahanya… gue remas sepasang payudara montoknya dengan dua tangan… cewek Fak. Ekonomi setahun di bawah gue ini mengeram resah… hhmmm sepasang kaki panjangnya bergerak menjepit pinggangku , sehingga bibir vaginanya yang licin menempel erat ke batang kemaluanku yang mengacung galak… kemudian dibesot-besotkannya belahan bibir vaginanya yang basah dengan liarnya… matanya tampak mengerinyit kesal.

“Bonny lu nakal banget siiih…” protesnya

“Gue suka ngeliat cewek yang nggak ketahanan nafsunya… bikin gue tambah terangsang..” sahut gue kalem, sambil mata gue menatap matanya penuh arti.. kepala batang kemaluan gue yang mirip topi baja itu gue oles-olesin di sepanjang belahan bibir vagina Beby sampai menyentuh klitorisnya yang mengintip malu-malu, disambut desah resah, pinggul montoknya yang terus bergerak, bergoyang dan menggeol gemulai oooh merangsang sekali, wajah gemasnya terpancar jelas lewat sinar matanya yang agak sipit… ekspresi bibir dowernya, kadang bibir bawahnya digigit, monyong-monyong atau meringis memperlihatkan giginya yang beradu dengan rahang mengeras… mmm…ssss kali ini gue yang nggak tahan melihat ekspresi wajah Beby yang sangat natural

Gue arahin ujung topibaja kemaluan gue ke pintu liang sanggama Beby… dan langsung gue ayun masuk, tubuh Beby menggerinjal.

“Akkhh..!” serunya tertahan, wajah Beby gue lihat meringis kesakitan dan mata sipitnya terbeliak menatap gue.

“Pelan-pelan sayaang… gue makin nggak sabar… ayo lagi..” desisnya penuh penasaran.. Gue ulangi langkah pertama tadi, dengan agak hati-hati… beberapa kali ujung topi baja kontol gue kepeleset ke samping atau kebawah.. walaupun ludahku berhamburan di pintu liang sanggama untuk membantu melicinkan jalan masuk yang sempit… beberapa kali gagal membuat Beby tambah semangat… dikangkangkannya selebar mungkin pahany a dan kedua tangannya menahan kakinya…

“Yaaa….! tekaaannnn… hoo’o…ssss.. aahhh..! Boonny tahann…” dengan ekspresi yang sulit gue ceritain.. Beby memberi aba-aba… dan gue berhenti mendorong sementara topi baja itupun amblas..gue lihat nafas beby tersengal sengal dengan keringat mulai berhamburan membasahi tubuh mulusnya…

“Dorooongg lagi… dengan lembut saayyyaangg….ooookkkhhh..!” kembali gue bergerak dan berhenti ketika gue lihat telapak tangan kanannya membuka lebar seperti memberi kode berhenti… setengah panjang batang kemaluanku kini amblas tertanam di pusat selangkangan Beby.

“Siapa takuut..?” bisik Beby… setelah beberapa saat tubuhnya tak bergerak bagaikan mati dengan nafas tersengal-sengal… matanya yang sipit menatap gue penuh tantangan… tiba-tiba gue rasain gerakan lembut seakan mengurut dan menarik batang kemaluan gue yang amblas di liang sanggama Beby… ternyata Beby menggunakan otot perutnya, membuka jalan masuk batang kemaluan gue ke dasar liang sanggamanya, gue sedikit bergetar dengan kenikmatan yang gue rasain dan akhirnya amblaslah hampir seluruh otot tegang di selangkangan gue tertelan liang cinta di pusat selangkangan beby…

“Ayo jantan… berdansalah di atas tubuh gue..” bisik Beby sambil lidahnya yang runcing panjang menggapai daun telinga gue…dengan gerakan coba-coba kuayun lembut pinggul gue..keluar dan masuk… Beby mendesah dengan mata setengah terpejam.

“Nikmat Beby sayang..?”

“Bukan main… otot jantan lu memenuhi liang cinta gue, teruskan sayaang jangan ragu..”desah Beby dengan mata masih terpejam tampak menikmati, sambil menggerumasi rambut gondrong gue. Tarian pinggul gue, disambut desah dan desis kenikmatan disertai remasan lembut jari-jari lentik Beby pada segenap otot punggung gue, dan gue nikmatin jepitan liang sanggama yang sempit. gue tambah power dalam ayunan pinggulku…disambut rintihan manja Beby dan jepitan itupun makin nikmat gue rasakan.

“Bonny…oohh… otot jantan lu menggelitik seluruh… syaraf liang cinta gue…” mendengar respon Beby dansa gue tambah ekspresif…

“Yaaahh..! Booonny… lu galak bangeeettt… gue sukaa sayaang… yaaa… terus.. Boonnn..!”suara Beby meninggi dan gue rasakan pinggulnya mulai bergoyang bertanda otot elastis liang sanggama Beby mulai bekerja… selanjutnya gerakan

tubuh kami yang menyatu semakin liar. Pinggul gue mengayun menghantar rajaman kejam kepala batang kemaluan ke dasar liang sanggama Beby, tanpa ampun… sementara tubuh sintal di bawah tubuh gue pun menunjukkan perlawanan gigihnya, pinggul bulatnya tak hentinya bergoyang dan menggeol gemulai mengcounter serangan gue, agaknya Beby mulai mengeluarkan jurus-jurus goyang pinggul simpanannya… dari yang rasanya kontol gue kaya dikemot-kemot mulut ompong sampe yang rasanya kontol gue dilipet-lipet didalam liang sanggamanya… pokoknya semuanya ampun deh nikmat bener… wajahnya kadang beringas menatap gue penuh dendam… kadang matanya menatap wajahku dan seolah mengatakan rasakan goyang pinggul gue..! kadang dengan mesra kecupan bibir dowernya menjelajahi leher dan dada gue… bahkan desahan panjang bernada putus asapun sempat keluar dari mulutnya.

“Lu… oohh… hh.. hh.. e… emang pejantan sejati Bonn… hh..uuhh…” rengek Beby menunjukkan kegeraman, mata sipitnya menatap mata gue dengan sinar mata gemas, menyusul meredanya goyang pinggul Beby yang bak pusaran angin puting beliung…

“Gue nikmatin keliaran lu sayaang…” gue perlambat ayunan pinggul gua…

“Gue yakin… lu bangsa pejantan yang tahan lama gue suka hh..hhh.. bikin gue nikmat dengan gaya yang lain Bonn…” desisnya dengan sinar mata sipitnya yang tajam, tubuh bahenol itu melepaskan diri dari himpitan gue… Tubuh indah itu berdiri mengangkang menghadap TV monitor raksasa, kedua tangannya mencengkeram erat frame besi TV monitor tsb. setelah pantat bulat itu ditunggingkan.

“C’moon honey, hajar gue dari belakang…” mata sipitnya melirik ke arah gue yang masih telentang di sofa sambil mengocok batang kemaluan gue sendiri agar terjaga kengacengannya, gue ngeliat bentuk shilhoutte tubuh Beby yang menggeol-geolkan pinggulnya di depan TV monitor yang sedang menyuguhkan gambar wajah 3 orang wanita yang sedang berebut sperma yang berhamburan dari sebatang kontol… Singkat kata denganpose itu Beby gue hajar habis-habisan, tubuhnya yang tergolong tinggi memungkinkan untuk itu, tubuhnya meliuk-liuk dengan erangan-erangan tak lagi ditahan.

“Booonnn…! Haaaa…rrgghh..! hhhhoooo… gueee..! saaaammmpeeee laaggiii… Aaaaarrrrggghh..!” Tubuh indah ini menggelejat hebat untuk ke 2 kalinya… tanpa berhenti gue hajar lebih gila lagi….nggak sampe 30 detik setelah orgasmenya yang ke tiga…

“Ooooohhh shiiit…! ammpppuuunn.. Boonn gue dapeeeeeett laggggghhhooooowww..!!!” kali ini kedua tangannya menggapai ke leher gue dan tubuhnya bergantung pada tubuh gue.. setelah tubuhnya berhenti menggelejat bak orang sekarat dengan suara seraknya melolong penuh kegemasan…

“Gue isep aja ya sayy… gue nyeraah deh… hhh.. hh” bisiknya lemah.. ditengah nafasnya yang belum beraturan… iiihh, pucet banget mukanya…apa boleh buat… malem itu peju gue berhamburan di wajah Beby….itupun tanpa sempet ngebersihin peju gue yang belepetan di wajahnya… langsung pules do’i ketiduran… ya uddeh.. gue cabut aja.

setelah gue selimutin tubuh bugil Beby cewek gue… Sambil siul-siul kecil gue turun tangga, busyeet di anak tangga ada onggokan pakaian dalem perempuan… seinget gue Beby gue telanjangin di ruang Home Theatre… sayup-sayup gue denger… busyet ga’ salah orang lagi ML… langsung gue ngendap-endap mencari sumber suara… untung tempat gue bediri agak gelap…naaahh… ketemu lu… whaaattt??? nyokapnya Beby… lagi disetubuhin laki-laki yang gue kenal karena beberapa kali ketemu di rumah ini…

“Aaaahh… Deeenn… tunggguu dooonngg..!” keluh Tante Ira dengan nada kecewa dan gue lihat laki-laki itu mencabut kontolnya dari memek Tante Ira dan semburatlah peju kental diatas perut Tante Ira banyak sekali… namun tanpa respon dari Tante Ira…

“Sooorry hh…hhh… sayaaanng Abang ngggak tahann…” kata Oom Deden dengan nafas ngos-ngosan…

“Sorry…? uuuh sebel masak udah hampir seminggu gue nggak dapet juga… udah abang coli aja di rumah…uuuuh..!!” Tante Ira meninggalkan Oom Deden yang bengong. Mata gue mengikuti langkah gemulai Tante Ira yang telanjang bulat memasuki kamar mandi …. alamak… tubuh wanita setengah baya itu ga’ kalah sama anak gadisnya…. toketnya yang besar tampak mengkal dan masih kencang tegak, dan tubuhnyapun tampak masih singset tak berlemak…. kulihat oom Deden menyusul ke kamar mandi yang memang tak terkunci… kesempatan buat gue merat keluar rumah. Udah deh sejak saat itu Beby bagaikan tersedot magnet, lengket ama gue terus. END by Cerita Asyik Coi - Cerita Dewasa Terbaru - Cerita Sex Hot -  Cerita Ngentot - Cerita Seks - Cersex Tante Girang - Cerdas Bertukar Pasangan Sedarah - Cerita Sex 2016 - Cerita Ngentot Selingkuh -
Read more